Beranda / Peristiwa / Wagub Sultra Hugua: 5 Momen Viral Idul Fitri 2026

Wagub Sultra Hugua: 5 Momen Viral Idul Fitri 2026

Wagub Sultra Hugua Shalat Id di Masjid Al Alam Kendari bersama jamaah
0 0
Read Time:4 Minute, 50 Second

Beritakotakendari.comWagub Sultra Hugua bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Pagi buta Idul Fitri 2026, lautan jamaah memadati Masjid Al Alam di Teluk Kendari, dan di tengah kerumunan yang membeludak itu, muncul sosok Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, yang melaksanakan Shalat Id bareng warga. Suasana religius bercampur haru, aih, senam jantung mi kita lihat solidaritas umat menggelegar di ikon kebanggaan Kota Lulo ini.

Angin teluk pelan-pelan bertiup, matahari baru naik, tapi suasana sudah panas heboh – bukan karena cuaca saja, tapi karena pesan persatuan yang digelorakan Hugua di momen sakral Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026 ini. Tenang ji, warga tetap tertib, tapi aura gegap gempita persaudaraan terasa sampai ke parkiran yang sudah penuh sejak subuh toh.

Wagub Sultra Hugua Shalat Id di Masjid Al Alam Kendari

Sobat Kendari, Saodara-saudaraku warga Kota Lulo, sejak sekitar pukul 06.00 WITA, halaman dan pelataran Masjid Al Alam Kendari sudah berubah jadi lautan manusia. Jamaah berdatangan dari berbagai penjuru: Mandonga, Poasia, Puuwatu, hingga dari seberang teluk. Semua tumpah ruah ingin Shalat Id di masjid terapung kebanggaan Sultra ini.

Di antara kerumunan itulah Wagub Sultra Hugua terlihat hadir dengan pakaian koko putih dan peci hitam. Pengamanan ada, tapi santai ji, tidak kaku. Warga masih bisa menyapa, foto sebentar, sambil tetap jaga kekhusyukan. “Hari ini kita rayakan kemenangan, tapi jangan lupa, kemenangan itu milik orang yang mampu menjaga persatuan,” begitu kurang lebih pesan yang disampaikan Hugua usai Shalat Id, membuat jamaah manggut-manggut, aih, menyentuh sekali di?

Baca juga soal dinamika ibadah di pusat kota: Baca Juga: Suasana Shalat Id di Lapangan MTQ Kendari. Dan jangan lupa, suasana ramai berlanjut sampai ke area jualan takjil dan kuliner khas lebaran di sekitaran kota, ramai mi toh suasananya.

Seruan Persatuan di Hari Raya Idul Fitri 2026

Dalam tausiyah singkat yang dikutip selepas rangkaian Shalat Id, Wagub Sultra Hugua menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar soal pakaian baru dan makanan enak, tapi tentang hati yang disatukan. Ia menyerukan agar masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya warga Kendari, menjaga ukhuwah di tengah perbedaan pilihan politik, ormas, dan latar belakang sosial.

“Jangan mau terpecah cuma karena beda pilihan. Usai pemilu, usai debat, kita ini tetap saudara. Idul Fitri adalah saat paling tepat untuk saling memaafkan dan kembali bersama membangun daerah,” begitu kira-kira garis besar seruan Hugua. Aih, ngeri, kalimatnya sederhana tapi menghantam jantung politik lokal mi, Bosku!

Hugua juga menyinggung pentingnya stabilitas daerah untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Sultra yang bersinergi dengan Pemerintah Kota Kendari. Dari infrastruktur hingga pengembangan wisata religi seperti Masjid Al Alam, semuanya butuh suasana adem dan persatuan. “Kalau kita ribut terus, siapa yang mau urus ekonomi?” ujarnya, bikin beberapa jamaah senyum-senyum setuju toh.

Untuk yang penasaran gimana Pemkot mengatur arus mudik dan balik lebaran, bisa cek juga: Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Pemkot Kendari di Musim Lebaran. Ramai mi kendaraan, tapi sejauh pantauan di lapangan masih terkendali ji.

