Beranda / Peristiwa / Wali Kota Kendari: 5 Pesan Viral Prime Time tvOne

Wali Kota Kendari: 5 Pesan Viral Prime Time tvOne

Wali Kota Kendari tampil prime time di tvOne disaksikan warga di warkop Kendari
0 0
Read Time:4 Minute, 52 Second

Beritakotakendari.comWali Kota Kendari bikin geger satu studio tvOne malam ini, Bosku! Tampil di jam prime time, layar kaca menyala abangku, bawa pesan besar dan menyentuh sekali untuk perempuan, khususnya dari Kota Lulo Kendari sampai seluruh Indonesia. Aih, ngeri mi, suasana di ruang nonton bareng di Kendari sampai berasa seperti nonton final Piala Dunia, Saudara-saudaraku!

Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung melaporkan untuk Sobat Kendari: bagaimana sang Wali Kota duduk tenang tapi percaya diri, menjawab setiap pertanyaan dengan mantap djiwa, dan berkali-kali menegaskan soal peran penting perempuan dalam pembangunan. Tenang ji, kita kupas tuntas pelan-pelan toh, biar tidak ada yang terlewat.

Wali Kota Kendari di Prime Time tvOne: Momen yang Bikin Menyala

Warga Kota Lulo, suasana jelang tayangan prime time ini sudah mulai panas mi dari sore. Di beberapa warkop kawasan MTQ Kendari, layar TV dipasang besar-besar, kursi ditata, kopi hitam dan teh tarik berjejer. “Tunggu pi Wali Kota bicara dulu, baru kita pulang,” kata seorang warga yang saya temui, sambil tertawa tapi matanya fokus ke layar. Baca Juga: Suasana Nongkrong Seru di Kawasan MTQ Kendari

Begitu bumper program tvOne muncul, langsung suasana seperti lautan manusia yang menahan napas. Nama Wali Kota Kendari disebut, kamera menyorot, dan di saat itu juga, suasana di Kendari seakan senam jantung, Bosku. Astaga, rapi sekali penampilannya, jas resmi, ekspresi tenang, tapi sorot mata tegas. Deh, nda ada obatnya!

Di segmen pembuka, Wali Kota menjelaskan dulu posisi Kendari sebagai ibu kota Sulawesi Tenggara yang lagi giat-giatnya membangun. Tapi yang bikin makin menarik adalah penekanannya bahwa pembangunan tidak boleh hanya bicara infrastruktur, tapi juga kualitas sumber daya manusia, terutama perempuan. “Kalau perempuan maju, keluarga kuat. Kalau keluarga kuat, kota tumbuh sehat,” kurang lebih begitu esensi kalimatnya yang bikin penonton langsung manggut-manggut.

Pesan Besar untuk Perempuan: Dari Kendari untuk Indonesia

Ini dia inti yang bikin geger geden, Sobat Kendari. Sepanjang tayangan, Wali Kota Kendari berulang kali menyebut betapa strategisnya peran perempuan. Bukan hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi juga sebagai pemimpin komunitas, pelaku UMKM, pendidik, bahkan pengambil keputusan. Weh, menyala abangku, cara penyampaiannya halus tapi tajam.

Beliau menyoroti beberapa poin kunci: pentingnya akses pendidikan bagi anak perempuan, dukungan terhadap perempuan pelaku usaha di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern, serta perlindungan dari kekerasan. “Jangan ada lagi perempuan yang takut bersuara,” begitu kira-kira penegasannya. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, mengingat masih banyak kasus kekerasan yang terjadi diam-diam di tengah masyarakat.

Dalam salah satu jawaban, Wali Kota menyebut program-program yang sedang dan akan dijalankan di Kendari, mulai dari penguatan pusat layanan terpadu untuk perempuan dan anak, pelatihan kewirausahaan, hingga pemberdayaan di tingkat kelurahan. Di Mandonga, Wuawua, sampai Poasia, targetnya sama: perempuan harus punya ruang aman untuk berkembang. Baca Juga: Program Pemberdayaan Perempuan di Pemkot Kendari

Perempuan Pelaku UMKM dan Pasar Tradisional Ikut Disorot

Di segmen tengah, pembahasan mengerucut pada perempuan pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Di Kendari, kita tahu sendiri toh, dari Pasar Baru sampai Pasar Panjang, banyak sekali ibu-ibu hebat yang jaga lapak dari subuh sampai malam. Kassian, capek sekali, tapi senyum tidak pernah lepas.

