Beritakotakendari.com – Dinsos Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Usai operasi penertiban anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng), langsung tancap gas usulkan penerimaan bantuan sosial (bansos) baru. Aih, situasi di lapangan benar-benar seperti senam jantung, Warga Kota Lulo! Di satu sisi penertiban jalan terus, di sisi lain pintu bantuan dibuka supaya mereka ini tidak kembali turun ke jalan lagi.
Reporter lapangan paling heboh se-Sultra hadir langsung di lokasi penertiban, tepatnya di salah satu simpang tersibuk Kota Kendari. Suasana tadi pagi itu, Bosku, kendaraan lalu lalang, klakson bersahutan, tiba-tiba petugas Dinsos, Satpol PP, dan aparat terkait turun lapangan. Astaga, langsung hening sesaat, semua mata tertuju ke gerakan pasukan rompi itu. Ngeri ji kalau tidak tertata baik, bisa-bisa jadi lautan manusia di perempatan lampu merah.
Dinsos Kendari Tertibkan Anjal dan Gepeng di Titik Rawan
Dinas Sosial Kota Kendari melakukan razia dan penertiban di beberapa titik rawan anjal dan gepeng, terutama di perempatan lampu merah dan area pusat perbelanjaan. Dari pantauan langsung di lapangan, petugas mengamankan sejumlah anjal dan gepeng yang selama ini beraktivitas di pinggir jalan dan persimpangan ramai.
Beberapa di antaranya terlihat masih usia sekolah. Aih, kassian, harusnya belajar, tapi malah turun ke jalan. Petugas dengan pendekatan persuasif mengajak mereka naik ke kendaraan operasional, dijelaskan pelan-pelan, “Tenang saja, aman ji itu, kita cuma mau data dan bantu.” Di sini terasa sekali, penertiban bukan sekadar menghilangkan mereka dari pandangan pengguna jalan, tapi juga membuka pintu pembinaan.
Dinsos Kendari menegaskan, penertiban ini dilakukan untuk keselamatan bersama. Anak-anak bermain di tengah jalan itu bahaya sekali, toh. Pengendara bisa kaget, rem mendadak, dan berujung kecelakaan. Jadi kalau ada yang bilang ini hanya operasi kosmetik, wah, perlu turun lapangan dulu baru bicara, Bosku.
Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari soal Penataan Kota
Usai Razia, Dinsos Kendari Usulkan Penerimaan Bansos
Ini bagian yang bikin geger: usai penertiban, Dinsos Kendari tidak tinggal diam. Data anjal dan gepeng yang terjaring langsung diverifikasi untuk diusulkan sebagai penerima bantuan sosial. Weh, menyala abangku, gerak cepat sekali! Mereka akan diusulkan ke beberapa skema bantuan, mulai dari bantuan pangan, pendampingan sosial, sampai program pemberdayaan ekonomi keluarga.
Logikanya begini, Sobat Kendari: kalau hanya ditertibkan tanpa solusi, mereka bisa turun ke jalan lagi pi. Tapi kalau sudah didata, dicek kondisi keluarga, lalu dihubungkan dengan program bansos dan pelatihan kerja, peluang mereka untuk lepas dari jalan jauh lebih besar. Di sinilah Dinsos Kendari mau menunjukkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar populis, tapi menuju penanganan berkelanjutan.
Baca Juga: Info Terbaru Revitalisasi Pasar Baru Kendari
Data, Verifikasi, dan Pendampingan: Bukan Sekadar Angkut Lalu Lepas
Di lokasi, petugas terlihat sibuk mengisi formulir, memotret KTP orang tua (kalau ada), dan menanyakan alamat lengkap. “Ini kita data dulu mi, supaya bisa masuk sistem. Setelah itu baru diusulkan bansos,” kata salah satu petugas kepada tim media, dengan nafas masih ngos-ngosan habis keliling lokasi.
Prosesnya tidak instan, Bosku. Setelah didata, mereka akan dicek silang dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Kalau belum terdaftar, Dinsos Kendari akan mengusulkan penambahan data baru. Ngeri ji kalau sampai tumpang tindih, bisa bikin program bansos tidak tepat sasaran. Makanya, proses verifikasi ini ketat sekali.
Selain bantuan langsung, ada rencana pendampingan oleh pekerja sosial. Mereka akan memantau apakah anak-anak ini kembali ke jalan atau tidak. Kalau kedapatan turun lagi, akan ada pendekatan lanjutan dengan keluarga, tokoh masyarakat, bahkan RT/RW. Intinya, tidak mau setengah-setengah toh, kalau tangani masalah sosial begini.
Dinsos Kendari, Pemkot, dan Sinergi Lintas OPD
Kebijakan penertiban yang diikuti usulan bansos ini bukan kerja sendirian. Ada sinergi dengan Pemkot Kendari, Satpol PP, dan kemungkinan juga menggandeng pihak kelurahan. Warga Kota Lulo diingatkan supaya tidak memberikan uang secara langsung di jalan, karena hal itu bisa mendorong anjal dan gepeng untuk terus bertahan di persimpangan.
Astaga, berat memang tantangan di lapangan. Di satu sisi, kita kasihan lihat mereka, tapi di sisi lain kota harus tertib. Di sinilah peran edukasi masyarakat jadi penting. “Kalau mau bantu, salurkan lewat program resmi, atau lewat lembaga sosial yang jelas,” begitu kira-kira imbauan yang menggema di lokasi giat tadi.
Baca Juga: Update Meriah MTQ dan Dampaknya bagi UMKM Kendari
Dampak ke Warga dan Pengguna Jalan: Macet Berkurang, Rasa Aman Naik
Dampak langsung yang terasa, terutama di jam sibuk, adalah berkurangnya aktivitas mengamen dan mengemis di lampu merah. Beberapa pengendara yang sempat disapa reporter mengaku sedikit lebih lega. “Lumayan mi, nda terlalu ramai di kaca mobil, jadi lebih fokus bawa kendaraan,” ujar salah satu sopir angkot sambil senyum-senyum.
Tapi, ada juga warga yang bertanya-tanya, “Setelah ini bagaimana nasib mereka?” Nah, di sinilah poin krusial usulan bansos tadi. Kalau usulan itu disetujui dan berjalan baik, maka mereka punya alternatif penghidupan yang lebih manusiawi. Bukan hanya dipindahkan dari jalan ke panti sementara, lalu dilepas begitu saja, tapi benar-benar didampingi.
Aih, dinamika kota berkembang cepat, Bosku. Kebijakan seperti ini ibarat operasi senam jantung sosial: deg-degan, tapi kalau berhasil, Kota Kendari bisa bernafas lebih lega. Kita tunggu pi langkah lanjutan dari Dinsos Kendari dan Pemkot, apakah usulan bansos ini betul-betul gol dan tepat sasaran atau tidak. Warga Kota Lulo, tetap pantau terus perkembangan di kanal kami, karena berita begini memang tidak ada obatnya, wajib tahu toh!






Average Rating