Beranda / Peristiwa / Soliditas Politik: 3 Fakta Geger Musda Golkar Kendari

Soliditas Politik: 3 Fakta Geger Musda Golkar Kendari

Soliditas politik di Musda Golkar Kendari dengan Wali Kota memberikan sambutan
0 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

Beritakotakendari.comSoliditas politik bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Reporter lapangan paling heboh se-Sultra lagi berdiri tepat di sekitar arena Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Kendari. Suasana di dalam ruangan ini panas dingin campur aduk, tapi tetap tertib ji, karena Wali Kota Kendari sendiri turun langsung mendorong persatuan demi kesejahteraan rakyat. Aih, menyala abangku, ini bukan Musda biasa, ini arena penentuan arah politik kota lulo ke depan!

Soliditas Politik di Musda Golkar Kendari Demi Rakyat Kecil

Warga Kota Lulo, situasinya begini mi: di tengah dinamika politik jelang kontestasi besar berikutnya, Wali Kota Kendari hadir di Musda Golkar dan menyuarakan satu pesan utama: soliditas politik dulu, baru bicara kekuasaan. “Kalau kita pecah, yang rugi rakyat kassian,” begitu kira-kira garis besar pesan yang beliau tekankan di podium.

Di dalam ruangan Musda, para kader, pengurus, dan simpatisan Golkar duduk rapi, tapi dari sorot mata mereka kelihatan toh, mereka paham ini momen krusial. Lautan kader kuning ini seperti alarm politik yang lagi berbunyi: kalau kompak, arah pembangunan Kota Kendari bisa lebih kencang, kalau terbelah, bisa-bisa program kerakyatan tersendat pi.

Sambil memegang mikrofon, Wali Kota mengajak semua faksi di internal partai menurunkan tensi, menguatkan komunikasi, dan mengutamakan program nyata buat masyarakat: infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi. Astaga, ini bukan hanya soal rebutan kursi, tapi soal masa depan warga Mandonga, Puuwatu, Baruga, sampai Abeli.

Baca Juga: Dinamika Politik Terkini di Pemkot Kendari

Wali Kota Kendari Tekankan Soliditas Politik dan Stabilitas

Sobat Kendari, Wali Kota sadar betul, tanpa soliditas politik, roda pemerintahan bisa tersendat. Ia menegaskan, hubungan eksekutif dan kekuatan politik di legislatif perlu dijaga harmonis. Tenang mi, bukan berarti tidak boleh beda pendapat, tapi perbedaan itu harus diarahkan untuk mengoreksi dan memperkaya kebijakan, bukan saling jegal ji.

Di sela-sela Musda, beberapa elit partai tampak berbisik serius, tetapi suasananya tetap kondusif. Moderator sidang Musda berkali-kali mengingatkan agar forum dijaga damai dan produktif. Aih, ngeri kalau sampai ricuh, bisa viral satu Sultra toh. Namun hingga laporan ini disusun, situasi di arena Musda masih terkendali, hanya sesekali diselingi tepuk tangan gemuruh saat Wali Kota menyebut kata kunci: persatuan, kesejahteraan, dan keberlanjutan pembangunan.

Baca Juga: Agenda Strategis Pembangunan di Pasar Baru Kendari

Musda Golkar Kendari, Ajang Konsolidasi Bukan Ajang Pecah Kongsi

Weh, menyala abangku, Musda kali ini memang digadang-gadang jadi ajang konsolidasi akbar. Wali Kota mengingatkan, dinamika internal partai itu wajar, tapi jangan sampai pecah kongsi. Ia mengajak semua pihak mengedepankan musyawarah mufakat, bukan saling menjatuhkan di belakang layar.

“Perbedaan pilihan di internal itu biasa, tapi di luar kita harus tetap satu barisan demi masyarakat,” begitu kurang lebih pesan yang disampaikan. Di luar gedung, beberapa simpatisan menunggu hasil sidang sambil berdiskusi soal arah dukungan politik ke depan. Suasana seperti ini bikin senam jantung ji, tapi inilah warna demokrasi di Kota Kendari.

Soliditas Politik dan Dampaknya ke Program Kesejahteraan

Saudara-saudaraku, kenapa soliditas politik ini dibahas begitu serius mi? Karena setiap gesekan di elite bisa berdampak langsung ke program di bawah. Misalnya, percepatan infrastruktur jalan lingkungan, penataan drainase, bantuan UMKM, sampai dukungan ke event besar seperti MTQ dan kegiatan budaya Kota Lulo.

Kalau hubungan antar kekuatan politik kompak, pembahasan anggaran di dewan bisa lebih cepat, program eksekutif lebih mudah dieksekusi. Tapi kalau terbelah, bisa tertunda pi pembahasan, masyarakat yang menunggu bantuan jadi korban, kassian. Itulah kenapa Wali Kota menekankan, Musda bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi ketua, tapi siapa yang sanggup menjaga kekompakan dan mendukung program kerakyatan.

Baca Juga: Event MTQ dan Peran Pemkot Kendari dalam Pembinaan Umat

Pesan Persatuan untuk Seluruh Kader dan Warga Kota Lulo

Di ujung sambutannya, Wali Kota Kendari mengajak semua kader Golkar dan seluruh masyarakat untuk bijak menyikapi dinamika politik. Ia mengingatkan agar jangan mudah terprovokasi oleh isu liar di media sosial. Tenang ji, cek informasi baik-baik dulu, jangan langsung sebar, apalagi yang bisa memecah belah.

Warga Kota Lulo di luar gedung, dari pedagang kecil sampai tukang ojek online, pada dasarnya cuma mau satu: hidup lebih sejahtera, aman, dan nyaman. Jadi, elit politik diingatkan untuk menahan diri, mengedepankan dialog, dan menunjukan kedewasaan berdemokrasi. Aih, kalau elitnya dewasa, warganya juga adem ji.

Dari arena Musda Golkar Kota Kendari ini, pesan yang paling keras bergema adalah: jaga soliditas politik, utamakan kesejahteraan rakyat, dan rawat persaudaraan di Kota Lulo. Deh, nda ada obatnya kalau semua bisa kompak begitu, pembangunan bisa tancap gas, dan Kendari bisa melaju lebih kencang lagi sebagai ibu kota Sulawesi Tenggara yang makin maju.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %