Beritakotakendari.com – Zakat Infak Sedekah bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari pelataran kantor Gubernur Sulawesi Tenggara di bilangan Anduonohu, seruan penguatan zakat, infak, dan sedekah lewat BAZNAS menggema mi sejak pagi. Warga Kota Lulo, pejabat, sampai tamu undangan berjubel bak lautan manusia, semua pasang telinga dengar langsung arah kebijakan baru dari orang nomor satu di Sultra ini, aih, situasi senam jantung toh!
Penguatan Zakat Infak Sedekah Lewat BAZNAS Sultra
Suasana halaman kantor gubernur sejak pagi sudah panas mi, bukan cuma karena matahari Kendari yang menyala abangku, tapi juga karena acara resmi yang mengangkat tema penguatan Zakat Infak Sedekah lewat BAZNAS Sultra. Gubernur Sultra naik ke podium, suaranya menggema lewat pengeras suara, memanggil seluruh ASN, pelaku usaha, dan masyarakat untuk lebih serius menunaikan zakat, memperbanyak infak dan sedekah.
“Ini bukan cuma kewajiban agama, tapi juga kekuatan sosial ekonomi umat,” begitu kurang lebih garis besar seruan gubernur yang disambut tepuk tangan panjang. Di belakangnya, jajaran BAZNAS Sultra berdiri rapi, siap jadi garda terdepan pengelolaan dana umat yang amanah dan profesional. Astaga, kalau ini jalan terus dengan baik, bisa berubah banyak wajah kemiskinan di Sultra, kassian selama ini banyak yang luput tersentuh bantuan.
Di area samping panggung, tampak stan BAZNAS dengan banner besar bertuliskan program-program unggulan. Petugas sibuk menjelaskan skema zakat profesi, zakat mal, hingga kemudahan pembayaran lewat perbankan syariah dan kanal digital. Tenang saja, aman ji itu barang, semua diupayakan transparan lewat laporan berkala. Baca Juga: Gerak Cepat Pemkot Kendari Bantu Warga Kurang Mampu.
Geger 7 Poin Penting: Dari ASN Sampai Pelaku Usaha
Sobat Kendari, supaya jelas mi, berikut tujuh poin seruan yang jadi buah bibir di lokasi:
- Optimalisasi zakat ASN melalui pemotongan gaji yang terstruktur dan disalurkan via BAZNAS, tentu dengan persetujuan dan sosialisasi jelas.
- Ajakan ke pelaku usaha di Sultra agar menyalurkan zakat dan CSR sosial lewat BAZNAS supaya penyaluran lebih terarah dan terukur.
- Penguatan infak dan sedekah harian dari masyarakat, walau kecil ji nominalnya, tapi kalau bareng-bareng bisa jadi gelombang besar yang mengguncang kemiskinan.
- Penajaman program mustahik, agar penerima manfaat tepat sasaran; tidak tumpang tindih dengan bantuan pemerintah lain.
- Digitalisasi pembayaran zakat, infak, sedekah supaya warga di pelosok, termasuk yang di kawasan pesisir dan kepulauan Sultra, tetap bisa berpartisipasi.
- Transparansi laporan BAZNAS yang rutin dan bisa diakses publik, supaya kepercayaan masyarakat makin melejit.
- Sinergi dengan program daerah, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem dan beasiswa pendidikan.
Aih, nda ada obatnya kalau semua ini terlaksana dengan rapi. Gubernur menekankan, zakat bukan sekadar seremonial Ramadhan ji, tapi harus jadi gerakan sosial sepanjang tahun. Ini yang bikin suasana tadi di halaman kantor gubernur terasa beda, orang-orang saling pandang, angguk-angguk, seolah bilang dalam hati: “Iya toh, selama ini kita kurang serius ji”.
BAZNAS Jadi Garda Depan Pengelolaan Dana Umat
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara ini bergerak mi ke sisi kiri panggung, mendekat ke beberapa pengurus BAZNAS. Mereka jelaskan, penguatan Zakat Infak Sedekah ini akan diikuti dengan pemetaan lebih detail calon penerima bantuan: dari keluarga miskin, pelaku UMKM, sampai santri dan mahasiswa berprestasi tapi kurang mampu.
“Kita ingin dana zakat tidak berhenti di konsumsi sesaat, tapi mengangkat martabat ekonomi,” katanya. Artinya, akan banyak program berbasis pemberdayaan, seperti bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan. Baca Juga: Program UMKM Kuliner di Pasar Baru Kendari yang juga didorong untuk naik kelas lewat akses permodalan syariah.
Sementara itu, beberapa ASN yang ditemui di lokasi mengaku siap-siap mengikuti arahan, selama mekanisme jelas dan laporan transparan. “Kalau jelas, aman mi, nda masalah. Malah senang bisa bantu,” ujar salah satu ASN yang bertugas di kawasan Mandonga. Baca Juga: Suasana Religius MTQ Tingkat Kota Kendari yang sebelumnya juga menonjolkan tema solidaritas sosial dan kepedulian terhadap dhuafa.
Dampak Sosial Penguatan Zakat Infak Sedekah di Kendari
Warga Kota Lulo pasti bertanya-tanya di, apa dampaknya kalau seruan ini benar-benar dijalankan? Pertama, potensi dana zakat dari ASN, pengusaha, dan masyarakat umum di Sultra ini besar sekali, bosku. Kalau selama ini mengalir parsial dan kadang tidak terkoordinir, lewat BAZNAS bisa dikonsolidasikan jadi kekuatan raksasa. Deh, kalau dikelola baik, banyak ji program sosial yang bisa jalan tanpa harus tunggu APBD.
Kedua, penguatan Zakat Infak Sedekah ini bisa jadi benteng sosial di tengah tekanan ekonomi. Saat harga bahan pokok naik, warga yang paling rentan bisa mendapat bantalan lewat bantuan sembako, beasiswa anak sekolah, sampai bantuan usaha kecil. Aih, ngeri kalau dibayangkan saat krisis, tapi dengan sistem begini, minimal ada harapan tambahan.
Ketiga, dari sisi spiritual dan kebersamaan, suasana Kota Kendari bisa makin hangat. Budaya saling berbagi diperkuat, bukan hanya lewat moment Ramadan ji, tapi jadi kebiasaan bulanan, bahkan mingguan. Gubernur tadi sempat menyinggung, kalau zakat dan sedekah ini dihidupkan, bukan cuma angka kemiskinan yang turun, tapi rasa persaudaraan di antara warga juga terjaga, saudara-saudaraku.
Seruan Terakhir: Bergerak Bersama, Tunggu Pi Aksinya
Menjelang penutupan acara, matahari sudah condong, tapi semangat di lapangan belum turun. Gubernur kembali menegaskan, pemerintah siap bersinergi, tapi kunci utama tetap di kesadaran masing-masing muzakki. “Pemerintah bisa memfasilitasi, BAZNAS bisa mengelola, tapi tanpa partisipasi bapak ibu sekalian, gerakan ini tidak akan maksimal,” tegasnya.
Nah, Sobat Kendari, bola sekarang ada di tangan kita semua. Mau tunggu pi apa lagi? Selama ini banyak warga yang kita lihat di pinggir jalan, di lorong-lorong sempit, di pasar-pasar tradisional, yang butuh uluran tangan. Melalui sistem Zakat Infak Sedekah yang kuat, amanah, dan transparan, bantuan bisa lebih teratur sampai ke mereka. Aman ji, selama kita kawal bareng-bareng, kita pantau laporan, kita kritisi kalau perlu, biar dana umat ini betul-betul jadi berkah, bukan sekadar angka di laporan.
Dari halaman kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, reporter lapangan paling heboh se-Kota Kendari melaporkan langsung untuk anda semua, warga Kota Lulo. Weh, menyala abangku, kalau gerakan ini hidup, insyaallah wajah sosial Kendari dan Sultra pelan-pelan berubah, pelan tapi pasti, dari kota yang hanya sibuk dengan hiruk pikuk, jadi kota yang juga sibuk saling membantu. Mantap djiwa!





Average Rating