Beranda / Peristiwa / Gerakan Pangan Murah: 5 Fakta Viral Bikin Warga Serbu

Gerakan Pangan Murah: 5 Fakta Viral Bikin Warga Serbu

Suasana Gerakan Pangan Murah di Pantai Nambo Kendari dengan warga antri beras SPHP
0 0
Read Time:4 Minute, 40 Second

Beritakotakendari.comGerakan Pangan Murah bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Warga Kota Lulo tumpah ruah di Pantai Nambo, sejak pagi buta bersiap mengamankan beras SPHP harga miring cuma Rp58 ribu per sak 5 kilogram. Aih, ngeri! Situasi di lokasi betul-betul macam lautan manusia yang berburu sembako murah demi dapur tetap ngebul di tengah harga-harga yang lagi senam jantung mi.

Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara langsung standby dari bibir Pantai Nambo, angin laut kencang, suara ombak, bercampur teriakan ibu-ibu: “Jangan dulu habis mi itu beras, kasihan!”. Tenang saja, Sobat Kendari, kita urai pelan-pelan 5 fakta penting soal operasi pasar spesial ini, biar tidak ada yang ketinggalan info, toh.

Gerakan Pangan Murah di Pantai Nambo: Jadwal dan Lokasi

Warga Kota Lulo, catat mi baik-baik: Gerakan Pangan Murah ini dijadwalkan pada Sabtu, 9 Mei 2026, berlokasi di Pantai Nambo, Kota Kendari. Acara dijadwalkan mulai pukul 09.00 WITA, tapi di lapangan, warga sudah datang dari jam 7 pagi. Astaga, semangat hematnya menyala abangku!

Antrian memanjang dari area parkiran sampai mendekati bibir pantai. Petugas dari dinas terkait dan aparat keamanan tampak sibuk mengatur jalur masuk dan keluar agar tidak terjadi penumpukan berlebihan. “Tenang mi, semua kebagian toh, asal tertib antri,” begitu imbauan petugas lewat pengeras suara.

Kegiatan ini dikawal langsung oleh jajaran Pemkot Kendari. Untuk kebijakan lebih lengkap soal stabilisasi harga pangan di kota ini, Pemkot sudah beberapa kali menggelar operasi serupa di kecamatan lain. Baca Juga: Kebijakan Pangan Terbaru Pemkot Kendari untuk lihat pola dan jadwal di lokasi lain.

Harga Beras SPHP Rp58 Ribu: Kenapa Jadi Incaran?

Fokus perhatian warga jelas tertuju pada beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Di lapangan, petugas mengumumkan harga resmi: Rp58.000 per sak isi 5 kilogram. Kalau dibandingkan harga di pasaran yang bisa tembus di atas itu, selisihnya lumayan ji buat tambah lauk dan sayur.

“Ini mi yang saya tunggu-tunggu, Beras SPHP Rp58 ribu, lumayan hemat toh, suami baru gajian, kita harus pintar-pintar belanja,” ujar seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Poasia, sambil tertawa lega walau keringatan di tengah panas terik.

Tak hanya beras, di beberapa tenda juga tersaji komoditas lain seperti minyak goreng, gula pasir, dan telur dengan harga di bawah pasaran. Tapi tetap saja, beras SPHP jadi primadona. Aih, kalau sudah urusan beras, warga Kota Lulo kompak ji turun lapangan.

Suasana Antrian: Senam Jantung tapi Terkendali

Suasana di lapangan memang sempat bikin jantung senam sedikit, Bosku. Antrian berlapis, suara anak kecil menangis, ibu-ibu bawa payung, bapak-bapak pegang karung cadangan. Namun panitia terlihat cukup sigap mengatur alur.

Setiap warga yang datang diarahkan mengambil nomor antrian dulu pi, baru kemudian menuju tenda penjualan. “Supaya tidak saling serobot toh, kasihan kalau ada yang jatuh pingsan,” jelas salah satu panitia kepada reporter di lokasi. Beberapa petugas kesehatan juga standby di tenda khusus, mengantisipasi warga yang kelelahan.

Di sela-sela keramaian, terdengar juga informasi soal kegiatan pemerintah lainnya. Baca Juga: Info Terbaru MTQ Tingkat Kota Kendari yang juga ramai dibicarakan warga, terutama soal stand bazar dan kuliner yang biasa jadi sasaran pengunjung.

Dukungan Pemerintah dan Strategi Redam Harga Tinggi

Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar bagi-bagi sembako, tapi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meredam gejolak harga pangan. Di Kendari, beberapa pekan terakhir warga mengeluhkan naiknya harga beberapa komoditas pokok. “Makanya ini program harus rutin mi, bukan sekali-sekali ji,” celetuk seorang bapak dari Mandonga.

Pemerintah kota bekerja sama dengan Bulog dan distributor lokal untuk memastikan stok cukup dan harga tetap terjaga. Kehadiran beras SPHP di Gerakan Pangan Murah diharapkan bisa jadi penyangga, supaya harga beras di pasar tradisional tidak terlalu liar.

Buat Sobat Kendari yang sering belanja di pasar, jangan lupa pantau juga perkembangan harga di kawasan lain. Baca Juga: Kondisi Terkini Harga Sembako di Pasar Baru Kendari supaya tahu di mana titik harga paling bersahabat di?

Pesan untuk Warga: Tertib Antri, Jangan Panik Belanja

Saudara-saudaraku, semangat hemat itu wajib, tapi tertib juga jangan dilupakan toh. Panitia sudah ingatkan berulang kali supaya warga tidak borong berlebihan. Ada pembatasan pembelian per orang agar semua kebagian, terutama keluarga kurang mampu.

“Jangan panik belanja, program begini ada terus pi ke depan,” ujar salah satu pejabat yang hadir di lokasi. Ia menjelaskan bahwa Pemkot dan instansi terkait sudah menyiapkan jadwal lanjutan di kecamatan lain jika situasi harga pangan masih belum stabil.

Astaga, kalau lihat wajah-wajah lega warga yang berhasil bawa pulang 1–2 sak beras SPHP, rasa capek di panas Pantai Nambo serasa hilang ji. Mantap djiwa! Ini bukti bahwa Gerakan Pangan Murah memang menyentuh langsung kebutuhan perut warga Kota Lulo.

Pantai Nambo Hari Ini: Bukan Cuma Wisata, Tapi Penyelamat Dapur

Biasanya Pantai Nambo identik dengan wisata, lulo di pasir putih, dan foto-foto ala selebgram. Tapi hari ini, nuansanya beda total. Tenda-tenda putih berjejer, spanduk besar bertuliskan “Gerakan Pangan Murah” berkibar di antara pohon kelapa. Weh, menyala abangku, Pantai Nambo mendadak berubah jadi pasar rakyat dadakan.

Meski fokus utama adalah belanja beras SPHP dan sembako, beberapa pedagang kecil tetap memanfaatkan momen. Mereka jualan es kelapa, pop ice, dan jajanan gorengan di pinggir antrian. “Sekalian mi cari rezeki, banyak orang kumpul begini,” kata salah satu pedagang kecil sambil melayani pembeli.

Pada akhirnya, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan warga bisa jadi kunci menekan gejolak harga. Asal konsisten pi, bukan program musiman ji, warga pasti merasa sangat terbantu.

Jadi buat Sobat Kendari yang belum sempat datang hari ini, pantau terus info resmi dari pemerintah dan media lokal. Jangan sampai ketinggalan gelombang Gerakan Pangan Murah berikutnya, toh. Karena di tengah situasi ekonomi yang serba naik, tiap rupiah yang bisa dihemat itu mahal harganya, kassian kalau terlewat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan