Beranda / Peristiwa / Kemensos Kendari: 4 Fakta Geger Penyelamatan ODGJ

Kemensos Kendari: 4 Fakta Geger Penyelamatan ODGJ

Tim Kemensos Kendari menyelamatkan ODGJ di Buton Tengah
0 0
Read Time:4 Minute, 40 Second

Beritakotakendari.comKemensos Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Tim Sentra Kemensos Kendari turun langsung dan berhasil menangani sekaligus menyelamatkan empat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Buton Tengah. Aih, suasananya senam jantung mi di lapangan, tapi penuh haru juga toh, warga sampai meneteskan air mata lihat proses evakuasi dan penanganan medis awal.

Kemensos Kendari Selamatkan 4 ODGJ di Buton Tengah

Sobat Kendari, kejadian dramatis ini berlangsung di beberapa titik di wilayah Buton Tengah. Informasi awal yang diterima Sentra Kemensos Kendari menyebutkan ada empat ODGJ yang selama ini berkeliaran dan hidup dalam kondisi memprihatinkan. Tim reaksi cepat pun langsung digerakkan, tidak pakai lama ji, koordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat desa setempat berjalan kilat.

Begitu tim gabungan tiba di lokasi, suasananya bak operasi besar-besaran. Ada petugas medis, pendamping sosial, aparat desa, dan keluarga yang menunggu cemas. “Tenang mi, kita bantu baik-baik,” begitu kira-kira suara petugas menenangkan keluarga. Aih, ngeri kalau bayangkan mereka selama ini tanpa perawatan, kassian sekali toh.

Menurut keterangan lapangan yang dihimpun, keempat ODGJ tersebut sebelumnya hidup tanpa penanganan medis memadai. Ada yang sering mengamuk, ada juga yang hanya termenung di sudut jalan. Warga sekitar mengaku sudah lama resah, tapi juga serba salah karena tidak tahu harus melapor ke mana. Beruntung, laporan itu akhirnya sampai ke Kemensos Kendari sehingga alarm bahaya langsung berbunyi nyaring, Bosku!

Baca Juga: Program Bantuan Sosial Pemkot Kendari yang Bikin Heboh Pasar Baru

Proses Evakuasi ODGJ: Tegang Tapi Penuh Kemanusiaan

Saudara-saudaraku Warga Kota Lulo, proses penanganan empat ODGJ ini bukan main-main. Tim Sentra Kemensos Kendari datang lengkap dengan kendaraan operasional, alat pelindung, sampai obat-obatan dasar. Evakuasi dilakukan secara persuasif, pelan-pelan, tanpa kekerasan. Petugas mendekat sambil mengajak bicara, memegang tangan dengan hati-hati. “Santai ji, kita bantu ko dulu, supaya sehat pi nanti,” begitu kata salah satu petugas, mencoba menenangkan.

Di satu titik, situasi sempat memanas. Salah satu ODGJ menolak diajak naik ke kendaraan dan berusaha kabur. Warga yang menonton dari kejauhan langsung menahan napas, situasi betul-betul senam jantung. Tapi karena petugas sudah terlatih, mereka tidak terpancing. Mereka terus berbicara lembut, memberi ruang, dan akhirnya, perlahan-lahan ODGJ tersebut luluh juga. Astaga, momen itu bikin merinding, Bosku, karena terlihat sekali nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi.

Setelah berhasil dievakuasi, keempat ODGJ langsung dibawa untuk pemeriksaan awal. Di sinilah tampak kerja sistematis Sentra Kemensos Kendari: ada pendataan identitas, pengecekan kondisi fisik, asesmen psikososial, sampai rencana tindak lanjut. Bukan asal angkut mi, tapi betul-betul ditata agar mereka bisa masuk ke jalur layanan kesehatan dan rehabilitasi jangka panjang.

