Beritakotakendari.com – TKA berbasis komputer bikin geger satu kompleks pendidikan di Kota Kendari, Bosku! Dari halaman SMPN 10 Kendari, suasana pagi ini betul-betul seperti mau ujian nasional zaman dulu lagi, cuma bedanya sekarang semua serba digital mi. Sebanyak 108 siswa berseragam rapi, wajah tegang bercampur semangat, bersiap menantang Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang untuk pertama kalinya digelar full komputer di sekolah ini.
Warga Kota Lulo, dari tadi subuh tiang sudah standby di lokasi, liat sendiri bagaimana guru-guru lalu lalang cek listrik, cek jaringan internet, sampai kursi dan posisi monitor pun diatur ulang. Aih, ngeri, situasi senam jantung toh! Tapi tenang ji, semuanya terlihat tertib dan terorganisir.
TKA Berbasis Komputer di SMPN 10 Kendari: 108 Siswa Siap Tempur
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, total ada 108 siswa SMPN 10 Kendari yang akan mengikuti TKA berbasis komputer ini. Mereka dibagi dalam beberapa sesi agar laboratorium komputer tidak over kapasitas. Setiap siswa sudah di-briefing soal tata cara login, pengisian data, sampai cara submit jawaban, supaya tidak ada lagi drama salah klik di?
Pihak sekolah menyiapkan perangkat komputer cadangan, stabilisasi jaringan internet, dan juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar. Guru-guru pendamping berjaga di titik-titik strategis di sekitar lab komputer. Weh, menyala abangku, protokol pengawasannya rapat sekali!
Seorang guru yang ditemui di depan ruang laboratorium komputer mengaku sempat deg-degan. “Bukan cuma anak-anak yang tegang, kami juga. Tapi ini tuntutan zaman toh, jadi harus siap mi,” ujarnya sambil memantau daftar kehadiran siswa. Baca Juga: Jadwal Kegiatan Pendidikan di Pemkot Kendari.
Persiapan Teknis TKA Berbasis Komputer: Dari Listrik sampai Mental
Persiapan TKA berbasis komputer di SMPN 10 Kendari bukan main-main, sobat Kendari. Sejak beberapa hari sebelumnya, pihak sekolah sudah melakukan simulasi ujian. Mulai dari pengecekan kelayakan komputer, kestabilan jaringan, sampai pengaturan tempat duduk sesuai nomor peserta. Tenaga teknisi IT sekolah juga disiagakan untuk mengantisipasi bila ada komputer yang tiba-tiba error di tengah ujian. Astaga, kalau mati lampu di tengah soal Matematika, senam jantung semua itu anak-anak!
Selain teknis, persiapan mental siswa juga diperhatikan. Guru BK dan wali kelas memberikan motivasi, mengingatkan agar siswa tidak panik kalau tiba-tiba sistem agak lambat. “Santai mi, fokus di soal, jangan sibuk liat jam terus,” begitu pesan yang terus diulang-ulang di ruang kelas sebelum mereka diarahkan ke lab komputer.
Di halaman depan sekolah, beberapa orang tua ikut mengantar, wajahnya tak kalah tegang. Ada yang menunggu di bawah pohon sambil berdoa pelan. Kassian, rasa cemas bercampur bangga. Seorang ibu sempat bilang ke kami, “Dulu saya tulis tangan ji ujian, sekarang anakku komputer-komputer begitu. Zaman sudah beda toh.” Baca Juga: Update Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pasar Baru.
Skenario Darurat: Kalau Jaringan Down, Bagaimana?
Nah, ini yang paling bikin penasaran warga Kota Lulo: kalau jaringan internet tiba-tiba ngadat, bagaimana ji? Dari pantauan di lapangan, sekolah menyiapkan beberapa skenario darurat. Pertama, ada modem cadangan untuk back up koneksi utama. Kedua, jadwal bisa digeser sedikit kalau gangguan teknis dianggap mengganggu durasi normal ujian. Pokoknya jangan sampai hak siswa untuk mengerjakan soal dengan waktu yang cukup terganggu.
Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan pengawas eksternal untuk memastikan prosedur tetap sesuai standar. Kalau sampai harus ada penjadwalan ulang untuk satu sesi, sudah ada mekanisme tertulis. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, tapi secara sistem sih aman ji, asal listrik dan jaringan tidak kompak bermasalah.
TKA Berbasis Komputer dan Transformasi Pendidikan di Kota Lulo
Saudara-saudaraku, pelaksanaan TKA berbasis komputer di SMPN 10 Kendari ini bukan sekadar soal ujian hari ini saja. Ini simbol bahwa sekolah-sekolah di Kendari mulai bergerak serius ke arah digitalisasi pendidikan. Dari cara mengerjakan soal, pengolahan nilai, sampai pelaporan hasil, semua diarahkan makin rapi dan cepat.
Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus tumbuh, mulai dari kawasan Mandonga sampai ke Wuawua, kebutuhan akan literasi digital anak sekolah makin mendesak. TKA model begini melatih siswa bukan cuma hafal materi, tapi juga terbiasa dengan perangkat komputer dan antarmuka aplikasi. Baca Juga: Agenda Pendidikan & MTQ Pelajar di Kota Kendari.
Untuk SMPN 10 Kendari sendiri, ujian ini jadi semacam “uji nyali” teknis. Kalau lolos dengan mulus, ke depan mereka bisa semakin percaya diri menggelar berbagai asesmen berbasis komputer. Guru-guru juga jadi punya pengalaman langsung mengelola ujian digital, bukan teori di atas kertas saja.
Suasana Hari H: Tegang, Tapi Penuh Harapan
Saat bel masuk berbunyi, siswa yang tadi ramai ngobrol langsung diarahkan berbaris menuju ruang ujian. Suasana mendadak hening. Hanya suara langkah kaki dan beberapa bisikan pelan yang terdengar. Pengawas memeriksa satu per satu, memastikan mereka membawa kartu peserta dan tidak ada benda terlarang yang masuk ruang ujian. Situasi seperti film, Bosku, tegang tapi heroik!
Begitu semua duduk di depan komputer masing-masing, layar login terpampang. Ada yang menarik napas panjang dulu sebelum mulai mengetik, ada juga yang tampak santai, seolah-olah tiap hari ikut try out online. Ini generasi yang lahir sudah pegang gadget, toh, jadi adaptasinya cepat ji.
Pada akhirnya, sukses tidaknya pelaksanaan hari ini akan menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan di Kendari. Tapi yang jelas, 108 siswa SMPN 10 Kendari sudah menunjukkan bahwa mereka siap menantang zaman. Tinggal kita, para orang dewasa, memastikan sistem, fasilitas, dan kebijakan tidak ketinggalan lagi. Mantap djiwa, Kota Lulo bergerak maju bersama TKA berbasis komputer!






Average Rating