Beranda / Peristiwa / Banjir Kendari: 5 Fakta Geger Kota Dikepung Air

Banjir Kendari: 5 Fakta Geger Kota Dikepung Air

Suasana Banjir Kendari saat hujan deras mengepung jalan dan permukiman
0 0
Read Time:4 Minute, 31 Second

Beritakotakendari.comBanjir Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Sejak hujan dengan intensitas tinggi mengguyur tanpa henti, air naik pelan tapi pasti sampai-sampai beberapa kawasan di Kendari serasa dikepung lautan cokelat. Astaga, situasi di lapangan betul-betul senam jantung mi, warga berlarian selamatkan barang, motor mogok di tengah genangan, dan arus lalu lintas kacau balau.

Reporter Beritakotakendari.com langsung turun lokasi memantau dari beberapa titik genangan. Di lapangan, warga mengeluh air masuk rumah, drainase meluap, dan akses ke pusat kota terganggu. Aih, ngeri ji ini kalau hujan susulan datang lagi, toh.

Banjir Kendari Akibat Hujan Deras: Kronologi Singkat

Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur Kota Kendari sejak pagi hingga siang hari. Dalam hitungan jam, genangan mulai terlihat di jalan utama dan permukiman warga. Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air. Di beberapa titik, air sudah setinggi lutut orang dewasa, membuat kendaraan roda dua dan empat harus ekstra hati-hati.

Di kawasan sekitar pusat kota, ruas jalan yang biasanya padat kini berubah jadi kolam dadakan. Pengendara terpaksa menepi, beberapa memilih putar balik karena takut mesin kendaraannya kemasukan air. “Macet mi di mana-mana, nda bisa lewat lagi,” keluh salah satu warga yang ditemui di lokasi banjir.

Di permukiman padat, warga terlihat bergotong royong mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Anak-anak digendong, perabot rumah dialasi batu atau kursi untuk menghindari terendam. Kassian, ada juga rumah yang lantainya lebih rendah sehingga air cepat sekali masuk. Suasana penuh kecemasan namun tetap ada semangat saling bantu, khas warga Kota Lulo.

Titik Banjir Kendari Paling Parah dan Dampak ke Aktivitas Warga

Sejumlah titik di Kendari dilaporkan mengalami banjir dengan ketinggian bervariasi. Di beberapa ruas jalan utama, air mencapai setengah ban bahkan lebih, membuat lalu lintas tersendat parah. Beberapa sekolah dan tempat usaha dikabarkan mengurangi aktivitas karena akses jalan sulit dilalui. Warga yang hendak bekerja atau beraktivitas terpaksa menunggu air surut terlebih dahulu.

Aktivitas ekonomi pun ikut terpukul. Pedagang kecil di pinggir jalan menutup lapak lebih cepat. “Sudah nda bisa jualan mi, air naik sampai bawah meja,” kata salah seorang pedagang yang kami temui. Di pasar tradisional, beberapa kios terpantau kebanjiran, barang dagangan basah, dan pembeli enggan datang karena takut terjebak genangan. Baca Juga: Kondisi Terkini Pasar Baru Kendari Saat Musim Hujan.

Transportasi umum ikut kacau. Angkutan kota mengubah rute secara mendadak untuk menghindari jalan rendah yang tergenang. Untuk warga yang menggunakan sepeda motor, ini situasi mencekam, Bosku. Salah jalan sedikit, bisa mogok dan jatuh di genangan yang lubangnya tidak kelihatan. Aih, nda ada obatnya kalau sudah ketemu lubang tertutup air begitu.

Respons Pemkot Kendari dan Peringatan untuk Warga

Pemerintah Kota Kendari melalui instansi terkait disebut tengah memantau situasi di lapangan. Tim gabungan kebencanaan dan petugas teknis terlihat turun untuk membantu mengatur lalu lintas, mengamankan warga, dan memantau ketinggian air di beberapa titik. Warga diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rendah. Baca Juga: Sikap Tegas Pemkot Kendari Terkait Banjir Musiman.

Pemerintah juga mengingatkan agar warga tidak memaksa melintas di genangan yang tidak jelas kedalamannya. Lebih baik tunggu pi air agak surut, toh, daripada memaksakan diri dan berakhir mogok di tengah jalan. Selain itu, warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat drainase dan memperparah banjir.

Di beberapa titik, relawan dan warga setempat mulai membentuk pos pengungsian darurat ala kadarnya, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Meski seadanya, semangat saling bantu ini jadi penguat di tengah situasi yang bikin deg-degan setiap menitnya.

Banjir Kendari dan Masalah Drainase: PR Lama yang Terulang

Fenomena Banjir Kendari kali ini kembali membuka mata soal betapa krusialnya sistem drainase dan tata kelola air di perkotaan. Bukan sekali dua kali Kendari dilanda genangan ketika hujan deras turun. Warga pun mulai bertanya-tanya, sampai kapan harus was-was tiap awan gelap datang? “Setiap hujan deras, sudah siap-siap mi kita angkat barang,” kata seorang ibu rumah tangga di kawasan yang langganan tergenang.

Saluran yang dangkal, tertutup sedimentasi dan sampah, membuat air meluap cepat. Padahal, kota ini terus berkembang, pembangunan gedung dan pemukiman baru jalan terus. Kalau drainase tidak segera dibenahi, skenario banjir seperti hari ini bisa saja jadi langganan tiap musim hujan. Baca Juga: Rencana Besar Penataan Drainase Mandonga dan Sekitarnya.

Di sisi lain, kesadaran warga soal kebersihan lingkungan juga masih perlu ditingkatkan. Sampah plastik di selokan, sisa material bangunan yang menutup parit, itu semua berkontribusi. Jadi bukan cuma tugas pemerintah, tapi kerja bareng. Kalau sama-sama jaga lingkungan, insyaallah risiko bisa berkurang banyak ji.

Imbauan untuk Warga Kendari: Tetap Waspada, Jangan Panik

Untuk Warga Kota Lulo, di tengah situasi banjir seperti ini, yang paling penting adalah keselamatan ji dulu. Jika tinggal di wilayah yang rawan genangan, siapkan dokumen penting dalam satu tas kedap air, atur posisi peralatan listrik lebih tinggi, dan pantau terus informasi resmi dari pemerintah dan aparat terkait. Jangan gampang percaya info hoaks di media sosial yang justru bikin panik.

Bagi pengendara, jika mendapati genangan tinggi, lebih baik putar balik daripada memaksakan diri. Tunggu pi beberapa saat sampai air surut, atau cari jalur alternatif yang lebih aman. Ingat, kendaraan bisa diperbaiki, tapi nyawa nda bisa diganti, toh.

Situasi Banjir Kendari kali ini jadi pengingat keras bahwa kota butuh perencanaan matang menghadapi cuaca ekstrem. Namun di tengah semua ini, solidaritas warga yang saling bantu, saling teriak peringatan, saling dorong motor di genangan, itulah yang membuat suasana mencekam bisa sedikit lebih hangat. Mantap djiwa semangat gotong royong warga Kendari, semoga air segera surut dan aktivitas kembali normal mi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan