Beritakotakendari.com – Banjir Lepo-Lepo bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Warga Kota Lulo betul-betul dibuat senam jantung malam tadi ketika air meluap dan menerjang pemukiman padat di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga. Sedikitnya 225 Kepala Keluarga (KK) terdampak mi, rumah-rumah tergenang, barang-barang naik ke atas lemari darurat, dan lorong-lorong berubah jadi sungai kecil. Astaga, suasananya macam film dokumenter bencana langsung tayang tanpa iklan, di?
Tim Dinas Sosial Kota Kendari langsung turun lapangan, pasang tenda, buka dapur umum, siapkan air bersih, sampai pemeriksaan kesehatan darurat. Di tengah guyuran hujan sisa-sisa tadi malam, kami reportase langsung, kaki sudah basah sampai betis, tapi semangat tetap menyala abangku! Aih, ngeri kalau lihat anak-anak kecil digendong orang tuanya mengungsi di teras tetangga, kassian.
Banjir Lepo-Lepo Terjang 225 KK, Ini Kondisi Terkini di Lapangan
Sobat Kendari, data awal di lokasi yang dihimpun dari aparat kelurahan dan relawan menyebutkan sekitar 225 KK di Kelurahan Lepo-Lepo terdampak genangan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari setumit sampai hampir selutut orang dewasa di beberapa titik terendah. Warga mengaku air naik cukup cepat, hanya dalam hitungan jam setelah hujan deras mengguyur kawasan Baruga dan sekitarnya.
“Air naik jam-jam malam itu mi, kita lagi istirahat, tiba-tiba sudah masuk di ruang tamu,” cerita salah satu warga kepada Beritakotakendari.com dengan wajah masih pucat kelelahan. Perabot rumah banyak yang digeser mendadak, kasur dinaikkan ke meja makan, dan motor diselamatkan ke tempat lebih tinggi. Situasi betul-betul bikin deg-degan, seperti alarm bahaya berbunyi nyaring tanpa henti.
Petugas kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas terlihat mondar-mandir memantau ketinggian air. Mereka dibantu warga setempat untuk memastikan tidak ada lansia atau penyandang disabilitas yang terjebak di dalam rumah. “Tenang ji, kalau naik lagi kita evakuasi pi ke tempat yang lebih aman,” ujar salah satu petugas menenangkan warga.
Baca Juga: Update Banjir di Mandonga, Arus Lalu Lintas Macet Mi
Respons Cepat Dinsos: Dapur Umum, Air Bersih, dan Pemeriksaan Kesehatan
Weh, menyala abangku, gerak cepat Dinas Sosial Kota Kendari ini nda ada obatnya! Begitu laporan masuk soal Banjir Lepo-Lepo, armada langsung meluncur membawa logistik. Di lapangan, tenda darurat didirikan sebagai posko layanan. Di posko ini, Dinsos menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak, terutama anak-anak dan lansia yang mulai kelelahan.
Asap dapur mengepul, aroma makanan hangat perlahan mengusir dinginnya udara malam. Ibu-ibu bersama petugas sibuk mengaduk panci besar, memasak nasi dan lauk sederhana. Aih, di tengah bencana begini, sepiring nasi hangat bisa terasa mewah sekali, Bosku. “Makan dulu toh, baru kita pikirkan pi soal barang-barang yang basah,” kata seorang relawan sambil membagikan nasi bungkus.
Selain makanan, air bersih juga jadi fokus. Truk tangki air diparkir tidak jauh dari titik pengungsian. Warga antre membawa jeriken dan ember. Petugas mengingatkan agar air banjir jangan dipakai untuk minum atau masak. “Bahaya ji, bisa bikin sakit perut dan gatal-gatal. Kita siapkan air layak konsumsi di sini,” tegas salah satu petugas Dinsos.
Baca Juga: Pemkot Kendari Bahas Penanganan Banjir Berkelanjutan
Pemeriksaan Kesehatan: Antisipasi Penyakit Pasca Banjir
Bukan cuma logistik, tim kesehatan juga standby di posko. Tenaga medis memeriksa warga satu per satu, khususnya balita, ibu hamil, dan lansia. Pemeriksaan tekanan darah, cek kondisi pernapasan, hingga keluhan gatal-gatal karena air kotor dilakukan di bawah sorot lampu darurat yang menyala temaram.
“Baru sejam terendam mi, tapi kaki sudah mulai gatal, Pak,” curhat seorang ibu sambil duduk di bangku plastik. Petugas kesehatan langsung memberikan salep dan obat antihistamin. Untuk anak-anak yang mulai batuk karena udara dingin, sirup obat dan vitamin dibagikan. Situasi memang mencekam, tapi layanan kesehatan berusaha semaksimal mungkin agar tidak berkembang jadi krisis kesehatan yang lebih parah.
