Beritakotakendari.com – World Book Day 2026 bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari halaman kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, suasana pagi sampai sore berubah jadi lautan manusia pencinta buku. Weh, menyala abangku, BI Sultra turun tangan langsung dorong literasi ekonomi lewat bedah buku "Prinsipil Ekonomi" yang bikin peserta senam jantung karena penuh ilmu dan contoh real di lapangan.
Warga Kota Lulo, suasana di lokasi ini bukan main-main ji. Stand buku berjejer, siswa-siswi SMA, mahasiswa, komunitas literasi, sampai pelaku UMKM tumplek blek. Aih, ngeri! Semua datang demi satu tujuan: paham ekonomi dasar supaya tidak salah langkah ambil keputusan di tengah gempuran tren keuangan digital dan gaya hidup serba cashless.
World Book Day 2026 di BI Sultra: Lautan Manusia Pencinta Buku
Sobat Kendari, dari pantauan langsung reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara, sejak pagi antrean masuk ke area kegiatan sudah mengular. Petugas keamanan kewalahan mengatur arus pengunjung, tapi tenang ji, tertib dan aman toh. Di pintu masuk, pengunjung disambut deretan buku-buku ekonomi, keuangan, dan literasi dasar yang disusun rapi menggoda mata.
Bedah buku "Prinsipil Ekonomi" jadi bintang utama. Narasumber dari BI Sultra kupas tuntas bagaimana prinsip ekonomi sederhana bisa dipakai sehari-hari: dari ngatur uang jajan, cara menabung, sampai cara memilah mana investasi sehat dan mana yang cuma janji manis. Astaga, kalau dengar langsung penjelasan di ruangan tadi, banyak peserta angguk-angguk kepala sambil elus dada, "Pantes mi selama ini uangku habis terus."
Menurut panitia, gelaran puncak World Book Day 2026 ini bukan cuma seremonial. Ada sesi tanya jawab interaktif, games literasi, dan kuis yang hadiahnya buku ekonomi plus souvenir resmi BI. Mantap djiwa! Baca Juga: Program Literasi Keuangan di MTQ Square Kendari yang juga diserbu pelajar beberapa waktu lalu.
Bedah Buku "Prinsipil Ekonomi": Dari Teori ke Dompet Warga
Saudara-saudaraku, inti geger kegiatan hari ini ada di sesi bedah buku. Narasumber memulai dengan pertanyaan telak, "Selama ini kita kerja keras, tapi uang habis terus, salah siapa di?" Ruangan langsung heboh. Ada yang tertawa, ada yang senyum kecut, ada juga yang langsung buka aplikasi mobile banking cek saldo, kassian.
Di sesi ini dijelaskan prinsip dasar ekonomi: kebutuhan vs keinginan, skala prioritas, sampai cara membaca peluang usaha kecil di lingkungan sekitar. Contohnya sederhana, khas Kendari sekali: jualan es pisang ijo di Mandonga, buka jasa laundry dekat kampus, atau jualan cemilan ikan di sekitar Pasar Baru. Semua dikaitkan dengan cara menghitung modal, keuntungan, dan risiko. Weh, kalau siswa SMA yang hadir tadi bisa praktik, dua-tiga tahun pi ke depan bisa lahir pengusaha muda Kota Lulo.
Pemateri juga mengingatkan soal jebakan paylater, pinjol ilegal, dan gaya hidup "biar keliatan mewah dulu, mikir belakangan". Aih, ini yang bikin banyak peserta spontan bilang, "kena mental mi saya". BI Sultra menegaskan, literasi ekonomi bukan cuma buat orang kantoran atau pengusaha besar, tapi buat semua, dari ibu rumah tangga sampai ojek online. Baca Juga: Suasana Ekonomi Warga di Sekitar Pasar Baru Kendari yang terus berkembang dengan pola konsumsi baru.