Wali Kota Kendari menegaskan dukungan Pemkot pada akses modal, pendampingan, sampai digitalisasi pemasaran untuk perempuan pedagang. “Jangan kalah dengan toko online. Ibu-ibu kita juga harus melek teknologi,” kurang lebih demikian penjelasannya di tvOne. Mantap djiwa, karena ini nyambung sekali dengan kebutuhan lapangan di Kendari saat ini. Baca Juga: Kondisi Terkini Pasar Baru Kendari dan Rencana Revitalisasi

Di warkop tempat saya meliput, beberapa ibu penjual kue yang ikut nonton bareng langsung saling pandang dan mengangguk. “Bagusmi kalau begitu, Pak Wali ingat juga kami di pasar,” celetuk seorang ibu. Di? Ini respon spontan yang menunjukkan bahwa pesan yang dibawa dari studio tvOne di Jakarta sana, nyampe ji ke hati warga di Kendari.

Citra Kendari di Mata Nasional: Bukan Hanya Soal Macet dan Banjir

Warga Kota Lulo sering kali mengeluh, kalau Kendari muncul di TV nasional, biasanya soal banjir lah, macet lah, atau masalah konflik. Nah malam ini beda mi, Bosku. Wali Kota Kendari tampil membawa isu yang jauh lebih konstruktif: penguatan perempuan sebagai pilar pembangunan kota.

Ini penting sekali untuk citra daerah. Di layar tvOne, Kendari terlihat sebagai kota yang serius memikirkan kualitas hidup warganya, bukan cuma proyek fisik. Aih, kita yang di lapangan rasanya bangga juga, meski tetap harus kritis toh: semua janji dan program itu harus diikuti dengan pelaksanaan nyata, bukan hanya indah di layar kaca.

Beberapa pengamat lokal yang saya hubungi lewat telepon menilai, kehadiran Wali Kota di prime time adalah momentum komunikasi politik sekaligus etalase kebijakan kota. Dalam bahasa sederhananya: ini kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Kendari punya arah jelas terhadap isu perempuan, kesetaraan, dan perlindungan sosial.

Harapan Warga: Jangan Cuma Bagus di TV, Tapi Juga di Lapangan

Saudara-saudaraku, setelah kamera tvOne padam dan program ditutup, obrolan warga di Kendari tidak langsung bubar ji. Di warkop, di grup WhatsApp kompleks, sampai di pinggir-pinggir jalan, masih ramai dibahas. Ada yang memuji keberanian Wali Kota mengangkat isu perempuan di panggung nasional, ada juga yang bertanya: “Bagusmi di TV, kapan rasa kita di lapangan menyusul?”

Itu dia PR besar, Bosku. Warga berharap, komitmen yang disampaikan malam ini segera diterjemahkan jadi tindakan: layanan pengaduan perempuan yang benar-benar responsif, pelatihan yang tidak sekadar seremoni, dan perlindungan hukum yang tegas bagi korban kekerasan. Kalau itu bisa diwujudkan, baru kita bisa bilang, apa yang diucapkan di tvOne dan yang dirasakan di lorong-lorong sempit Kendari ini sejalan ji, tidak beda jauh.

Pada akhirnya, tayangan prime time ini jadi penanda bahwa suara perempuan dari daerah, termasuk dari Kota Lulo, mulai mendapat panggung besar. Tinggal kita tunggu pi beberapa bulan ke depan: apakah program-program yang disebut Wali Kota benar-benar jalan di lapangan atau cuma lewat di layar TV. Aih, warga Kendari sudah cerdas mi, semua akan diawasi toh, dari Pasar Baru sampai pinggir Teluk Kendari.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan