Beritakotakendari.com – Belanja negara Sultra bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Per Februari 2026 nilainya sudah tembus sekitar Rp643,51 miliar, aih, angka yang bisa bikin senam jantung para Warga Kota Lulo kalau dengar pertama kali. Kami lagi berdiri langsung di tengah panasnya Kota Kendari, di depan salah satu kantor instansi vertikal di bilangan MTQ, melaporkan detik demi detik bagaimana duit negara ini digelontorkan di Bumi Anoa, Mi!
Belanja Negara Sultra Tembus Rp643,51 Miliar: Apa Sih Isinya?
Sobat Kendari, berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan yang dirilis sampai Februari 2026, total belanja negara Sultra telah mencapai kurang lebih Rp643,51 miliar. Angka ini mencakup belanja kementerian/lembaga dan juga transfer ke daerah. Astaga, lautan angka yang kalau ditumpuk dalam bentuk uang kertas bisa jadi tembok raksasa di Mandonga, Ji!
Struktur belanjanya umumnya terbagi menjadi beberapa komponen: belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, hingga bantuan sosial dan transfer ke pemerintah daerah. Di lapangan, kita bisa rasakan mi dampaknya lewat gaji ASN yang cair tepat waktu, proyek pembangunan jalan dan jembatan, bantuan ke sekolah dan puskesmas, sampai kegiatan sosial kemasyarakatan. Baca Juga: Update Proyek Infrastruktur di Kendari.
Kalau kita zoom in ke Kota Kendari, belanja ini ikut mengalir ke berbagai proyek seperti peningkatan fasilitas umum, kegiatan keagamaan skala provinsi, hingga dukungan pelaksanaan event nasional dan regional yang sering dipusatkan di kawasan MTQ dan sekitaran Teluk Kendari. Weh, menyala abangku, kalau semua jalan tepat sasaran, geliat ekonominya bisa kencang sekali!
Dampak Belanja Negara Sultra ke Ekonomi Kendari
Warga Kota Lulo, jangan anggap enteng angka Rp643,51 miliar ini, toh. Di lapangan, perputaran dana belanja negara Sultra ibarat bahan bakar utama ekonomi daerah. Setiap proyek pemerintah yang berjalan berarti ada tenaga kerja terserap, pedagang kecil dapat rezeki, hingga jasa transportasi dan kuliner ikut kecipratan berkah. Mantap djiwa!
Di kawasan Pasar Baru dan sekitar Mandonga, misalnya, pedagang mengaku kalau ada proyek fisik atau kegiatan pemerintah, penjualan mereka biasanya naik. Tukang ojek online, sopir angkot, sampai penjual kopi pinggir jalan di seputaran kantor-kantor pemerintah merasakan langsung efeknya. Baca Juga: Suasana Ekonomi UMKM di Pasar Baru Kendari.
Belanja negara Sultra juga mengalir ke sektor pendidikan dan kesehatan. Pembangunan dan pemeliharaan sekolah, penyaluran dana BOS, hingga pengadaan alat kesehatan di rumah sakit rujukan di Kendari semuanya bergantung pada seberapa cepat dan tepat belanja ini dieksekusi. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada sekaligus berharap, jangan sampai ada yang main-main dengan uang rakyat, Ji.
Belanja Negara Sultra dan Proyek Infrastruktur Strategis
Saudara-saudaraku, di lapangan saat ini kita bisa lihat beberapa infrastruktur strategis yang ikut terdongkrak oleh belanja negara Sultra. Mulai dari perbaikan jalan penghubung antarkabupaten, dukungan pada kawasan pelabuhan, hingga fasilitas penunjang pariwisata di sekitar Teluk Kendari dan Anduonohu.
Di sekitar kawasan MTQ Kendari, berbagai event pemerintahan dan keagamaan sering memanfaatkan anggaran negara untuk penyelenggaraan, pengamanan, hingga dukungan fasilitas. Kalau ada kegiatan skala besar, jalan menuju MTQ bisa berubah jadi lautan manusia, macet mi lagi di depan sana, tapi itu juga tanda uang negara bergerak dan ekonomi kecil-kecilan ikut menggeliat. Baca Juga: Agenda Terbaru di Kawasan MTQ Kendari.
Namun, warga juga mengingatkan, jangan pi cuma proyek mercusuar yang digembar-gemborkan. Mereka maunya belanja negara Sultra juga menyentuh jalan lingkungan, drainase yang sering bikin banjir lokal, sampai fasilitas umum seperti ruang terbuka hijau. “Bagus kalau anggarannya besar, tapi pengawasan harus ketat, toh. Jangan cuma habis di atas kertas,” ujar salah satu warga yang kami temui di sekitaran Wuawua.
Transparansi dan Pengawasan Belanja Negara Sultra
Aih, kalau bicara soal Rp643,51 miliar, ini bukan angka yang bisa dibiarkan melenggang tanpa pengawasan, Bosku. Aparat pengawasan internal pemerintah, BPK, hingga masyarakat sipil di Sultra dan Kendari punya peran besar memastikan setiap rupiah tepat sasaran. Tenang saja, aman ji itu barang kalau semua pihak jalan lurus, tapi kalau ada yang coba-coba, bisa geger gedenn to di satu Sultra.
Sejumlah komunitas pemerhati anggaran di Kendari mendorong agar laporan realisasi belanja negara Sultra bisa diakses lebih mudah oleh publik. Dengan begitu, warga bisa tahu proyek apa saja yang sedang dan akan berjalan, termasuk berapa besar dana yang digelontorkan. Di era digital begini, transparansi bukan lagi kemewahan, tapi kewajiban, Mi.
Pemkot Kendari sendiri, meski belanja negara ini dikelola oleh instansi vertikal dan level provinsi, tetap menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan warga. Sinergi antara APBN dan APBD menjadi kunci supaya program pusat dan daerah tidak tumpang tindih. Baca Juga: Kolaborasi Pemkot Kendari dan Pemerintah Pusat. Kalau sinerginya klop, pembangunan bisa lari kencang, bukan jalan santai, Ji.
Harapan Warga Kota Lulo ke Depan
Warga Kota Lulo yang kami temui di sekitaran Lapangan Benu-Benua dan Tugu Religi berharap belanja negara Sultra tahun 2026 tidak hanya besar di angka, tapi terasa di dompet dan kehidupan sehari-hari. Mereka ingin lihat mi akses jalan yang lebih mulus, layanan kesehatan yang lebih gampang dijangkau, serta peluang kerja yang makin terbuka lebar.
“Kalau dengar ratusan miliar begitu, kaget juga pertama. Tapi yang penting kami rasa di bawah, di kampung, di kota. Jangan cuma bangun kantor, tapi juga perbaiki fasilitas umum,” tutur seorang pedagang di kawasan Pasar Baru dengan nada setengah bercanda, setengah serius.
Pada akhirnya, belanja negara Sultra sebesar Rp643,51 miliar per Februari 2026 ini adalah alarm besar bahwa roda pembangunan di Bumi Anoa lagi berputar kencang. Tinggal kita kawal sama-sama, supaya tidak keluar jalur. Warga, pemerintah, dan penegak hukum harus kompak. Kalau semua jaga integritas, pembangunan jalan, dan Kota Kendari bisa makin bersinar, deh, nda ada obatnya!





Average Rating