Beritakotakendari.com – Tips Hemat LPG bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Reporter lapangan paling heboh se-Sultra ini lagi berdiri langsung di dekat deretan rumah warga di kawasan Mandonga, angin sore sepoi-sepoi, tapi dompet warga tegang karena harga LPG dan BBM naik terus, Mi. Di tengah situasi senam jantung ini, muncul imbauan ke warga Kendari: rajin bersihkan kerak kompor, atur nyala api, sampai diajak pakai sepeda biar irit BBM. Aih, ngeri hematnya kalau diterapkan sungguh-sungguh!
Tips Hemat LPG di Kompor Gas: Jangan Biarkan Kerak Menumpuk
Dari pantauan langsung di lapangan, api kompor beberapa warga terlihat kuning dan tidak rata. Nah, ini salah satu biang kerok boros gas, Bosku. Api yang bagus itu biru terang dan fokus di bawah pantat wajan. Kalau kuning, berarti banyak kerak, kotoran, atau lubang burner tersumbat. Tenaga teknis yang ditemui reporter bilang, “Kalau mau tips hemat LPG berhasil, bersihkan bagian tungku minimal seminggu sekali, Mi.”
Caranya sederhana ji: matikan kompor, lepas burner, sikat pakai sikat kawat atau sikat gigi bekas, dan lap kering. Jangan lupa cek selang dan regulator, pastikan kencang tapi tidak terlalu dipaksa. Api yang bersih bikin pemanasan lebih cepat, LPG yang keluar tidak terbuang sia-sia. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, selama ini banyak gas kebuang percuma toh gara-gara malas bersih-bersih.
Selain itu, pakai panci dan wajan yang ukurannya pas dengan tungku. Kalau terlalu kecil atau terlalu besar, panas tidak efektif, boros gas lagi. Tutup panci saat memasak air atau rebusan supaya mendidih lebih cepat. Warga di sekitar Wuawua yang ditemui mengaku, setelah rutin bersihkan kompor dan rajin pakai tutup panci, satu tabung 3 kg yang dulu habis 4-5 hari, sekarang bisa tembus sampai 7 hari. Mantap djiwa!
Baca Juga: Program Hemat Energi Pemkot Kendari di Permukiman
Tips Hemat LPG dan BBM: Atur Pola Masak dan Aktivitas Harian
Tidak cuma soal kompor, pola masak juga menentukan, Bosku. Warga Kota Lulo dianjurkan memasak dalam satu waktu untuk beberapa kali makan. Misalnya, pagi sekalian masak untuk siang, tinggal dihangatkan sebentar. Dengan begitu, nyalakan kompor tidak berkali-kali. Ini salah satu tips hemat LPG yang sederhana tapi efeknya ke dompet terasa mi.
Untuk BBM, warga diminta lebih selektif pakai motor dan mobil. Perjalanan dekat ke warung, ke tetangga, atau ke masjid bisa jalan kaki ji. Kalau jarak menengah, bisa pertimbangkan pakai sepeda. Di beberapa titik seperti sekitar Pasar Baru Wuawua dan Anduonohu, sudah mulai tampak beberapa warga yang memilih gowes ke pasar. Astaga, selain hemat BBM, badan juga makin sehat toh. Di?
Penggunaan kendaraan pribadi dianjurkan dioptimalkan: sekali jalan, sekalian urus beberapa keperluan. Jangan satu urusan, satu kali keluar, begitu ulang-ulang. Itu namanya boros BBM level internasional, Kassian dompet. Pemerintah Kota juga terus mendorong warga memanfaatkan angkutan umum yang tersedia, terutama di koridor-koridor ramai seperti Kemaraya–Mandonga.
Baca Juga: Wacana Penataan Angkot dan Transportasi di Mandonga
Peran Pemkot Kendari dan Edukasi Warga Soal Energi
Dari informasi yang diterima redaksi, Pemkot Kendari melalui dinas terkait gencar menyosialisasikan penghematan energi, mulai dari LPG, BBM, hingga listrik. Di beberapa kelurahan, sudah ada pertemuan warga yang membahas cara masak hemat, penggunaan kompor yang aman, sampai tips merawat motor agar tidak boros BBM. Warga diajak paham bahwa penghematan bukan hanya urusan rumah tangga masing-masing, tapi juga menjaga ketahanan energi daerah.
“Kalau semua warga jalankan tips hemat LPG dan BBM, tekanan permintaan bisa turun, beban subsidi lebih ringan, dan stok lebih terjaga,” begitu kira-kira penjelasan salah satu pejabat yang kami temui. Weh, menyala abangku! Kalau pemerintah dan warga kompak, baru pi terasa dampaknya. Jangan pemerintah ajak hemat, tapi kita di rumah gas bocor dibiarkan, kompor kotor, motor tiap 100 meter sudah mau dipakai.
Tidak hanya itu, ke depan direncanakan juga program edukasi di sekolah-sekolah agar generasi muda paham pentingnya hemat energi sejak dini. Anak-anak bisa mengingatkan orang tua: “Mama, bersihkan mi kompornya, supaya hemat gas.” Aih, kalau sudah begitu, hemat energi jadi budaya, bukan sekadar imbauan musiman.
Baca Juga: Agenda Terbaru Pemkot Kendari Soal Lingkungan
Suasana Lapangan: Warga Kendari Antusias Cari Cara Hemat
Reporter yang keliling dari Anduonohu sampai Korumba menemukan pemandangan yang cukup menyentuh, Kassian tapi sekaligus membanggakan. Banyak ibu rumah tangga yang mulai sadar cek api kompor, mengganti selang yang sudah getas, dan mengatur jadwal masak lebih rapi. “Mau hematmi sekarang, Bang, harga-harga naik semua,” kata seorang ibu sambil menunjukkan burner kompor yang baru saja dibersihkan.
Di sisi lain, beberapa komunitas sepeda di Kendari juga mengaku anggotanya bertambah. Motivasinya macam-macam: ada yang mau hidup sehat, ada yang mau hemat BBM, ada juga yang ikut tren saja, ji. Tapi ujung-ujungnya sama, konsumsi BBM bisa ditekan. Aih, nda ada obatnya kalau warga sudah kompak begini.
Jadi, Sobat Kendari, kesimpulannya jelas: bersihkan kompor secara rutin, atur cara masak, bijak pakai kendaraan, dan mulai biasakan jalan kaki atau naik sepeda untuk jarak dekat. Itu semua bukan teori melangit, tapi langkah nyata yang bisa langsung diterapkan hari ini juga. Tunggu pi apa lagi? Dompet butuh diselamatkan, Mi! Tips sederhana, efeknya bisa se-Kota Lulo rasakan bersama.






Average Rating