Beranda / Peristiwa / Shalat Idul Fitri: 5 Momen Viral Gegerkan Papalimba

Shalat Idul Fitri: 5 Momen Viral Gegerkan Papalimba

Shalat Idul Fitri di RTH Papalimba Puday Kendari dengan jamaah memadati lapangan terbuka
0 0
Read Time:5 Minute, 32 Second

Beritakotakendari.comShalat Idul Fitri bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Ribuan jamaah tumpah ruah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba, Kelurahan Puday, sejak sebelum subuh. Aih, lautan manusia betul, suasana religius bercampur haru, bahagia, dan rasa syukur yang menyala abangku di tepian Teluk Kendari.

Dari pantauan langsung di lokasi, udara pagi yang masih sejuk langsung dipanaskan oleh antusias warga. Warga Kota Lulo datang berbondong-bondong, ada yang jalan kaki, ada yang naik motor berkonvoi keluarga, lengkap dengan sajadah, mukena, dan sarung andalan. Astaga, parkiran sampai meluber ke jalan akses, padat mi tapi tetap tertib ji, tertata rapi oleh panitia dan petugas keamanan.

Shalat Idul Fitri di RTH Papalimba Puday Kendari

Shalat Idul Fitri di RTH Papalimba Puday ini jadi magnet utama warga pesisir Kendari bagian timur. Lokasi yang menghadap langsung ke kawasan Teluk Kendari membuat pemandangan saat matahari mulai muncul itu, deh, nda ada obatnya! Sambil menunggu takbir dikumandangkan, suara gemuruh takbir jamaah bersahutan, bikin suasana senam jantung tapi versi haru bahagia, saudara-saudaraku.

Panitia penyelenggara sudah bersiap sejak dini hari. Garis-garis shaf ditata rapi, sound system dicek berulang, dan jalur masuk-keluar jamaah diatur sedemikian rupa supaya tidak terjadi penumpukan. “Tenang saja, aman ji itu barang, kami sudah simulasi parkir dan alur masuk,” ujar salah satu panitia yang ditemui di sisi timur lapangan, dengan nafas masih terengah-engah mengatur arus kendaraan.

Warga dari berbagai kecamatan mulai berdatangan, mulai dari Kendari, Abeli, Nambo, sampai Poasia. Beberapa jamaah mengaku sengaja memilih RTH Papalimba karena suasananya yang terbuka, dekat laut, dan terasa lebih lapang. Baca Juga: Jadwal Kegiatan Keagamaan Resmi Pemkot Kendari untuk tahu lokasi-lokasi alternatif Shalat Id di tahun depan, Bosku.

5 Momen Geger Paling Berkesan Saat Shalat Idul Fitri

Walaupun suasana khusyuk, tetap ada beberapa momen yang bikin geger tapi manis di hati, Warga Kota Lulo. Berikut lima momen yang paling mencuri perhatian di RTH Papalimba Puday:

1. Lautan Jamaah Menghampar Sampai ke Tepi Jalan

Sebelum azan subuh berkumandang di masjid-masjid sekitar, jamaah sudah mulai menggelar sajadah. Dalam hitungan jam, lapangan hijau RTH Papalimba berubah jadi karpet besar penuh warna mukena dan sarung. Aih, dari arah pintu masuk sampai mendekati bibir teluk, semua shaf terisi rapat. “Ramai sekali mi tahun ini, lebih padat dari tahun lalu toh,” komentar seorang ibu dari kawasan Abeli sambil menggandeng anaknya yang baru pertama kali Shalat Id di lapangan.

Petugas keamanan dan relawan ormas Islam tampak mondar-mandir mengarahkan jamaah baru yang datang, supaya isi shaf depan dulu. Situasi padat begini biasanya rawan riuh, tapi kali ini tertib ji, semua nurut arahan. Mantap djiwa koordinasinya, kassian kalau panitia sampai kewalahan.

2. Takbir Menggema Berbalut Angin Pagi Teluk Kendari

Satu lagi momen yang bikin merinding: gema takbir yang memantul di atas permukaan Teluk Kendari. Angin pagi sepoi-sepoi membawa suara takbir dari pengeras suara, bersatu dengan lantunan jamaah di segala penjuru lapangan. Weh, menyala abangku suasananya, bikin hati luluh lembut, dosa-dosa langsung terasa menumpuk, mau taubat massal rasanya.

Imam dan khatib naik ke panggung kecil yang disiapkan panitia. Suara mereka terdengar jelas, teknis sound system paten ji, tidak ada dengung atau pecah. Ini penting toh, karena dengan jamaah sebanyak itu, kalau suara imam putus-putus bisa kacau shalatnya. Baca Juga: Pembenahan RTH dan Taman Kota oleh Pemkot Kendari yang bikin area seperti Papalimba makin layak jadi lokasi ibadah terbuka.

3. Anak Kecil Baris di Shaf Depan, Bikin Senyum Satu Lapangan

Di tengah barisan jamaah dewasa, beberapa anak kecil berpeci dan berbaju koko putih tampak berusaha serius mengikuti gerakan shalat. Sesekali mereka terlambat rukuk atau terlalu cepat sujud, tapi langsung melihat kanan-kiri untuk menyesuaikan. Aih, lucu sekali mi, bikin senyum satu lapangan. “Biar salah gerakan sedikit, yang penting mereka belajar dulu ji,” kata seorang ayah muda dari Mandonga yang datang bersama dua anaknya.

Momen seperti ini jadi pengingat bahwa Shalat Idul Fitri bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi juga pendidikan karakter dan keimanan untuk generasi kecil. Kassian kalau mereka tidak diajak, hilang nuansa kebersamaan keluarga di hari raya. Banyak juga yang setelah shalat langsung foto keluarga di tepi lapangan, dengan latar langit pagi yang perlahan cerah.

4. Khotbah Singgung Persatuan Warga Kendari

Dalam khotbah Shalat Idul Fitri di RTH Papalimba, khatib menekankan pentingnya menjaga persatuan dan saling memaafkan di tengah perbedaan. Isu ekonomi, politik, dan dinamika sosial Kota Kendari disinggung halus tapi menohok. “Kita ini satu keluarga besar warga pesisir, warga gunung, warga pasar. Jangan mudah diadu domba, jangan mudah tersulut hoaks,” begitu kurang lebih pesan khatib yang disambut anggukan jamaah.

Astaga, kalau dengar kalimat begitu di tengah suasana hening dan khusyuk, rasanya menusuk sampai ke hati. Apalagi di momen lebaran, saat orang lagi sibuk maaf-maafan. Baca Juga: Agenda Resmi MTQ dan Kegiatan Keagamaan di Kendari untuk melihat bagaimana semangat kebersamaan ini turut dihidupkan lewat event tingkat kota dan provinsi.

5. Silaturahmi Massal Usai Shalat, Jalanan Macet tapi Penuh Canda

Selesai Shalat Idul Fitri dan khotbah, lapangan RTH Papalimba langsung berubah jadi arena silaturahmi massal. Orang saling salaman, berpelukan, minta maaf, foto bareng; suasana haru bercampur tawa. Banyak juga yang buka kotak kue dan minuman ringan untuk disantap bersama keluarga sebelum pulang. Singkatnya, Papalimba jadi ruang keluarga raksasa Kota Kendari pagi itu.

Di sisi lain, akses jalan keluar area memang agak tersendat. Motor dan mobil bergerak pelan, sedikit macet mi, tapi orang-orang tetap sabar ji, sambil senyum dan melambai ke kerabat yang mereka temui di jalan. “Biasa toh, Idul Fitri memang begini, yang penting bisa Shalat Id dulu sama keluarga,” kata seorang bapak dari Poasia yang terjebak macet ringan di pintu keluar.

Makna Shalat Idul Fitri di RTH Papalimba Bagi Warga Kota Lulo

Shalat Idul Fitri di RTH Papalimba Puday bukan sekadar soal lokasi yang lapang dan view yang cantik. Buat banyak jamaah, ini adalah simbol kebersamaan baru Kota Kendari yang terus berkembang. Ruang terbuka hijau berubah fungsi sementara menjadi masjid raksasa di bawah langit terbuka. Ini memberi pesan kuat bahwa ibadah dan ruang publik bisa berjalan beriringan, asal dikelola baik dan saling menghormati.

Warga berharap, tahun-tahun berikutnya fasilitas di RTH Papalimba makin dilengkapi: penambahan toilet umum, area wudhu permanen, peneduh di beberapa titik, dan pengaturan parkir yang lebih luas. “Kalau begini terus, enak mi Shalat Id di sini tiap tahun. Tinggal Pemkot tambah beberapa fasilitas ji, biar makin nyaman toh,” harap seorang jamaah yang rutin Shalat Id di Papalimba sejak pertama kali dibuka.

Untuk Sobat Kendari yang tahun ini belum sempat merasakan atmosfer Shalat Idul Fitri di RTH Papalimba Puday, catat pi dari sekarang. Kalau perlu, berangkat lebih awal, bawa sajadah tipis, air minum, dan pastikan ikut arahan panitia. Situasi padat tapi tertib seperti ini hanya bisa terjaga kalau semua ikut kerja sama. Aih, semoga tahun depan suasana geger bahagia ini terulang lagi, lebih rapi, lebih khusyuk, dan makin membanggakan Kota Lulo tercinta.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan