Beranda / Peristiwa / Delegasi UCLG ASPAC: 7 Fakta Membanggakan Tanam Pohon

Delegasi UCLG ASPAC: 7 Fakta Membanggakan Tanam Pohon

Delegasi UCLG ASPAC tanam pohon di Kebun Raya Kendari
0 0
Read Time:3 Minute, 54 Second

Beritakotakendari.comDelegasi UCLG ASPAC bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Puluhan tamu penting dari berbagai kota di Asia Pasifik turun langsung tanam pohon di Kebun Raya Kendari, suasananya bak lautan manusia pecinta lingkungan. Aih, ngeri, udara pagi segar bercampur teriakan semangat, kamera wartawan menyala terus, suasana betul-betul senam jantung tapi membanggakan mi!

Warga Kota Lulo yang kebetulan melintas di sekitar kawasan Puwatu cuma bisa geleng-geleng kepala: “Weh, menyala abangku, tamu internasional tanam pohon ji di sini toh!”. Dari pantauan langsung di lapangan, kegiatan ini bukan cuma seremoni ala kadarnya, tapi betul-betul aksi nyata penghijauan yang bisa jadi tonggak baru ikon hijau Kota Kendari.

Baca Juga: Program Hijau Pemkot Kendari di Kawasan Teluk

Delegasi UCLG ASPAC Tanam Pohon: Momen Hijau yang Bikin Merinding

Sejak pagi buta, panitia lokal dan jajaran Pemkot Kendari sudah siaga mi di pintu masuk Kebun Raya Kendari. Bus-bus yang mengangkut Delegasi UCLG ASPAC satu per satu memasuki area, pengamanan tampak tertib, namun tetap santai ala Kendari. Spanduk bertuliskan pesan lingkungan berkibar, membuat suasana tambah geger geden.

Begitu turun dari bus, para delegasi disambut tarian tradisional khas Sulawesi Tenggara, warga sekitar langsung merapat ambil dokumentasi pakai HP. “Mantap djiwa, internasional skala besar mi ini,” bisik salah satu warga kepada reporter di lokasi. Setelah sesi penyambutan singkat, rombongan diarahkan menuju petak-petak lahan tanam yang sudah disiapkan rapi.

Di tiap petak, sudah berdiri ajir kayu dengan label nama kota atau lembaga delegasi. Di sinilah momen dramatisnya, Saudara-saudaraku. Satu per satu perwakilan Delegasi UCLG ASPAC mengambil cangkul, menggali lubang, lalu menanam bibit pohon lokal yang dipilih khusus. Aksi sederhana, tapi simboliknya luar biasa. Aih, nda ada obatnya kalau sudah bicara soal komitmen hijau begini.

Jenis Pohon yang Ditanam: Bukan Sembarangan, Bosku!

Dari data panitia yang diterima di lokasi, jenis pohon yang ditanam meliputi beberapa spesies endemik Sulawesi Tenggara dan tanaman hutan kota yang tahan cuaca panas. Ada pohon buah, pohon peneduh, sampai jenis yang punya fungsi konservasi air tanah. Tenang saja, semua sudah dihitung matang ji oleh tim Kebun Raya.

Seorang perwakilan pengelola Kebun Raya Kendari menjelaskan kepada media, kegiatan bersama Delegasi UCLG ASPAC ini diharapkan jadi titik awal program adopsi pohon. Artinya, delegasi yang menanam hari ini akan terus memantau perkembangan pohonnya dari jauh, lewat laporan berkala. “Mereka bukan datang foto-foto pi pergi toh, tapi ada tindak lanjut pemeliharaan,” tegasnya.

Baca Juga: Rencana Pengembangan Kawasan Wisata MTQ Kendari

Dukungan Pemkot Kendari: Serius Jaga Kebun Raya

Pemkot Kendari terlihat all out mendampingi kegiatan ini. Dari perwakilan pejabat yang hadir, disampaikan bahwa Kebun Raya Kendari akan dijadikan salah satu pusat edukasi lingkungan skala regional. “Kedatangan Delegasi UCLG ASPAC ini jadi momentum emas untuk promosikan Kendari sebagai kota hijau dan kota konferensi,” ujar salah satu pejabat yang kami wawancarai di sela-sela acara.

Weh, menyala abangku, kalau visi ini jalan terus, Kebun Raya bisa jadi ruang belajar buat siswa, komunitas, sampai turis mancanegara. Warga bisa jogging, penelitian bisa jalan, dan kota tetap bernapas lega berkat ruang terbuka hijau. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada campur bangga mi.

Baca Juga: Revitalisasi Kawasan Pasar Baru Mandonga

Antusiasme Warga Kota Lulo: Dari Selfie sampai Edukasi

Bukan cuma tamu internasional yang sibuk, warga lokal juga tidak mau kalah heboh. Banyak yang memanfaatkan momen kehadiran Delegasi UCLG ASPAC untuk foto bareng, bikin vlog, sampai konten media sosial. “Ini konten internasional mi, sayang kalau nda diabadikan,” ujar seorang pemuda sambil tertawa.

Meski begitu, suasana tetap tertib. Petugas lapangan mengatur jarak agar proses penanaman tidak terganggu. Anak-anak sekolah yang diundang khusus tampak serius menyimak penjelasan tentang cara tanam dan pentingnya menjaga pohon. “Bukan tanam hari ini pi lupa besok ji, tapi harus disiram dan dirawat toh,” kata salah satu guru pendamping, mengingatkan murid-muridnya.

Dampak Jangka Panjang: Dari Kebun Raya ke Seluruh Kendari

Dari kacamata lingkungan, kegiatan tanam pohon bersama Delegasi UCLG ASPAC ini adalah langkah kecil yang efeknya bisa menjalar besar. Kebun Raya Kendari berpotensi menjadi paru-paru kota, mengurangi suhu panas, sekaligus jadi benteng terakhir keanekaragaman hayati di tengah gempuran pembangunan.

Kalau pola kolaborasi internasional seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin model Kebun Raya Kendari bakal direplikasi ke kawasan lain. Kita bicara soal jalur hijau di pusat kota, hutan kota mini, sampai taman tematik di dekat area pemerintahan. Tunggu pi beberapa tahun, warga bisa merasakan sendiri bedanya: udara lebih adem, banjir berkurang, dan kualitas hidup naik pelan-pelan.

Pada akhirnya, aksi tanam pohon puluhan Delegasi UCLG ASPAC ini bukan cuma soal liputan manis sehari. Ini alarm pengingat nyaring bahwa Kota Kendari butuh dirawat sama-sama. Dari pemerintah, komunitas, sampai warga biasa. Kassian kalau anak cucu nanti cuma dengar cerita bahwa dulu kota ini rimbun, tapi sekarang tandus. Jadi, mumpung semangat hijau lagi menyala dari Kebun Raya, mari jaga sama-sama mi, Sobat Kendari!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan