Beritakotakendari.com – Wagub Sultra Hugua bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Pagi buta Idul Fitri 2026, lautan manusia memadati kompleks Masjid Al Alam Kendari, dan di tengah suasana takbir yang menggetarkan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, terlihat khusyuk melaksanakan Shalat Id sekaligus menyerukan persatuan umat. Aih, suasananya senam jantung mi di pelataran Teluk Kendari, aura Lebaran bercampur rasa haru dan bangga sebagai Warga Kota Lulo!
Wagub Sultra Hugua Shalat Id di Masjid Al Alam Kendari
Sobat Kendari, sejak subuh buta, jamaah sudah mengular panjang di akses masuk Masjid Al Alam. Kendaraan roda dua dan roda empat berderet sampai ke badan jalan, membuat petugas harus kerja ekstra mengatur arus lalu lintas. “Penuh mi kayak konser akbar toh!” celetuk salah satu jamaah yang datang dari Puuwatu sambil mengelap keringat.
Di tengah kerumunan itu, tampak Wagub Sultra Hugua hadir dengan pakaian muslim serba putih, menyatu dengan jamaah lain tanpa banyak pengawalan mencolok. Weh, menyala abangku! Momen kedatangan Hugua langsung memicu warga mengangkat ponsel, buru-buru mengabadikan foto dan video. Situasi betul-betul layaknya panggung besar Idul Fitri di ikon religi kebanggaan Sultra ini.
Shaf demi shaf terisi rapat. Angin Teluk Kendari berhembus pelan, membawa gema takbir dari pengeras suara. Imam mengumandangkan takbir pembuka, dan ribuan jamaah, termasuk Wagub Sultra Hugua, serentak mengangkat tangan. Tenang ji, meski penuh sesak, panitia dan aparat keamanan tampak sigap mengarahkan jamaah agar tetap tertib dan teratur.
Bagi yang ketinggalan suasana religius di Al Alam, tenang saja, Bosku, info kegiatan keagamaan lainnya di Kendari bisa kamu simak juga di sini: Baca Juga: Jadwal MTQ dan Kegiatan Religius di Kota Kendari. Astaga, agenda Ramadan dan Lebaran tahun ini memang padat mi!
Seruan Persatuan Menggema di Hari Raya Idul Fitri 2026
Usai Shalat Id, tiba momen yang paling ditunggu: khutbah dan pesan khusus dari pimpinan daerah. Di sela rangkaian acara, Wagub Sultra Hugua menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Dengan suara lantang namun penuh kehangatan, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik mempererat silaturahmi.
“Lebaran ini jangan cuma ramai di status medsos ji, tapi hati juga harus bersih, pikiran jernih, dan hubungan sosial diperkuat,” begitu kurang lebih pesan Hugua yang disambut anggukan jamaah. Aih, ngeri, kalimatnya sederhana tapi nusuk mi di dada, Sobat Kendari!
Hugua juga menyinggung soal kondisi kebangsaan dan daerah. Ia bilang, perbedaan pilihan politik, perbedaan suku, bahkan beda ormas dan ormas keagamaan, jangan sampai bikin retak hubungan di level keluarga dan tetangga. “Ingat, kita ini satu kampung besar di Sulawesi Tenggara. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi toh?” tegasnya.
Warga yang hadir tampak khusyuk mendengar. Ada yang mengusap air mata, terutama saat mengingat keluarga yang jauh di perantauan. Di barisan belakang, seorang ibu berbisik, “Iya mi, pak wakil bicara begitu pas sekali, kita ini kadang cepat panas di medsos, padahal di lapangan ketemu baik-baik ji.” Mantap djiwa, refleksi Lebaran yang dalam sekali.
Masjid Al Alam Jadi Magnet Warga Kota Lulo
Warga Kota Lulo sudah tahu betul, kalau momen-momen besar keagamaan di Masjid Al Alam selalu jadi magnet. Lokasi masjid yang seperti terapung di Teluk Kendari itu, bikin suasana Shalat Id terasa istimewa. Dari kejauhan, atap masjid yang berkilau keemasan menyatu dengan langit pagi yang mulai memerah. Aih, indahnya, nda ada obatnya!
Di lapangan, kru Beritakotakendari.com menyaksikan langsung bagaimana antusiasme warga membludak. Ada yang datang jalan kaki dari sekitar Teluk, ada yang rombongan keluarga naik mobil bak terbuka, sampai anak muda yang sengaja datang lebih awal untuk cari spot foto terbaik setelah Shalat Id. Macam pesta akbar religi di atas laut, Bosku!
Tak ketinggalan pedagang musiman berjejer di sekitar area luar, menjual kue-kue Lebaran, minuman dingin, sampai balon anak-anak. Tapi tenang ji, petugas terlihat sigap mengingatkan pedagang agar tidak mengganggu akses masuk dan keluar jamaah. “Tertib dulu mi, habis salat baru kita jualan ramai-ramai,” ujar seorang petugas sambil tersenyum.
Buat kamu yang penasaran suasana pusat keramaian lain saat Lebaran, cek juga info pergerakan ekonomi dan jual beli di ibu kota provinsi: Baca Juga: Suasana Pasar Baru Kendari Usai Idul Fitri. Wih, perputaran uang pasca Lebaran bisa bikin mata terbelalak toh!
5 Fakta Penting dari Momen Wagub Sultra Hugua di Idul Fitri 2026
Biar makin jelas, berikut lima poin penting yang kami rangkum langsung dari lokasi:
- Kehadiran di Tengah Jamaah
Wagub Sultra Hugua memilih tidak tampil berlebihan. Ia datang, salat, dan duduk di shaf bersama jamaah lain. Sikap ini bikin warga merasa dekat, “Pejabat juga manusia biasa mi, sama-sama butuh salat Id,” ujar seorang bapak dari Kambu. - Seruan Persatuan di Tengah Perbedaan
Dalam pesannya, Hugua menekankan bahwa perbedaan pilihan dalam Pilkada atau Pemilu jangan terus dibawa sampai Lebaran berikutnya. “Cukup pi sampai hari pencoblosan, habis itu kita kembali rukun toh,” begitu intinya. Pesan ini terasa relevan melihat dinamika politik di daerah yang kadang panas. - Penegasan Toleransi dan Moderasi
Ia mengingatkan agar umat beragama di Sultra tetap menjaga toleransi. Meskipun momen ini khusus Idul Fitri, Hugua menyelipkan ajakan agar semangat maaf-memaafkan juga dirasakan saudara-saudara non-muslim sebagai bagian dari keluarga besar Sulawesi Tenggara. - Dukungan pada Program Keagamaan
Hugua juga menyinggung pentingnya pembinaan keagamaan, dari TPQ hingga kegiatan besar seperti MTQ. “Generasi muda jangan dibiarkan kosong nilai,” tegasnya. Bagi yang mau pantau lebih lanjut program keagamaan Pemkot dan Pemprov, bisa ikuti perkembangan di sini: Baca Juga: Program Keagamaan Terbaru Pemkot Kendari. - Ajakan Jaga Kondusivitas Kota
Terakhir, ia menutup seruan dengan ajakan menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Kendari pasca Lebaran. Jangan sampai euforia mudik, wisata, dan silaturahmi berubah jadi masalah baru di jalan raya maupun lingkungan.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada bahagia, karena di tengah hiruk-pikuk dan perbedaan pandangan, masih ada pemimpin yang berdiri di mimbar Idul Fitri untuk teriak lantang: jaga persatuan mi, saudara-saudaraku!
Harapan Warga Setelah Pesan Wagub Sultra Hugua
Di akhir acara, jamaah yang keluar dari kompleks Masjid Al Alam tampak membawa dua hal sekaligus: kebahagiaan Lebaran dan renungan tentang persatuan. Beberapa anak muda yang kami temui di parkiran bilang, “Setidaknya ada yang ingatkan langsung dari pimpinan, supaya kita jangan baku serang ji di medsos tiap ada beda pendapat.” Astaga, generasi netizen Kota Lulo mulai sadar toh!
Bagi warga yang tidak sempat hadir karena terjebak macet di Mandonga atau sibuk di rumah potong hewan qurban (eh, ini Lebaran Id, bukan Idul Adha mi), suasana pagi itu tetap terasa lewat cerita keluarga dan tayangan di layar gawai. Namun, atmosfer melihat langsung Wagub Sultra Hugua berbaur dengan jamaah di Masjid Al Alam jelas memberikan kesan berbeda.
Warga berharap, pesan persatuan itu bukan cuma jadi slogan di hari besar saja. Setelah takbir berhenti, setelah kue Lebaran habis, dan setelah status “minal aidin” berhenti wara-wiri di story, kerja sama nyata antarwarga dan pemerintah tetap jalan terus. Tenang ji, selama komunikasi dibuka dan rasa saling menghormati dijaga, Kota Kendari bisa terus menyala sebagai Kota Lulo yang damai dan asik.
Reporter Lapangan Paling Heboh se-Sulawesi Tenggara melaporkan langsung dari bibir Teluk Kendari: momen Wagub Sultra Hugua Shalat Id di Masjid Al Alam ini bukan cuma seremonial tahunan, tapi alarm pengingat nyaring bahwa persatuan itu harga mati. Ingat itu mi, Bosku!






Average Rating