Tenaga kesehatan juga mengedukasi warga soal pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman. “Cuci tangan dulu toh sebelum makan, dan jangan jajan sembarang di air tergenang,” pesan mereka. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, tapi antisipasi tetap harus jalan.
Penyebab Banjir Lepo-Lepo: Drainase, Curah Hujan, dan Tata Ruang
Sobat Kendari, setiap kali hujan deras mengguyur, nama Lepo-Lepo memang sering masuk radar rawan genangan. Warga mengeluhkan saluran drainase yang mulai dangkal dan tersumbat sampah. “Parit sudah sempit, penuh lumpur, sampah juga menumpuk. Jadi kalau hujan lebat begitu, air nda sempat lari, naik mi ke rumah-rumah,” ujar seorang tokoh masyarakat di lokasi.
Dari pantauan di lapangan, beberapa titik drainase tampak kedalaman dan lebarnya sudah berkurang. Rumput liar dan sedimen menutup sebagian aliran. Ditambah lagi curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Kendari beberapa hari terakhir, jadilah kombinasi sempurna pemicu Banjir Lepo-Lepo ini. Deh, kalau tidak dibenahi dari hulu sampai hilir, bisa terulang lagi pi tiap musim hujan, kassian warga.
Isu tata ruang juga ikut disorot. Pemukiman yang makin padat di kawasan Lepo-Lepo membuat ruang resapan air makin sempit. “Perlu penataan ulang, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ada mi masterplan, tapi kita tunggu pi realisasinya dari Pemkot,” kata seorang aktivis lingkungan yang ikut memantau kondisi di lapangan.
Baca Juga: Rencana Revitalisasi Pasar Baru Kendari dan Dampaknya
Suara Warga Lepo-Lepo: Harapan ke Pemkot Kendari
Warga Kota Lulo di Lepo-Lepo tidak banyak menuntut yang muluk-muluk. Mereka hanya berharap banjir seperti ini jangan terulang terus-menerus. “Tolong mi drainase dibersihkan, diperlebar kalau perlu. Kita juga siap kerja bakti, yang penting ada alat dan pendampingan,” ucap seorang bapak-bapak sambil mengangkat karung berisi pakaian basah.
Beberapa warga juga mendorong adanya program normalisasi saluran air dan penataan permukiman rawan banjir. “Kalau perlu dipindahkan sebagian, asal ada solusi yang manusiawi, kita siap bahas. Jangan cuma datang foto-foto, habis itu hilang mi,” sindir halus seorang ibu rumah tangga, bikin suasana di teras rumah sejenak hening.
Sementara itu, aparat kelurahan menyatakan telah melaporkan kondisi terkini ke Pemkot Kendari dan instansi teknis terkait. Tindak lanjut seperti pengerukan drainase, pembersihan sampah, dan kajian normalisasi sungai kecil di sekitar Lepo-Lepo disebut akan menjadi prioritas. “Tunggu pi koordinasi lebih lanjut dari Pemkot, kita dorong supaya tidak lama-lama, karena warga sudah sangat terdampak,” ujar aparat setempat.
Langkah Darurat Warga: Dari Angkat Perabot Sampai Jaga Anak
Di tengah situasi genting ini, solidaritas warga Lepo-Lepo terasa kuat sekali. Anak muda membantu mengangkat perabot berat, bapak-bapak menjaga kendaraan dan akses jalan, sementara ibu-ibu mengurus makanan dan anak-anak kecil. “Nda usah panik terlalu, tapi waspada terus toh. Barang-barang penting seperti ijazah, surat tanah, simpan di tas khusus dekat pintu, kalau-kalau air naik lagi,” saran salah satu ketua RT.
Sejumlah warga memilih bertahan di rumah lantai satu yang masih terjangkau, namun siap mengungsi ke rumah keluarga di dataran lebih tinggi jika hujan deras turun lagi. Sebagian lainnya sudah mengungsi ke rumah kerabat sejak malam. Anak-anak meski sesekali tampak bermain di genangan, segera diperingatkan oleh orang tua. “Jangan mandi di air banjir, bahaya, banyak kotoran dan bisa ada ular pi,” teriak seorang ibu mengingatkan.
Untuk malam berikutnya, warga berharap hujan tidak turun lagi deras seperti kemarin. Namun, mereka juga mengaku sudah menyiapkan diri jika skenario terburuk datang. “Kita pasrah, tapi usaha tetap. Doa jalan, gotong royong jalan, tapi tolong mi pemerintah kota hadir lebih kuat di sini,” tutup seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Warga Kota Lulo, situasi Banjir Lepo-Lepo ini jadi alarm keras bahwa persoalan drainase dan tata ruang di Kendari tidak bisa ditunda-tunda lagi. Mantap djiwa kalau ke depan kita bukan cuma heboh pas banjir, tapi juga heboh lihat solusi nyata di lapangan.





Average Rating