Momen Kebersamaan Warga dan Wagub Sultra Hugua

Usai Shalat Id, halaman Masjid Al Alam langsung berubah jadi arena silaturahmi raksasa. Anak-anak berlarian, orang dewasa saling berpelukan, minta maaf lahir batin, dan di salah satu sudut, Wagub Sultra Hugua dikerumuni warga yang mau bersalaman dan foto bareng. Situasi senam jantung tapi penuh kehangatan, karena protokol harus jaga alur, tapi antusias warga ndak ada obatnya, weh, menyala abangku!

Beberapa warga yang ditemui reporter lapangan kami mengaku bangga bisa Shalat Id bareng wakil gubernur. “Jarang-jarang ka, bisa satu saf dengan pejabat tinggi. Rasa dekat, nda kaku. Beliau juga sapa-sapa kita, tanya kabar. Mantap djiwa,” ujar salah satu jamaah asal Kambu. Ada juga pedagang musiman di sekitar masjid yang bilang, kehadiran tokoh seperti Hugua bikin transaksi tambah ramai, ekonomi kecil berputar, kassian pedagang kalau sepi mi toh.

Kalau bicara soal ekonomi umat, jangan lupa juga geliat pasar jelang dan usai lebaran di ibu kota provinsi. Untuk pantauan harga bahan pokok dan keramaian pusat jual beli, simak: Baca Juga: Suasana Pasar Baru Kendari Saat Lebaran. Di sana juga ramai ji, dari daging sampai kue kering, semua diburu warga.

Masjid Al Alam Kendari, Ikon Wisata Religi yang Penuh Jamaah

Masjid Al Alam memang tiap Idul Fitri selalu jadi magnet. Lokasinya yang berada di atas perairan Teluk Kendari membuat suasana Shalat Id terasa berbeda. Pagi itu, langit cerah, pantulan cahaya di permukaan air membuat latar pemandangan menyejukkan mata. Tapi soal jumlah jamaah, aih, kali ini membludak, geger geden mi! Jalan akses sempat padat, tapi petugas kepolisian, Dishub, dan panitia masjid terlihat sigap mengatur arus.

Keberadaan figur seperti Wagub Sultra Hugua di Masjid Al Alam juga semakin menguatkan citra masjid ini sebagai pusat kegiatan keagamaan dan persatuan umat di Sulawesi Tenggara. Bukan hanya warga Kendari, ada juga jamaah dari daerah lain yang sengaja datang karena penasaran dengan atmosfer lebaran di masjid terapung ini. “Saya dari Konawe, sengaja datang pi subuh-subuh, biar bisa rasakan suasana Shalat Id di Al Alam, sekaligus lihat pemimpin kita dekat dengan rakyat,” kata seorang jamaah.

Pesan Damai dan Harapan Usai Lebaran

Menutup rangkaian kegiatannya di Masjid Al Alam, Wagub Sultra Hugua menitipkan harapan agar semangat Idul Fitri tidak berhenti di hari itu saja. Ia mengajak umat Islam untuk terus menebar kebaikan, menjaga toleransi antar-umat beragama, dan aktif mendukung program pembangunan di Sultra. Idul Fitri, menurutnya, adalah titik start baru, bukan garis finish. “Semoga setelah ini, tidak ada lagi saling hujat di medsos. Beda pendapat boleh, tapi jaga etika. Kita ini orang Sultra, orang Kendari, harus jadi contoh kedewasaan berdemokrasi,” pesannya yang disambut anggukan jamaah.

Warga Kota Lulo pulang dari Masjid Al Alam dengan hati lega dan wajah berseri. Meski panas matahari mulai menyengat, tapi suasana batin sejuk, karena merasa diingatkan lagi soal pentingnya saling rangkul. Aih, semoga bukan hari ini ji kita rukun, tapi seterusnya pi, toh. Dari pelataran Masjid Al Alam Kendari, reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara melaporkan, suasana Idul Fitri 2026 benar-benar jadi panggung persatuan yang sulit dilupakan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan