Beranda / Peristiwa / UCLG ASPAC Kendari: 5 Fakta Geger Anggaran Rp2,9 M

UCLG ASPAC Kendari: 5 Fakta Geger Anggaran Rp2,9 M

Rapat persiapan UCLG ASPAC Kendari 2026 di kantor Wali Kota
0 0
Read Time:4 Minute, 48 Second

Beritakotakendari.comUCLG ASPAC Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Di kompleks Balai Kota yang menghadap Teluk Kendari ini, suasana rapat Pemkot sore hari berubah jadi seperti arena gladi akbar internasional. Aih, ngeri mi! Pemerintah Kota lagi matangkan persiapan menjadi tuan rumah UCLG ASPAC 2026 sekaligus HUT ke-195 Kota Kendari, dengan anggaran yang disebut tembus sekitar Rp 2,9 miliar. Warga Kota Lulo, ini bukan acara kaleng-kaleng ji, skala Asia Pasifik toh!

Dari pantauan langsung reporter di halaman Kantor Wali Kota, hilir-mudik pejabat, staf, sampai tim teknis bikin suasana seperti “markas komando” persiapan event raksasa. Spanduk konsep, draft rundown, sampai peta lokasi venue disusun rapi di meja. “Ini persiapan jangka panjang mi, karena 2026 itu dekat sekali,” begitu kira-kira gambaran diskusi hangat yang terdengar dari ruang rapat.

Baca Juga: Update Panas Pemkot Kendari Bahas Event Nasional

UCLG ASPAC Kendari 2026: Anggaran Rp 2,9 Miliar yang Bikin Heboh

Sobat Kendari, soal angka anggaran ini yang paling bikin warga pada pasang telinga. Disebutkan, total kebutuhan persiapan untuk UCLG ASPAC Kendari 2026 dan HUT ke-195 Kota Kendari diproyeksikan sekitar Rp 2,9 miliar. Angka ini termasuk untuk penataan kota, promosi, akomodasi tamu, hingga rangkaian acara seremonial.

Astaga, kalau dengar angkanya memang langsung senam jantung, tapi tenang ji dulu. Menurut penjelasan unsur Pemkot di lokasi, anggaran ini dibagi ke beberapa pos: perencanaan, teknis acara, dekorasi kota, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. “Harus disiapkan matang mi, supaya tamu-tamu internasional datang dan pulang bawa kesan baik soal Kendari,” begitu kurang lebih semangat yang mengemuka dalam pembahasan.

Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada sekaligus bangga. Di? Kota Kendari yang biasanya dikenal karena lulo dan kulinernya, sebentar lagi akan jadi tuan rumah pertemuan wali kota se-Asia Pasifik. Mantap djiwa!

HUT ke-195 Kota Kendari Disatukan dengan UCLG ASPAC

Weh, menyala abangku! Tahun 2026 nanti bukan cuma UCLG ASPAC Kendari yang jadi sorotan, tapi juga momentum HUT ke-195 Kota Kendari. Pemkot tampaknya mau pukul dua lalat dengan satu kibasan, mi. Perayaan ulang tahun kota akan dikemas berbarengan, sehingga tamu internasional juga bisa merasakan euforia Hari Jadi Kendari.

Konsep awal yang dibahas, HUT ke-195 akan menonjolkan budaya lokal: tarian lulo massal, pameran UMKM, kuliner khas seperti sinonggi dan ikan bakar kendari, plus penampilan seni tradisional. “Kita mau tunjukkan kalau Kendari bukan cuma tuan rumah secara formal, tapi juga tuan rumah budaya,” begitu penegasan dari salah satu pejabat yang ikut rapat.

Baca Juga: Agenda Besar Pemkot Kendari Sambut Wisatawan

Lokasi Strategis dan Penataan Kota Lulo Jelang 2026

Dari sisi teknis, Pemkot mulai memetakan kawasan mana saja yang akan jadi wajah utama kota di mata tamu UCLG ASPAC. Kawasan Teluk Kendari, MTQ Square, hingga jalan-jalan protokol Mandonga – Anduonohu disebut-sebut sebagai prioritas penataan. “Macet jangan sampai jadi tontonan utama toh, kita harus rapi mi mulai sekarang,” ujar salah satu anggota tim teknis di sela-sela diskusi.

Diperkirakan, penataan lampu jalan, taman kota, titik foto, hingga penunjuk arah berbahasa Inggris akan dibenahi sebelum 2026. Warga di sekitar jalur utama juga diimbau mendukung, misalnya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan lalu lintas. Kassian kalau tamu datang, yang disambut malah sampah berserakan, nda enak juga ji.

Dampak Ekonomi UCLG ASPAC Kendari untuk Warga

Saudara-saudaraku, di balik angka Rp 2,9 miliar tadi, ada harapan besar soal dampak ekonomi. Event sekelas UCLG ASPAC diprediksi akan mendatangkan ratusan delegasi dari berbagai negara dan kota di kawasan Asia Pasifik. Hotel, transportasi, restoran, jasa pemandu wisata, sampai pedagang kecil di sekitar venue berpotensi ikut kecipratan rezeki.

Pelaku UMKM lokal digadang-gadang bakal diikutkan dalam pameran, bazar, maupun paket suvenir resmi acara. “Ini kesempatan emas ji untuk perkenalkan produk Kendari ke pasar lebih luas,” begitu analisa beberapa pengamat ekonomi lokal yang ditemui di sekitar kawasan MTQ. Baca Juga: Peluang UMKM Kendari di Event Besar Daerah

Transparansi dan Pengawasan Anggaran, Warga Diminta Aktif

Aih, soal anggaran selalu sensitif toh. Karena itu, beberapa aktivis dan tokoh masyarakat yang kami temui menekankan pentingnya transparansi. Dokumen perencanaan, rincian pos belanja, hingga progres fisik penataan kota diminta untuk dibuka ke publik. “Supaya warga ikut awasi, jadi aman ji, nyaman ji,” kata salah satu tokoh muda di Mandonga.

Warga Kota Lulo juga diimbau aktif mengikuti informasi resmi dari Pemkot, baik lewat situs, media sosial, maupun pertemuan tatap muka di kelurahan. Kalau ada aspirasi atau kritik, sampaikan pi secara santun. Jangan menunggu 2026 baru ribut, mending dari sekarang sama-sama pantau. Begitu logat Kendari-nya: kerja sama dulu, ribut belakangan kalau memang ada masalah, toh?

Kesiapan SDM dan Branding Kota Lulo di Mata Dunia

Bukan cuma gedung dan jalan yang disiapkan, tapi juga SDM dan citra Kota Kendari. Panitia lokal direncanakan akan mengikuti pelatihan protocol & hospitality, bahasa asing dasar, hingga teknik pengelolaan event internasional. “Tamu luar negeri datang, kita harus sambut dengan standar internasional, tapi rasa lokal Kendari tetap menyala,” begitu semangat yang terdengar di lorong-lorong kantor Pemkot.

Branding “Kota Lulo” juga rencananya akan diangkat sebagai identitas resmi dalam materi promosi UCLG ASPAC Kendari. Logo, slogan, dan konten digital akan diramu sedemikian rupa, supaya ketika orang sebut Kendari, yang terbayang bukan cuma transit ke Wakatobi, tapi kota yang siap menyambut dunia.

Penutup: Tunggu Pi 2026, Kendari Siap Mengguncang!

Warga Kota Lulo, dari Balai Kota sampai ke gang-gang sempit di Poasia, semua akan kena imbas dari gaung UCLG ASPAC Kendari 2026 dan HUT ke-195 nanti. Sekarang baru tahap pematangan konsep dan anggaran, tapi alarm persiapan sudah berbunyi nyaring. Situasi betul-betul mode siaga event internasional, Bosku!

Tunggu pi 2026, kita lihat apakah Rp 2,9 miliar yang digelontorkan bisa menjelma jadi kebanggaan bersama. Untuk sementara, tugas kita sama-sama pantau, dukung yang baik, kritik yang perlu, dan jaga Kota Kendari tetap aman, bersih, dan ramah. Deh, kalau semua kompak, nda ada obatnya mi ini kota di mata tamu Asia Pasifik!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan