Beritakotakendari.com – Sinergi Gubernur Sultra bikin geger satu Sulawesi Tenggara, Bosku! Warga Kota Lulo, suasana di salah satu hotel pertemuan di Kota Kendari ini betul-betul seperti lautan pejabat, ngeri mi! Gubernur Sulawesi Tenggara mengumpulkan para bupati dan wali kota se-Sultra, ajak mereka duduk satu meja, dengarkan aspirasi rakyat, dan perkuat sinergi supaya suara masyarakat dari kampung paling ujung sampai pusat kota tidak putus di jalan, Ji.
Astaga, suasananya tadi siang senam jantung, Saudara-saudaraku! Setiap kepala daerah hadir dengan laporan masing-masing, mulai dari soal infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sampai urusan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Gubernur tegaskan, nda mau lagi ada keluhan masyarakat yang berbulan-bulan mengendap tanpa jawaban, Toh.
Sinergi Gubernur Sultra dan Kepala Daerah: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara ini melaporkan langsung, Bosku! Dalam pertemuan resmi yang difasilitasi Pemprov Sultra itu, Gubernur Sultra menegaskan lima inti pesan: penguatan koordinasi, percepatan layanan publik, peningkatan serapan aspirasi, sinkronisasi program pusat-daerah, dan keterbukaan informasi ke masyarakat.
Gubernur menyampaikan, tanpa sinergi yang kuat antara provinsi, kabupaten, dan kota, aspirasi masyarakat hanya akan jadi catatan rapat yang berdebu di laci. “Kita ini pelayan rakyat, bukan sebaliknya,” begitu kira-kira garis besar pesan beliau yang membuat ruangan hening beberapa detik. Aih, ngeri mi, kalimatnya langsung tembus ke hati para pejabat yang hadir.
Warga Kota Lulo, bayangkan saja: mulai dari pemerintah kabupaten di wilayah kepulauan sampai pemerintah kota yang jadi pusat ekonomi, semua diminta menyatukan data, program, dan rencana aksi. Kalau ada jalan rusak, masalah listrik, air bersih, sampai keluhan soal layanan kesehatan, Gubernur mau jalurnya jelas: dari desa/kelurahan, ke kecamatan, naik ke bupati/wali kota, lalu ke provinsi, dan langsung direspons, bukan dilempar sana-sini lagi, Ji.
Untuk Sobat Kendari yang penasaran perkembangan agenda keumatan dan budaya, sinergi ini juga disinggung untuk mendukung event keagamaan dan kebudayaan daerah. Baca Juga: Jadwal & Persiapan MTQ Tingkat Kota Kendari yang juga bakal ikut merasakan dampak koordinasi lintas daerah ini.
5 Fakta Geger soal Sinergi Gubernur Sultra Serap Aspirasi
Supaya jelas mi, berikut lima poin tegas yang berhasil kami rangkum langsung dari lokasi, Toh:
- Fokus pada Aspirasi Masyarakat Paling Bawah
Gubernur menekankan, suara dari desa terpencil dan kampung pesisir tidak boleh lagi kalah keras dibanding aspirasi di kota besar. Setiap bupati dan wali kota diminta membangun sistem penyaringan keluhan yang rapi: melalui musrenbang, forum konsultasi publik, hingga kanal pengaduan digital. Weh, menyala abangku, kalau ini jalan, rakyat kecil bisa bicara lebih lantang, Ji! - Sinkronisasi Program Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota
Program pemerintah pusat kadang datang deras, tapi di lapangan sering berbenturan dengan prioritas lokal. Gubernur mengingatkan, sinergi Gubernur Sultra dengan para kepala daerah harus memastikan program APBN dan APBD tidak tumpang tindih. Jadi ndak ada lagi proyek yang mangkrak cuma karena beda selera politik, Toh. - Percepatan Layanan Publik dan Digitalisasi
Dalam forum ini, juga dibahas dorongan untuk mempercepat layanan berbasis digital, mulai perizinan usaha sampai layanan administrasi kependudukan. Masyarakat tidak boleh lagi dibuat menunggu berminggu-minggu hanya untuk satu berkas. “Cepat, tepat, dan transparan,” jadi mantra yang diulang-ulang. Mantap djiwa kalau betul diterapkan, Bosku. - Penguatan Peran Camat, Lurah, dan Kepala Desa
Bukan cuma bupati dan wali kota, Gubernur juga menyoroti peran aparat paling dekat dengan warga. Mereka ini yang pertama kali mendengar keluhan soal jalan becek, sekolah bocor, atau puskesmas kekurangan obat. Sinergi Gubernur Sultra meminta agar laporan dari bawah ini tidak dipotong di tengah jalan. Kassian masyarakat kalau aspirasinya mentok di meja camat saja, Di? - Komitmen Transparansi Anggaran dan Evaluasi Berkala
Gubernur menegaskan akan ada evaluasi berkala soal sejauh mana aspirasi rakyat benar-benar diakomodasi dalam anggaran. Bukan lagi sekadar seremonial rapat. “Kalau tidak menyentuh kebutuhan rakyat, kita koreksi,” begitu garis besarnya. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, berharap pengawasan benar-benar ketat, Pi.
Implikasi Sinergi Gubernur Sultra bagi Warga Kendari dan Sekitarnya
Sobat Kendari, apa dampaknya buat kita di kota ini? Pertama, jalur penyampaian aspirasi harusnya jadi lebih jelas. Misalnya, pedagang di kawasan Pasar Baru yang mengeluh soal kebersihan dan retribusi bisa berharap suaranya lebih cepat naik ke meja pengambil keputusan. Baca Juga: Kondisi Terkini Revitalisasi Pasar Baru Kendari yang juga sering jadi bahan curhat warga ke Pemkot.
Kedua, bagi warga yang sering terjebak macet di poros Anduonohu–Kendari Beach, atau mengeluh soal drainase kalau hujan deras, forum sinergi ini diharapkan jadi momen di mana pemerintah kota dan provinsi sinkron mencari solusi infrastruktur. Bukan lagi saling lempar kewenangan, Ji.
Ketiga, Gubernur juga menginginkan agar informasi pembangunan tidak putus di tengah jalan. Artinya, kalau ada proyek besar di Kota Kendari, mulai dari penataan teluk sampai pengembangan kawasan wisata, warga harus diberi ruang menyampaikan pendapat sejak perencanaan. Bukan tau-tau alat berat masuk, baru warga ribut, Toh.
Suasana Rapat: Tegang, Tapi Penuh Harapan
Dari pantauan di lokasi, ekspresi para bupati dan wali kota bergantian antara mengangguk serius, mencatat cepat, sampai sesekali berdiskusi kecil dengan kepala OPD yang mereka bawa. Ada yang tampak tegang, ada juga yang terlihat cukup percaya diri karena sudah punya sistem penyerapan aspirasi yang lumayan rapi.
Di sela-sela rapat, beberapa kepala daerah menyinggung pentingnya sinergi ini untuk menyukseskan event-event besar ke depan, termasuk agenda keagamaan dan sosial yang melibatkan banyak kabupaten/kota. Kota Kendari sendiri disebut sebagai etalase Sulawesi Tenggara, sehingga wajah pelayanan publik di ibukota provinsi harus kinclong, nda boleh main-main, Ji. Baca Juga: Program Terbaru Pemkot Kendari untuk Tata Kota yang bakal bersinggungan langsung dengan arah kebijakan provinsi.
Menjelang akhir acara, Gubernur Sultra menegaskan sekali lagi, sinergi ini bukan cuma slogan di spanduk. Beliau mengajak semua kepala daerah untuk pulang membawa PR yang jelas, bukan sekadar map berisi materi rapat. “Rakyat menunggu di rumah masing-masing, di warung kopi, di kebun, di laut. Mereka menunggu bukti,” begitu kurang lebih pesan penutup yang membuat suasana ruangan kembali hening, sebelum akhirnya disambut tepuk tangan panjang.
Warga Kota Lulo, kita tunggu pi sekarang: apakah Sinergi Gubernur Sultra dengan bupati dan wali kota ini benar-benar menyala di lapangan, atau cuma jadi cerita heboh sehari saja. Kami akan terus pantau dari Mandonga sampai Puwatu, dari Anduonohu sampai Poasia, supaya setiap aspirasi yang terucap tidak hilang di tikungan birokrasi, Toh.






Average Rating