Baca Juga: Suasana Malam di MTQ Square Kendari, Ramai Ji Tapi Terkendali

Peran Keluarga dan Pemerintah Daerah Buton Tengah

Weh, menyala abangku! Di balik operasi penyelamatan ini, peran keluarga dan pemerintah daerah Buton Tengah juga tidak bisa dianggap remeh ji. Banyak keluarga ODGJ awalnya malu dan takut mengurus administrasi, tapi setelah diedukasi petugas sosial, mereka akhirnya terbuka. “Daripada dibiarkan berkeliaran, lebih baik ditangani toh,” kata salah satu keluarga yang kami temui di lokasi.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah ikut membantu mulai dari pendataan awal sampai penyediaan dukungan transportasi dan keamanan. Koordinasi lintas sektor ini yang bikin operasi berjalan relatif lancar. Tanpa itu, bisa berantakan mi di lapangan. Situasi yang bisa saja mencekam berubah jadi momen kolaborasi yang membanggakan.

Ke depan, Sentra Kemensos Kendari juga mendorong agar pemerintah daerah membuat mekanisme pelaporan yang lebih mudah. Jadi, kalau ada kasus ODGJ berkeliaran atau dipasung, warga bisa langsung menghubungi petugas terkait, tanpa harus bingung pi ke mana. Deh, nda ada obatnya kalau semua jalur laporan ini sudah berjalan, makin cepat tertangani orang-orang yang butuh bantuan.

Dampak Penyelamatan ODGJ bagi Warga dan Kota Kendari

Warga Kota Lulo, aksi penyelamatan empat ODGJ di Buton Tengah ini bukan cuma soal empat orang saja. Ini sinyal kuat bahwa negara lewat Kemensos Kendari hadir sampai ke pelosok. Warga yang dulu takut dan resah karena ada ODGJ yang suka mengamuk jadi lebih tenang. Anak-anak bisa bermain lagi di jalan tanpa was-was, pedagang kecil bisa buka lapak tanpa rasa khawatir berlebihan.

Dari sisi pendidikan publik, kasus ini membuka mata banyak orang bahwa ODGJ itu bukan sekadar “orang gila” yang dibiarkan saja. Mereka adalah manusia yang punya hak untuk dirawat dan dipulihkan. “Kassian toh kalau dibiarkan begitu saja, mereka juga butuh sentuhan kemanusiaan,” ujar salah satu tokoh masyarakat ketika ditemui di sela-sela kerumunan warga yang menyaksikan proses evakuasi.

Untuk Kota Kendari sendiri, langkah Sentra Kemensos Kendari ini memperkuat citra sebagai pusat layanan sosial di kawasan Sulawesi Tenggara. Dari Kendari, tim bisa menjangkau kabupaten sekitar, termasuk Buton Tengah. Mantap djiwa kalau pola penanganan seperti ini terus digencarkan, bisa jadi role model se-Sulawesi Tenggara mi.

Baca Juga: Revitalisasi Kawasan Pasar Baru Kendari dan Dampaknya bagi UMKM

Harapan dan Tindak Lanjut Setelah Penanganan

Astaga, setelah drama penyelamatan empat ODGJ ini, pertanyaan berikutnya: bagaimana pi nasib mereka ke depan? Nah, di sini peran tindak lanjut sangat krusial. Sentra Kemensos Kendari menyiapkan skema rujukan ke layanan kesehatan jiwa, rehabilitasi sosial berkelanjutan, hingga penguatan peran keluarga dalam merawat mereka setelah kembali ke rumah nanti.

Harapannya, mereka tidak hanya tenang sesaat karena obat, tapi bisa pelan-pelan kembali menjalani hidup yang lebih manusiawi. Keluarga diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan puskesmas dan dinas sosial setempat. “Jangan lepas tangan toh, ini kerja bersama,” kurang lebih begitu pesan petugas sosial di akhir kegiatan.

Untuk Sobat Kendari yang mungkin punya tetangga atau keluarga dengan kondisi serupa, jangan diam-diam ji. Laporkan ke perangkat desa, puskesmas, atau dinas sosial, supaya bisa disambungkan pi ke Kemensos Kendari dan jaringan layanan lain. Aih, kalau semua peduli begitu, Kota Lulo dan daerah sekitarnya bakal jadi wilayah yang bukan cuma ramai, tapi juga penuh rasa kemanusiaan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan