Beritakotakendari.com – Kartini Infrastruktur bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Warga Kota Lulo seolah diajak senam jantung kolektif begitu kabar Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, resmi meraih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026. Aih, ngeri! Dari pusat kota sampai pesisir Teluk Kendari, obrolan malam ini cuma satu: penghargaan bergengsi yang mengangkat nama Kendari di level nasional.
Kartini Infrastruktur 2026: Momen Bersejarah untuk Kendari
Saudara-saudaraku, suasana di lokasi acara penganugerahan tampak seperti lautan manusia. Wartawan, pejabat, tamu undangan, semua tumplek jadi satu. Saat nama Siska Karina Imran disebut sebagai penerima Anugerah Kartini Infrastruktur 2026, tepuk tangan langsung pecah, keras sekali sampai bikin merinding. Weh, menyala abangku! Kendari dibawa naik panggung nasional, bukan main mi.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah perempuan pemimpin di sektor pembangunan infrastruktur. Dalam konteks Kendari, Siska dinilai sukses mendorong percepatan berbagai proyek strategis, mulai dari penataan jalan kota, pengembangan kawasan waterfront, sampai penguatan fasilitas pelayanan dasar. Tenang saja, ini bukan pujian kosong ji, tapi penilaian resmi dari panitia nasional, toh.
Di luar gedung acara, beberapa warga Kendari yang mengikuti lewat siaran langsung di layar besar spontan berteriak gembira. “Bangga mi kita, ada juga nama Kendari disebut-sebut di level nasional,” ujar salah satu warga yang kami temui di kawasan MTQ Kendari. Baca Juga: Update Kegiatan MTQ di Jantung Kota Kendari. Astaga, ekspresi bahagia mereka jelas sekali, kassian, seperti terbayar sudah rasa minder selama ini kalau bicara soal pembangunan kota.
Profil Singkat Siska Karina Imran dan Kiprah Infrastruktur
Warga Kota Lulo, untuk yang mungkin masih bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok di balik penghargaan Kartini Infrastruktur ini? Siska Karina Imran adalah Wali Kota Kendari yang dalam beberapa tahun terakhir gencar mendorong pembenahan wajah kota. Mulai dari penataan kawasan pusat perbelanjaan seperti Mandonga dan Pasar Baru, hingga pembukaan akses jalan baru yang mempersingkat waktu tempuh warga dari pinggiran ke pusat kota. Baca Juga: Rencana Revitalisasi Pasar Baru Kendari.
Di sela-sela acara, Siska tampak tenang tetapi matanya berbinar. Saat diwawancarai, ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan miliknya sendiri. “Ini kerja-kerja kolektif Pemkot Kendari dan dukungan warga semua. Saya ini cuma perwakilan yang berdiri di atas panggung,” kurang lebih begitu intinya. Rendah hati ji gaya bicaranya, tapi dampak kebijakannya terasa sampai ke lorong-lorong kota.
Program prioritas infrastruktur di era kepemimpinannya, menurut catatan resmi, mencakup peningkatan jalan lingkungan, lampu penerangan jalan umum, drainase untuk mengurangi banjir genangan, serta penataan ruang terbuka hijau di beberapa titik. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada saat ingat dulu-dulu, jalan becek, gelap, dan sering banjir. Sekarang pelan-pelan berubah mi, meski belum sempurna toh.
5 Fakta Penting Anugerah Kartini Infrastruktur di Kendari
Dari pantauan langsung tim lapangan, berikut lima poin penting yang membuat momen ini geger di kalangan warga Kendari:
1. Penghargaan Nasional yang Bawa Nama Kendari Naik Kelas
Penghargaan Kartini Infrastruktur 2026 bukan sembarang pi, Bosku. Ini level nasional, dengan penerima dari berbagai daerah di Indonesia. Nama Kendari kini resmi sejajar dengan kota-kota besar lain dalam hal inovasi dan komitmen pembangunan infrastruktur. Mantap djiwa! Bagi pelaku usaha lokal, ini jadi amunisi promosi: kota yang serius membenahi diri.
2. Sorotan pada Peran Perempuan dalam Pembangunan Kota
Astaga, di tengah suasana politik yang sering keras, apresiasi khusus untuk pemimpin perempuan seperti Siska menjadi pesan kuat bahwa perempuan bukan pelengkap ji di pemerintahan. Di Kendari sendiri, banyak aktivis perempuan mengapresiasi momentum ini sebagai pintu untuk mendorong lebih banyak kebijakan yang inklusif. “Jangan berhenti di infrastruktur fisik saja, tapi juga infrastruktur sosial,” kata seorang aktivis yang kami temui di sekitar Kantor Wali Kota. Baca Juga: Program Unggulan Pemkot Kendari Tahun Ini.
3. Infrastruktur Kota: dari Jalan, Drainase, sampai Waterfront
Tak bisa dipungkiri, beberapa tahun terakhir warga mulai merasakan perubahan. Jalan utama yang dulunya rusak dan berlubang, pelan-pelan diperbaiki. Kawasan Teluk Kendari dibenahi menjadi ruang publik yang lebih tertata, jadi tempat favorit warga untuk lulo, foto-foto, dan bersantai sore. Di beberapa kecamatan, proyek drainase mengurangi genangan yang selama ini jadi langganan banjir lokal. “Lumayan mi sekarang, kalau hujan deras, air cepat surut toh,” ujar seorang warga di daerah Wuawua.
Memang masih ada keluhan di sana-sini, misalnya soal kemacetan di jam sibuk dan beberapa proyek yang belum rampung. Tapi penghargaan ini menjadi alarm pengingat sekaligus dorongan: jangan lengah, kerja mesti tuntas. Warga Kendari tentu akan terus mengawasi, karena dampaknya langsung ke kehidupan sehari-hari.
4. Efek Psikologis: Rasa Bangga Kolektif Warga Kota Lulo
Kassian, selama ini kalau dengar nama kota lain berjaya soal infrastruktur, warga Kendari kadang cuma bisa bilang, “Tunggu pi, kita juga bisa.” Nah, malam ini, kalimat itu terbukti. Euforia terasa sampai ke warung kopi di Mandonga, ke pedagang di Pasar Baru, bahkan ke sopir-sopir angkot. “Bangga sekali mi, bos. Semoga bukan sekadar piagam di dinding, tapi lanjut sampe ke kampung-kampung,” kata seorang sopir angkot yang kami temui.
5. Tantangan Selanjutnya: Konsistensi dan Pemerataan
Meski anugerah Kartini Infrastruktur ini geger dan membanggakan, pekerjaan rumah masih menumpuk. Pemerataan pembangunan ke wilayah pinggiran, kualitas proyek yang harus diawasi, dan pelibatan warga dalam perencanaan menjadi catatan krusial. “Jangan sampai bagus mi di tengah kota, tapi di pinggir masih gelap dan becek ji,” keluh seorang ibu rumah tangga di kecamatan Abeli.
Tenang, warga Kota Lulo, penghargaan ini bisa jadi alat tekan positif. Dengan sorotan nasional, transparansi dan akuntabilitas Pemkot Kendari akan makin dituntut. Dan di sinilah peran media lokal seperti kami untuk terus pantau, dari balai kota sampai lorong-lorong sempit, supaya pembangunan rasa sama toh, bukan cuma di brosur.
Kendari Menatap 2026 dan Seterusnya
Warga Kota Lulo, momen Anugerah Kartini Infrastruktur 2026 ini ibarat sirene besar yang berbunyi nyaring: Kendari sudah di radar nasional, jangan mundur lagi. Di depan panggung, saat lampu-lampu mulai redup, Siska Karina Imran terlihat menyalami satu per satu tamu dan panitia, mengucap terima kasih. Dari kejauhan, wajahnya campur aduk antara lega dan tertantang.
“Ini baru permulaan ji,” begitu kira-kira pesan yang bisa kita baca dari gerak-geriknya. Tantangan meningkat, ekspektasi warga naik, dan waktu tak akan menunggu pi. Tapi satu hal jelas, malam ini Kendari berdiri tegak sebagai kota yang punya harapan baru di bidang infrastruktur. Aih, semoga bukan cuma heboh sesaat toh, tapi jadi tonggak sejarah yang kita ingat bertahun-tahun ke depan sebagai titik balik wajah Kota Kendari.






Average Rating