Beritakotakendari.com – The Park Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Mall baru kebanggaan Warga Kota Lulo ini resmi diganjar sertifikasi hijau internasional EDGE Advanced karena klaim hemat energi sampai sekitar 65 persen mi. Aih, ini bukan prestasi ecek-ecek toh, tapi level dunia yang biasanya cuma dipajang di gedung-gedung elit ibukota! Reporter lapangan paling heboh se-Sultra lagi berdiri langsung di area The Park Kendari, di bawah terik matahari Teluk Kendari, memantau situasi yang betul-betul terasa beda: megah, dingin AC-nya, tapi ramah lingkungan ji.
The Park Kendari Hemat Energi 65 Persen, Astaga Menyala!
Sobat Kendari, dari data teknis yang dihimpun di lokasi, manajemen The Park Kendari menyebut bangunan ini dirancang khusus untuk mengurangi konsumsi energi hingga kurang lebih 65 persen dibanding gedung komersial konvensional. Bukan main-mi, ini angka yang di atas standar biasa. Sertifikasi EDGE Advanced yang mereka kantongi itu bukan pi asal tempel stiker, tapi hasil perhitungan rinci soal hemat energi, hemat air, sampai efisiensi material bangunan.
Di area parkiran dan fasad bangunan, tampak penggunaan kaca dan bahan bangunan yang dirancang untuk meminimalkan panas matahari masuk terlalu banyak. Di dalam, sistem pencahayaan LED berdaya rendah menyala terang benderang, tapi konsumsi listriknya irit ji. Sistem pendingin ruangan juga disebut memakai teknologi hemat energi sehingga tagihan listrik bisa ditekan sambil tetap bikin pengunjung betah nongkrong.
Warga yang ditemui di pintu utama mengaku kaget toh, baru sadar kalau mall ini ternyata mall hijau. “Sa kira cuma mall biasa ji, ternyata hemat energi sampe segitu besar, mantap djiwa,” ujar salah seorang pengunjung sambil tertawa. Di tengah isu tarif listrik naik turun dan cuaca Kota Kendari yang makin panas, klaim penghematan 65 persen ini terasa seperti kabar segar yang bikin dada sedikit lega, kassian.
Baca Juga: Rencana Pemkot Kendari Kembangkan Ruang Terbuka Hijau
Sertifikasi EDGE Advanced: Standar Hijau Kelas Dunia di Kendari
Warga Kota Lulo! Sertifikasi EDGE Advanced yang diterima The Park Kendari ini adalah standar bangunan hijau yang dikembangkan International Finance Corporation (IFC), bagian dari World Bank Group. Jadi bukan pi label lokal-lokal biasa toh, tapi pengakuan dari lembaga keuangan internasional yang ketat sekali hitung-hitungannya. Untuk tembus level Advanced, bangunan wajib menunjukkan penghematan signifikan di tiga sektor: energi, air, dan material.
Di lapangan, tim teknis menerangkan kepada jurnalis bahwa The Park Kendari menggunakan armada fixture air hemat, termasuk kran dan sanitasi berteknologi rendah debit. Ini bikin konsumsi air turun drastis tanpa mengorbankan kenyamanan pengunjung. Material bangunan dipilih yang punya jejak karbon lebih rendah, termasuk bata, beton, dan elemen finishing yang disesuaikan dengan standar EDGE. Semua itu dihitung pakai perangkat lunak resmi IFC yang memproyeksikan penghematan sepanjang umur bangunan.
Astaga, kalau melihat dari dekat plafon, dinding, sampai tata ruangnya, baru terasa toh, desainnya memang beda. Banyak area yang memanfaatkan cahaya alami siang hari sehingga lampu bisa dikurangi pemakaiannya. Koridor-koridor juga dirancang supaya sirkulasi udara lebih lega, jadi AC tidak harus kerja sekeras di gedung model lama.
Baca Juga: Revitalisasi Kawasan MTQ Kendari dan Dampaknya ke Ekonomi
Dampak The Park Kendari untuk Kota Hijau dan Ekonomi Lokal
Sobat Kendari, kalau bicara mall, biasanya orang langsung ingat macet, listrik boros, dan sampah menumpuk. Tapi dengan model hemat energi seperti The Park Kendari ini, narasinya pelan-pelan bergeser. Penghematan energi sampai sekitar 65 persen berarti beban sistem listrik secara keseluruhan juga berkurang. Bayangkan pi, kalau makin banyak bangunan besar di Mandonga, Anduonohu, sampai Puuwatu ikut jejak ini, Kota Kendari bisa melompat jadi pionir kota hijau di kawasan timur, weh menyala abangku!
Dari sisi ekonomi, keberadaan mall bersertifikasi hijau ini berpotensi menarik tenant-tenant nasional yang memang mensyaratkan komitmen lingkungan. Pengunjung merasa lebih nyaman, brand image kota naik, dan investor pun melirik. Tenaga kerja lokal terserap baik di sektor ritel maupun operasional gedung, mulai dari teknisi sistem hemat energi sampai cleaning service yang dilatih mengelola sampah lebih teratur.
Pengamat tata kota yang ditemui di area food court menjelaskan, The Park Kendari bisa jadi model bagi pembangunan pusat perbelanjaan dan perkantoran berikutnya. “Kota ini berkembang pesat, Mi. Kalau pemilik bangunan ikut standar hijau, maka ke depan kita bisa kurangi jejak karbon, tapi ekonomi tetap jalan kencang ji,” ujarnya santai. Ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang mulai mendorong efisiensi energi dan kualitas lingkungan di kawasan perkotaan.
Baca Juga: Wacana Penataan Ulang Pasar Baru dan Kawasan Sekitar
Respons Warga Kota Lulo: Bangga Tapi Tetap Kritis
Di lapangan, suasana di sekitar The Park Kendari pagi hingga sore hari tampak ramai tapi masih terkendali. Lautan manusia belum sampai bikin macet total, namun arus kendaraan mulai padat di jam-jam sibuk. Beberapa warga mengaku bangga karena Kendari akhirnya punya bangunan dengan sertifikasi hijau internasional, tapi mereka juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah dan transportasi publik yang terintegrasi.
“Bagus mi hemat energi, tapi kalau kendaraan makin banyak dan parkir liar di mana-mana, ya polusi tetap naik toh,” kata seorang pengunjung yang tinggal di sekitar daerah Konda. Pemerhati lingkungan mendorong agar pengelola The Park Kendari menyediakan fasilitas penunjang ramah lingkungan lain, seperti charging station kendaraan listrik, kantong parkir sepeda, dan jalur pejalan kaki yang nyaman dari dan menuju halte angkutan umum.
Warga berharap Pemkot Kendari responsif untuk memasukkan kawasan sekitar The Park Kendari dalam rencana besar kota hijau. Sinergi antara investor swasta, pemerintah, dan masyarakat dinilai jadi kunci, supaya prestasi sertifikasi EDGE Advanced ini tidak berhenti di seremoni pencanangan saja. Tinggal kita lihat pi, apakah momentum ini dimanfaatkan maksimal atau lewat begitu ji.
Harapan ke Depan: Dari Satu Mall Hijau ke Satu Kota Hijau
Saudara-saudaraku Warga Kota Lulo, momen The Park Kendari meraih sertifikasi EDGE Advanced ini ibarat alarm pengingat sekaligus peluit start. Alarm bahaya pemanasan global sudah lama bunyi, tapi sekarang ada contoh konkret di depan mata: bangunan komersial besar bisa tetap megah, tetap ramai, tapi jejak energinya dikecilkan. Ini peluang kita untuk menjadikan Kendari bukan cuma kota lulo dan kuliner mantap jiwa, tapi juga kota hijau yang diperhitungkan.
Ke depan, publik menunggu langkah lanjutan: apakah pusat perkantoran, hotel, hingga gedung pemerintahan di Kendari akan ikut mengejar standar serupa? Apakah aturan insentif pajak atau kemudahan perizinan untuk bangunan hemat energi akan dikeluarkan Pemkot? Tunggu pi, dinamika kebijakan ini pasti akan kami kawal terus dari lapangan.
Satu hal jelas: dengan The Park Kendari yang sudah menyabet sertifikasi hijau berkelas dunia, standar baru sudah tercetak di Sulawesi Tenggara. Tinggal sekarang, mau ikut naik kelas toh, atau tertinggal di belakang sambil bilang, “Andai dulu kita mulai hemat energi lebih cepat mi”. Aih, semoga bukan cuma jadi andai-andai, Bosku.






Average Rating