Beranda / Peristiwa / STID Kendari: 5 Fakta Geger Wajib Truk Kontainer

STID Kendari: 5 Fakta Geger Wajib Truk Kontainer

Truk kontainer antre pemeriksaan STID Kendari di Pelindo
0 0
Read Time:4 Minute, 30 Second

Beritakotakendari.comSTID Kendari bikin geger satu Pelabuhan Peti Kemas, Bosku! Dari Pantai Kota Lulo sampai ke Mandonga, kabar ini menyebar kencang: BPTD Sultra mewajibkan semua truk kontainer yang beroperasi di kawasan Pelindo Kendari untuk sudah kantongi STID. Aih, suasana di lapangan pagi ini betul-betul macam sidak besar-besaran, sopir truk antre, petugas lalu lintas darat siaga, situasi senam jantung tapi tetap terkontrol mi.

STID Kendari Wajib di Pelindo: Apa Sebenarnya STID Itu?

Warga Kota Lulo! Sebelum panik duluan, kita luruskan ji: STID itu adalah Single Truck Identification, semacam identitas khusus truk yang terdaftar resmi di sistem pelabuhan. Di Pelindo Kendari, BPTD Sultra menegaskan, tanpa STID, jangan harap bisa keluar-masuk area peti kemas dengan kontainer penuh muatan. Astaga, aturan baru ini bikin banyak sopir langsung cari info, takutnya ada yang balik kosong gara-gara belum urus berkas.

Menurut keterangan petugas di lokasi, kebijakan ini diterapkan untuk menertibkan lalu lintas barang dan kendaraan di kawasan Pelindo Kendari, meningkatkan keamanan, dan memastikan semua truk yang beroperasi punya data jelas di sistem. Aih, ngeri juga kalau masih dibiarkan tanpa identitas jelas, bisa-bisa jadi celah penyelundupan atau kecelakaan yang sulit ditelusuri, toh.

Di sela-sela hiruk pikuk kontainer yang diangkat crane, terdengar suara klakson bersahut-sahutan. “Harus punya STID mi, Pak, kalau mau lancar keluar masuk,” ujar salah satu petugas di gerbang pelabuhan kepada kru Berita Kota Kendari. Suasana betul-betul seperti operasi gabungan, tapi tertib. Baca Juga: Update Lalin Truk di Kawasan MTQ Kendari.

Aturan BPTD Sultra: Truk Kontainer Tanpa STID Siap-Siap Ditahan

BPTD Sultra menekankan, mulai diberlakukannya aturan ini, truk kontainer yang belum punya STID Kendari bakal kena sanksi tegas. Bukan main-main, Bosku! Bisa-bisa ditolak masuk, diperiksa lebih detail, bahkan diminta putar balik sampai kelengkapan administrasinya beres. Aih, yang biasa gas langsung dari bongkar muat, sekarang harus pastikan dulu kode STID-nya aktif di sistem.

“Tenang saja, aman ji itu barang kalau urusannya lengkap. Kami cuma mau tertibkan saja, supaya semua data kendaraan tercatat resmi,” begitu kira-kira penjelasan singkat dari pihak terkait yang kami dapatkan di lokasi. Mereka juga imbau kepada pengusaha angkutan dan pemilik truk agar jangan tunggu pi besok, segera urus STID supaya operasionalnya tidak terganggu.

Di lapangan, kru melihat sendiri: ada barisan truk kontainer yang terparkir rapi sambil menunggu pengecekan. Sebagian sopir terlihat sibuk menghubungi kantor atau pemilik armada, memastikan nomor STID Kendari mereka sudah terekam. “Kalau susah begini, kita yang di lapangan ini yang repot, tapi kalau untuk keamanan, ya kita ikut aturan ji toh,” kata seorang sopir dengan nada pasrah namun tetap mengerti situasi.

Bagi warga yang sering melintas di sekitar kawasan Pelindo, terutama arah ke By Pass dan simpang Pasar Baru, potensi kepadatan lalu lintas bisa meningkat kalau banyak truk tertahan di area gerbang. Baca Juga: Kondisi Terbaru Kemacetan di Pasar Baru Kendari untuk antisipasi rute harianmu, Bosku!

Dampak STID Kendari ke Sopir Truk, Perusahaan, dan Warga

Astaga, kalau bicara dampak, ini bukan cuma soal pelabuhan saja. Penerapan STID Kendari ini mengena ke banyak pihak: sopir, perusahaan ekspedisi, pengelola pelabuhan, sampai warga di luar yang merasakan efek lalu lintas. Pertama, bagi sopir truk, mereka wajib memastikan kendaraannya terdaftar resmi dan datanya benar. Kalau sebelumnya ada yang masih pakai kendaraan “numpang nama” atau belum tertata administrasinya, sekarang mau tidak mau harus dibenahi mi.

Kedua, bagi perusahaan dan pemilik armada, sistem ini membuat mereka lebih mudah dipantau. Aih, nda ada obatnya kalau bicara transparansi, semua terekam: nomor truk, rute, dan aktivitas di pelabuhan. Ini juga sejalan dengan upaya digitalisasi layanan logistik nasional yang sedang digenjot pemerintah. Bagi dunia usaha yang sudah tertib, aturan ini justru jadi keuntungan karena mengurangi persaingan tidak sehat dari armada yang tidak resmi.

Ketiga, bagi warga Kota Kendari, dampaknya lebih ke kelancaran dan keamanan. Kalau arus truk di pelabuhan tertata, risiko antrian liar sampai ke jalan utama bisa ditekan. Bayangkan kalau tanpa pengaturan, lautan truk bisa memanjang sampai ke akses kota, bikin macet mi masyarakat yang mau ke kantor, kampus, atau belanja di sekitar pusat kota. Baca Juga: Respons Pemkot Kendari Soal Penataan Lalu Lintas Pelabuhan untuk lihat bagaimana pemerintah kota ikut memantau kondisi ini.

Cara Urus STID Kendari: Jangan Tunggu Pi Macet di Gerbang Pelabuhan

Sobat Kendari, khususnya para bos ekspedisi dan sopir andalan, kuncinya satu: jangan tunggu pi ditolak di gerbang baru urus STID Kendari. Informasi di lapangan menyebutkan, pengurusan STID dapat dilakukan melalui sistem yang sudah disiapkan oleh pengelola pelabuhan dan instansi terkait. Biasanya melibatkan data kendaraan (nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin), data pemilik, dan dokumen legalitas usaha.

“Lebih baik capek sedikit di awal urus dokumen, daripada repot di kemudian hari pas muatan sudah jalan,” komentar salah satu pengurus perusahaan logistik yang kami temui di area parkir Pelindo Kendari. Weh, menyala abangku! Betul juga, toh. Kalau sudah lengkap, operasi harian bisa jalan mulus tanpa drama.

Warga Kota Lulo! Dari pantauan langsung di lokasi, penerapan aturan ini memang bikin kaget awal-awal, tapi kalau dilihat dari sisi keamanan dan ketertiban, ada manfaat besar yang bisa dirasakan bersama. Kita tunggu pi perkembangan berikutnya dari BPTD Sultra dan pengelola pelabuhan, apakah akan ada masa penyesuaian atau justru diperketat lagi. Untuk sementara, yang jelas: truk kontainer di Pelindo Kendari sekarang wajib mi, tidak bisa tawar-tawar, harus kantongi STID Kendari.

Kita akan terus kawal isu ini, Bosku, supaya operasional pelabuhan tetap jalan, sopir tidak terlalu terbebani, dan warga Kota Kendari tetap bisa menikmati aktivitas harian tanpa dihantui macet parah. Mantap djiwa kalau semua tertib dan aman ji!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan