Beritakotakendari.com – Bazar Pangan Murah bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari pagi buta sampai matahari naik tinggi di Lanud Haluoleo Kendari, lautan manusia memadati area bazar, warga rela antre panjang demi berburu beras, minyak goreng, dan gula pasir harga miring. Aih, suasananya senam jantung, tapi tertib ji, aparat dan panitia sigap mengatur keramaian Toh.
Bazar Pangan Murah Lanud Haluoleo Diserbu Warga
Warga Kota Lulo! Dari pantauan langsung di lokasi, antrean sudah mulai terbentuk sebelum stand resmi dibuka. “Musti datang pagi mi kalau mau kebagian, Pak. Murah sekali ini, beda jauh sama harga di pasar,” ujar seorang ibu rumah tangga yang datang dari kawasan Anduonohu dengan napas masih tersengal, tapi senyum lebar sekali, kassian senangnya.
Di lapangan Lanud Haluoleo, tenda-tenda bazar berjajar rapi: ada stand beras kemasan 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir, tepung, hingga aneka produk UMKM pangan. Harga yang dipasang, menurut panitia, berada di bawah rata-rata harga pasar. Astaga, nda heran animo warga meledak-ledak!
Pengamanan terlihat cukup ketat namun humanis. Personel TNI AU dan panitia sibuk mengarahkan jalur antrean. Warga diarahkan mengambil nomor antrean, lalu dipanggil bergiliran. “Tenang saja, aman ji itu barang, stok cukup. Jangan saling dorong Toh,” terdengar suara panitia menenangkan massa ketika barisan mulai mengular panjang.
Di sela keramaian, beberapa warga sempat membandingkan harga dengan pasar tradisional. “Kalau di pasar itu beras ini bisa selisih sampai belasan ribu, pak. Minyak goreng juga masih naik turun. Di sini lebih terjangkau, lumayan hemat untuk dapur satu minggu ji,” kata seorang bapak dari kawasan Puuwatu sambil mengangkat dua kantong belanjaan, weh, menyala abangku!
Baca Juga: Harga Sembako di Pasar Baru Kendari Naik Turun
5 Fakta Bazar Pangan Murah yang Bikin Geger
Aih, biar lengkap mi informasimu, berikut lima poin yang dirangkum langsung dari lokasi bazar pangan murah di Lanud Haluoleo Kendari:
- Antrean Mengular Sejak Pagi
Sejak matahari baru muncul, ratusan warga sudah berdatangan. Jalan akses masuk Lanud Haluoleo terpantau padat, namun masih bergerak. Panitia menyiapkan beberapa titik pintu masuk untuk mengurai kepadatan. Situasi ramai tapi kondusif, tidak sampai macet total ji. - Harga Sembako Jauh Lebih Miring
Beras, minyak goreng, dan gula pasir jadi incaran utama. Selisih harga dengan pasar umum disebut warga cukup signifikan. “Lumayan ini untuk hemat belanja bulanan. Kalau sering-sering diadakan begini, aman ji dapur kita,” ujar seorang warga Mandonga yang rela menempuh perjalanan jauh pi ke Lanud. - Stok Diatur Per Kepala Keluarga
Untuk mencegah penimbunan, setiap kepala keluarga dibatasi pembeliannya. Satu orang hanya boleh membeli beberapa item dengan kuota tertentu. Sistem ini membuat pembagian lebih merata. “Supaya semua kebagian Toh, bukan cuma yang datang duluan terus borong habis,” jelas salah satu petugas di stand beras. - Kolaborasi Banyak Pihak
Kegiatan ini bukan kerja satu instansi saja. Lanud Haluoleo menggandeng berbagai pihak pemasok pangan dan pelaku UMKM. Di sisi lain, pemerintah daerah juga hadir memantau. “Bazar begini sangat membantu di tengah harga yang fluktuatif. Warga kita butuh akses pangan terjangkau,” kata seorang pejabat yang sempat memberi sambutan singkat. - Warga Harap Bazar Rutin Dilaksanakan
Suara harapan warga bergema nyaring. Banyak yang minta agar bazar pangan murah dijadikan agenda rutin, bukan sekadar momen tertentu saja. “Kalau bisa jangan cuma sekali-sekali mi. Minimal sebulan sekali kah, atau jelang gajian ji. Biar terasa ringan sedikit hidup ini,” ujar seorang karyawan swasta sambil tertawa lepas.
Baca Juga: Agenda Pemkot Kendari Soal Stabilitas Harga Pangan
Dampak Bazar Pangan Murah bagi Warga Kendari
Bosku, di balik suasana heboh dan geger geden itu, ada dampak nyata yang dirasakan warga. Di tengah situasi harga kebutuhan pokok yang sering naik turun, kehadiran bazar pangan murah jadi semacam alarm harapan bagi masyarakat kecil. “Biar satu hari ji, tapi sangat membantu, bisa hemat puluhan ribu. Anak-anak masih bisa dibelikan susu dan jajanan sehat,” tutur seorang ibu muda sambil menggendong anaknya.
Di beberapa titik stand, terlihat juga transaksi non-tunai mulai diperkenalkan. Panitia menyiapkan opsi pembayaran digital untuk mempercepat proses dan mengurangi antrean. Aih, modern juga ini bazar, bukan ala kadarnya ji. Meski demikian, mayoritas warga masih mengandalkan uang tunai, sehingga panitia harus sigap menyiapkan uang kembalian.
Kegiatan ini sekaligus jadi ajang silaturahmi. Warga yang jarang bertemu tetangga dari kecamatan lain, tiba-tiba berdiri satu barisan, saling sapa, saling cerita soal harga di lingkungan masing-masing. “Dari Kambu juga naikmi harga bawang, di?” tanya seorang ibu kepada warga lain. Jawabannya hanya geleng kepala dan tawa pahit, tapi suasana tetap cair.
Dalam konteks lebih luas, bazar pangan murah di Lanud Haluoleo ini memperlihatkan bahwa koordinasi antar lembaga bisa langsung menyentuh dapur warga. Kalau sinergi begini dijaga terus, ancaman inflasi pangan di Kendari bisa dikurangi sedikit demi sedikit Toh. Tinggal bagaimana pemerintah kota dan provinsi mengatur jadwal, lokasi, dan sebaran bazar berikutnya.
Baca Juga: Jadwal Event dan Bazar di Sekitar MTQ Kendari
Suasana Lapangan: Ramai, Tertib, dan Penuh Harapan
Sobat Kendari! Dari pengeras suara, terdengar pengumuman berulang soal tata tertib: jangan serobot antrean, pakai masker bagi yang sakit, dan segera tinggalkan area setelah selesai belanja. Deh, panitia betul-betul berusaha menjaga kenyamanan bersama. Sesekali terdengar juga hiburan musik ringan, menambah semangat warga yang menunggu giliran.
Anak-anak kecil tampak berlarian di sisi lapangan, sementara para ayah dan ibu fokus menjaga barisan. Di satu sisi tenda, UMKM lokal juga kebagian panggung. Ada kue tradisional, kopi lokal, sampai makanan siap saji. “Sekalian promosi produk daerah ji. Kalau banyak orang, kenapa tidak dimanfaatkan,” kata salah satu pelaku UMKM sambil sibuk melayani pembeli.
Menjelang siang, beberapa komoditas favorit mulai menipis stoknya. Panitia segera mengumumkan agar warga tidak lagi mengantre di komoditas yang hampir habis. Aih, ada juga yang kecewa karena tidak kebagian, kassian. Tapi sebagian besar memahami, “Ya sudahlah, mudah-mudahan lain kali dapat mi. Yang penting hari ini masih bisa bawa pulang gula dan minyak,” ucap seorang warga dengan pasrah tapi tetap tersenyum.
Saudara-saudaraku, bazar pangan murah di Lanud Haluoleo Kendari hari ini menunjukkan satu hal penting: ketika harga-harga bikin pusing, inisiatif konkret di lapangan selalu ditunggu warga. Tinggal kita kawal sama-sama, supaya ke depan, kegiatan semacam ini bukan jadi berita langka, tapi jadi rutinitas yang menenangkan dapur seluruh Warga Kota Lulo. Mantap djiwa!






Average Rating