Peran BI Sultra: Dari Kantor Ber-AC ke Lapangan
Warga Kota Lulo, BI Sultra hari ini menunjukkan kalau mereka bukan cuma sibuk di balik meja dan layar monitor. Mereka turun langsung ke masyarakat lewat agenda World Book Day 2026 ini. Di sela acara, perwakilan BI menyampaikan bahwa literasi keuangan di Sultra masih perlu digenjot. Banyak warga sudah pakai layanan digital, tapi belum paham cara mengelola risiko dan hak-hak konsumen.
Itu sebabnya, kegiatan seperti bedah buku "Prinsipil Ekonomi" digarap serius. Materi dikemas santai, pakai contoh sehari-hari, dibumbui candaan khas Sulawesi Tenggara. Tenang saja, berat-berat ji istilah ekonominya, tapi dijelaskan pelan-pelan toh, jadi semua bisa ikut memahami. Ada juga simulasi cara menyusun anggaran rumah tangga sederhana. Di sini peserta diminta membuat pos: kebutuhan pokok, tabungan, darurat, dan hiburan. Banyak yang baru sadar, "Pantas mi tiap bulan jebol, porsi hiburan lebih besar dari tabungan."
Antusias Pelajar & Mahasiswa: Ruangan Penuh, Kursi Kurang
Aih, ngeri! Ruangan utama tiba-tiba diserbu rombongan pelajar dan mahasiswa. Panitia sampai harus menambah kursi dadakan. Ada yang berdiri di belakang, ada yang duduk di lantai, tapi tidak ada yang mau keluar, takut ketinggalan ilmu. Sobat Kendari, pemandangan ini bikin hati adem: generasi muda rela berdesak-desakan demi dengar penjelasan soal ekonomi dasar.
Beberapa siswa mengaku baru sekarang paham arti inflasi, suku bunga, dan pentingnya menabung sejak dini. Ada juga mahasiswa yang bilang, bedah buku ini membuka wawasan mereka soal peluang riset dan skripsi di bidang ekonomi kerakyatan. Deh, nda ada obatnya semangat anak-anak ini. Kalau dijaga baik-baik, masa depan ekonomi Sultra bisa menyala betul.
Di sela kegiatan, stand foto dan pojok baca tidak pernah sepi. Pengunjung bebas baca buku, foto-foto untuk diunggah ke media sosial, sambil menandai akun resmi BI Sultra. Harapannya, pesan literasi ekonomi ini menyebar lebih luas. Baca Juga: Program Edukasi Keuangan Bareng Pemkot Kendari yang rencananya akan disinergikan dengan kegiatan seperti hari ini.
Dampak ke Depan: Dari World Book Day 2026 ke Kebiasaan Membaca
Warga Kota Lulo, kegiatan seheboh ini tidak boleh berhenti di euforia sesaat ji. Narasumber dan panitia berulang kali mengingatkan, yang penting bukan cuma datang dan foto-foto, tapi bawa pulang ilmu lalu dipraktikkan. Buku "Prinsipil Ekonomi" diharapkan jadi pegangan awal bagi siapa saja yang mau mulai mengatur keuangan lebih tertib.
BI Sultra juga mendorong sekolah, kampus, dan komunitas literasi untuk bikin kelas-kelas kecil lanjutan. Tunggu pi jadwal berikutnya, katanya akan ada sesi khusus UMKM, biar pelaku usaha kecil di Kendari bisa naik kelas. Kalau gerakan literasi ekonomi ini berlanjut, bukan mustahil, beberapa tahun lagi Kota Kendari dikenal sebagai kota yang warganya melek finansial, bukan gampang tergoda skema cepat kaya abal-abal.
Jadi, Sobat Kendari, pesan hari ini jelas mi: baca buku bukan cuma buat kelihatan pintar di, tapi buat selamatkan dompet dan masa depan. World Book Day 2026 di BI Sultra resmi menyalakan alarm sadar ekonomi di tengah masyarakat. Tinggal kita semua, mau ikut bergerak atau cuma jadi penonton toh?





Average Rating