Beranda / Peristiwa / Mudik Gratis ASR: 5 Fakta Geger Perantau Malut

Mudik Gratis ASR: 5 Fakta Geger Perantau Malut

Suasana pelepasan Mudik Gratis ASR ratusan perantau Maluku Utara di Kendari
0 0
Read Time:5 Minute, 19 Second

Beritakotakendari.comMudik Gratis ASR bikin geger satu Kota Kendari mi, Bosku! Dari terminal hingga pelabuhan, suasana jadi macam lautan manusia, haru bercampur gembira, saat ratusan perantau asal Maluku Utara yang menetap di Kendari resmi dilepas mudik gratis oleh Gubernur Sulawesi Tenggara. Weh, menyala abangku, ini pemandangan yang bikin merinding ji, penuh rasa kekeluargaan khas Kota Lulo!

Warga Kota Lulo yang melintas di sekitar lokasi pelepasan sampai banyak yang berhenti pi sejenak, cuma untuk menyaksikan langsung rombongan peserta mudik gratis yang mengusung koper, kardus besar, sampai bawaan oleh-oleh khas Kendari. Aih, ngeri, suasananya macam terminal film lebaran toh, tapi ini nyata di Kendari.

Mudik Gratis ASR di Kendari: Ratusan Perantau Maluku Utara Diberangkatkan

Saudara-saudaraku, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ratusan perantau asal Maluku Utara yang sehari-hari bekerja dan tinggal di Kota Kendari berkumpul rapi sejak pagi buta. Mereka mengikuti program Mudik Gratis ASR yang menjadi angin segar jelang momen pulang kampung. Astaga, antrian bus dan kendaraan yang disiapkan panitia berjejer rapi, warnanya berkilau disambar matahari pagi, mantap djiwa!

Gubernur Sulawesi Tenggara hadir langsung melepas rombongan mudik ini. Dengan pengawalan ketat namun tetap humanis, beliau menyampaikan pesan agar seluruh pemudik menjaga keselamatan, kesehatan, dan tetap membawa nama baik Sultra di tanah Maluku Utara. Suasana senam jantung ketika hitungan mundur pelepasan dimulai, dari 10 sampai 1, teriakan peserta menggemuruh, seolah alarm bahaya rindu kampung halaman berbunyi nyaring di udara Kendari.

Di tengah kerumunan, terdengar logat Maluku Utara bercampur dengan logat Kendari. Ada yang teriak, “Tunggu pi, mama belum naik!”, ada juga yang peluk-peluk keluarganya sambil bilang, “Tenang mi, aman ji ini, kita sama-sama berangkat.” Aih, bikin mata berkaca-kaca toh, Kassian memang perjuangan perantau.

Baca Juga: Info Terbaru MTQ di Kota Kendari

Antusias Warga Kendari dan Perantau: Lautan Manusia di Lokasi Mudik Gratis ASR

Sobat Kendari, antusiasme warga benar-benar menggila. Lapangan parkir yang biasanya lengang, hari ini berubah jadi seperti pasar baru jelang lebaran. Pedagang minuman, jajanan, sampai penjual kain sarung ikut meramaikan suasana. Seorang ibu perantau bercerita, sudah beberapa tahun tidak pulang ke Maluku Utara karena ongkos mahal, jadi program Mudik Gratis ASR ini ibarat tiket emas yang tak ternilai.

“Kalau bukan karena mudik gratis ini, mungkin tahun ini kami tidak pulang pi lagi,” ujar seorang bapak perantau dengan mata berkaca-kaca. Aih, nda ada obatnya memang bantuan begini, sangat terasa langsung di rakyat kecil. Anak-anak kecil berlarian, pegang bendera kecil, sebagian pakai kaos seragam peserta mudik. Mereka teriak ke kamera wartawan, “Halo Maluku Utara, kami pulang kampung mi!” Weh, merinding ji dengarnya.

Petugas pengamanan dari kepolisian dan Dishub Kendari juga siaga. Mereka mengatur arus kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan parah. Tenang ji, semua terkoordinasi rapi. Dari pantauan kami, arus lalu lintas memang padat, tapi masih bisa bergerak walau pelan. Baca Juga: Kondisi Terkini Pasar Baru Karebosi Kendari untuk melihat bagaimana arus mudik ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Peran Gubernur Sultra dan ASR: Simbol Kepedulian ke Perantau

Astaga, kehadiran Gubernur Sultra di tengah kerumunan peserta Mudik Gratis ASR serasa jadi magnet tersendiri. Warga berebut salaman, foto bersama, dan menyampaikan langsung aspirasi mereka. Di momen pelepasan, gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi dan pihak penyelenggara ingin memastikan para perantau yang sudah berkeringat di Kendari bisa merasakan mudik yang aman, nyaman, dan gratis.

Program ini bukan cuma soal angkut orang pulang kampung, tapi juga soal membangun citra Sulawesi Tenggara sebagai rumah kedua yang peduli pada perantau dari mana pun asalnya. Dari Maluku Utara sampai daerah lain di Indonesia timur, Kendari jadi kota persinggahan dan kota harapan. Aih, bangga ji jadi warga Kota Lulo!

Beberapa bus diberi label rute tujuan ke berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara. Para panitia berkali-kali mengumumkan lewat pengeras suara: jangan sampai salah naik bus, jangan ada yang tercecer. Suasananya ramai, tapi tertib. Kalau dengar langsung, seperti berada di bandara internasional mini versi darat. Geger geden tapi terorganisir toh!

Haru, Tangis, dan Doa: Detik-detik Bus Mudik Gratis ASR Berangkat

Detik paling mencekam sekaligus haru datang saat mesin bus mulai dinyalakan. Asap knalpot tipis naik, klakson panjang dibunyikan, dan tangan-tangan melambai ke udara. Itulah momen ketika rindu yang bertahun-tahun dipendam akhirnya punya jalan pulang. Banyak yang tidak bisa menahan air mata. Kassian, ada yang peluk orang tua angkat di Kendari, ada juga yang peluk teman sekos, bilang, “Tunggu saya kembali mi habis lebaran, kita cari rejeki lagi sama-sama.”

Sejumlah warga Kendari yang tidak ikut mudik tetap datang hanya untuk mengantar teman dan saudara. “Kami di sini ji, jaga rumah, jaga kios. Kalian pulang pi dulu, jangan lupa kembali kerja di Kendari,” ujar seorang pemilik warung di sekitar lokasi. Deh, inilah solidaritas khas Kota Lulo, ramai-ramai saling topang.

Pemerintah daerah dan penyelenggara juga mengingatkan soal protokol keselamatan. Penumpang diminta tetap memakai sabuk pengaman bila tersedia, menjaga kebersihan bus, dan mematuhi instruksi sopir serta pendamping. “Perjalanan ini panjang, keselamatan nomor satu toh,” tegas salah satu koordinator lapangan.

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Mudik Gratis ASR di Kota Lulo

Tidak bisa dipungkiri, Mudik Gratis ASR punya efek domino ke ekonomi dan sosial di Kendari. Beberapa hari sebelum keberangkatan, permintaan jasa fotokopi, percetakan banner, sampai penyewaan sound system meningkat. Warung sekitar lokasi pelepasan laris manis, dagangan ludes sebelum siang. Mantap djiwa, perputaran uang berasa sekali di kantong pelaku usaha mikro.

Secara sosial, program mudik ini memperkuat ikatan antara perantau Maluku Utara dan masyarakat lokal Kendari. Hubungan yang sudah terjalin lewat kerja bareng di pasar, bengkel, konstruksi, hingga perkantoran, kini makin erat karena ada momen perpisahan sementara yang penuh doa dan harapan. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Transportasi Lebaran untuk melihat bagaimana pemerintah kota menyinergikan program seperti ini dengan layanan publik lainnya.

Ke depan, warga berharap program seperti Mudik Gratis ASR bukan cuma sekali setahun, tapi jadi agenda rutin yang makin besar skalanya. Ada yang usul supaya tujuan diperluas, tidak hanya Maluku Utara, tapi juga daerah lain yang banyak perantaunya di Kendari. “Kalau bisa, tahun depan tambah mi kuotanya, banyak teman-teman yang belum dapat kesempatan tahun ini,” pinta seorang pemuda perantau saat diwawancarai.

Pada akhirnya, dari pelabuhan hingga terminal, dari tangis haru sampai tawa lega, satu pesan yang sama menggema: Kendari adalah rumah kedua, dan Maluku Utara adalah rumah pertama yang selalu dirindukan. Program mudik gratis ini menjembatani dua rumah itu. Warga Kota Lulo, kita jaga terus kebersamaan ini, supaya tahun-tahun berikutnya, geger bahagia seperti ini bisa terulang lagi, lebih besar, lebih heboh, dan lebih bermanfaat bagi semua. Tenang saja, aman ji itu barang kalau kita sama-sama dukung dan kawal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan