Beranda / Peristiwa / Ular 7 Meter: 5 Fakta Ngeri Gegerkan Kemaraya

Ular 7 Meter: 5 Fakta Ngeri Gegerkan Kemaraya

evakuasi ular 7 meter dari plafon rumah warga Kemaraya Kendari
0 0
Read Time:4 Minute, 52 Second

Beritakotakendari.comUlar 7 meter bikin geger satu Kota Lulo malam ini, Bosku! Penampakan reptil raksasa di plafon rumah warga di Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, sukses membuat jantung warga senam ritme, mi! Tim kami langsung turun lapangan, reportase live dari gang sempit pemukiman padat, di mana warga masih heboh membicarakan insiden mencekam ini.

Warga Kota Lulo, bayangkan ji: seekor ular panjang diperkirakan mencapai 7 meter, melingkar di atas plafon rumah panggung salah satu warga. Aih, ngeri nian! Suara desisnya dikabarkan terdengar dari dalam kamar, sebelum akhirnya pemilik rumah menyadari ada tonjolan besar di plafon yang bergerak pelan tapi pasti. Astaga, situasi senam jantung toh!

Ular 7 Meter di Plafon: Kronologi Mencekam di Kemaraya

Tim lapangan Beritakotakendari.com tiba di lokasi sekitar beberapa jam setelah kejadian pertama kali viral di grup WhatsApp warga Kemaraya. Menurut keterangan salah satu saksi mata, seorang ibu rumah tangga yang tampak masih gemetar saat bercerita, kejadian bermula saat ia mendengar suara berderak di bagian atas rumah.

“Awalnya saya kira tikus besar ji, tapi lama-lama ini plafon bergerak mi seperti mau jatuh. Waktu suami saya senter, astaga, kelihatan itu sisik besar mengkilat!” ungkapnya dengan suara bergetar. Aih, kassian, terlihat jelas rasa takut di wajahnya, tapi juga lega karena sekarang situasi sudah ditangani petugas.

Warga sekitar langsung tumpah ruah ke jalanan, jadi semacam lautan manusia mini di gang sempit Kemaraya. Anak-anak digendong naik ke teras tetangga, ibu-ibu sibuk merekam video, bapak-bapak sigap memanggil pemadam kebakaran dan petugas damkar yang memang sering dilibatkan untuk penanganan hewan liar berukuran besar di Kendari.

“Kami dapat laporan sekitar beberapa menit setelah kejadian, langsung berangkat mi dengan perlengkapan standar penangkapan reptil. Informasi awal menyebutkan ukuran ular sekitar 7 meter, sehingga kami turunkan tim lengkap,” jelas salah satu petugas damkar yang kami temui di lokasi. Weh, menyala abangku, datang langsung dengan tongkat penjepit dan karung khusus.

Baca Juga: Heboh Penemuan Satwa Liar di Sekitar Pasar Baru

Identitas Ular 7 Meter dan Cara Evakuasi yang Bikin Deg-degan

Sobat Kendari, berdasarkan pengamatan awal petugas, ular yang meneror plafon rumah warga ini diduga kuat merupakan jenis sanca kembang (python reticulatus) yang memang sering ditemukan di kawasan pemukiman dekat area rawa, sungai kecil, atau lahan kosong. Wilayah Kemaraya sendiri punya kontur berbukit dengan beberapa area yang masih rimbun, jadi kemungkinan besar ular ini masuk mencari mangsa atau tempat bersembunyi.

Evakuasi bukan perkara gampang, mi. Petugas harus lebih dulu memastikan posisi pasti ular di atas plafon. Mereka menyenter dari sela-sela genteng, lalu perlahan membuka bagian plafon yang menggembung. Situasi tegang, warga yang menonton diminta mundur, “Jangan dekat-dekat ji, kalau dia jatuh sembarang bisa panik ini ular,” ujar salah seorang petugas.

Begitu sebagian plafon dibuka, terlihat jelas badan ular yang tebal, berdiameter hampir sebesar betis orang dewasa. “Aih, ngeri!” terdengar spontan dari warga yang menonton. Petugas menggunakan tongkat penjepit untuk mengunci kepala ular, sementara dua orang lainnya bersiap memegang badan ular yang melilit rangka kayu plafon.

Proses ini memakan waktu cukup lama karena ukuran ular yang sangat panjang. “Pelan-pelan pi, jangan digas-gas, supaya dia tidak makin agresif,” terdengar koordinasi di antara petugas. Setelah kepala ular berhasil diamankan, barulah ular diturunkan perlahan dan dimasukkan ke dalam karung besar khusus.

Baca Juga: Kabar Terbaru Kesiapsiagaan Pemkot Kendari Soal Bencana

Respon Warga Kemaraya: Takut, Tapi Penasaran Ji

Saudara-saudaraku, reaksi warga bercampur aduk. Ada yang takut sampai enggan kembali tidur di rumah malam ini, ada juga yang justru penasaran dan terus merekam dari jarak aman. “Baru kali ini saya lihat langsung ular sebesar ini di tengah kota, biasanya cuma di video-video ji,” kata seorang remaja yang mengaku tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sejumlah warga juga mengaitkan kemunculan ular 7 meter ini dengan kondisi lingkungan sekitar yang mulai padat bangunan. “Dulu di belakang sini masih hutan kecil toh, sekarang sudah banyak rumah. Mungkin mereka kehilangan habitatnya, makanya masuk-masuk rumah orang,” ujar seorang tetua kampung yang kami temui di pinggir jalan.

Petugas mengingatkan warga untuk lebih waspada, terutama yang tinggal dekat lahan kosong, rawa, atau sungai. Sampah menumpuk dan tumpukan barang bekas bisa jadi tempat persembunyian hewan liar. “Jaga kebersihan lingkungan mi, dan kalau ada tanda-tanda keberadaan ular atau hewan liar lain, jangan coba-coba tangani sendiri. Lapor pi ke petugas,” tegas salah seorang anggota damkar.

Imbauan Keamanan Setelah Insiden Ular 7 Meter di Kendari

Insiden ular 7 meter di plafon rumah warga Kemaraya ini jadi alarm bahaya buat warga Kota Kendari, bahwa potensi pertemuan manusia dengan satwa liar masih sangat mungkin terjadi, terutama di wilayah perbatasan kota dan area dengan vegetasi yang masih lebat.

Pemerintah kota bersama aparat terkait diimbau memperkuat edukasi ke warga. Mulai dari cara mengenali jejak keberadaan ular, langkah pertama yang harus dilakukan jika menemukan ular di rumah, hingga nomor darurat yang bisa segera dihubungi. Jangan sampai ada warga yang nekat menangani sendiri tanpa keahlian, karena bisa berakibat fatal, kassian.

Selain itu, pengelolaan lingkungan juga perlu jadi perhatian. Tumpukan sampah di pinggir drainase, lahan kosong yang dibiarkan semak belukar, hingga saluran air yang jarang dibersihkan, semuanya bisa jadi koridor pergerakan ular menuju pemukiman. Dalam beberapa kasus sebelumnya di Kendari, kemunculan ular besar juga pernah dilaporkan di sekitar kawasan pemukiman padat dan pasar.

Baca Juga: Suasana Malam di MTQ Kendari dan Keamanan Lingkungan

Penutup: Situasi Terkendali, Tapi Waspada Tetap Jalan

Untuk sekarang, situasi di Kemaraya sudah relatif aman. Ular 7 meter berhasil diamankan petugas dan dibawa keluar dari area pemukiman. Warga mulai bubar perlahan, meski obrolan soal “ular plafon raksasa” ini dipastikan bakal jadi bahan cerita berhari-hari ke depan, mi.

Sobat Kendari, tetap waspada tapi jangan panik berlebihan ji. Kunci utama: jaga lingkungan bersih, kurangi tumpukan barang yang tidak perlu, dan selalu simpan nomor darurat pemadam atau BPBD. Kalau ada kejadian serupa, langsung lapor pi, biar ditangani ahlinya. Dari lokasi geger Kemaraya, reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara melaporkan, situasi sudah terkendali, tapi cerita ngerinya masih terasa sampai di tulang, toh!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan