Beritakotakendari.com – SERAMBI 2026 bikin geger satu Kota Kendari mi, Bosku! Dari halaman kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara di Kendari, suasana pagi ini serasa rapat akbar ekonomi se-Sultra. Alarm geliat ekonomi berbunyi nyaring, karena BI Sultra resmi menyalakan Kick-Off SERAMBI 2026 dengan komitmen dana fantastis: sekitar Rp1,2 triliun siap digelontorkan perlahan, bikin jantung pelaku usaha sampai pemda senam jantung, aih ngeri!
Warga Kota Lulo, ini bukan acara biasa ji. Di balik seremoni Kick-Off SERAMBI 2026, ada strategi besar untuk memperkuat ketersediaan uang rupiah layak edar, mendukung aktivitas ekonomi, sampai dorong inklusi keuangan di pelosok Sultra. Weh, menyala abangku, skema ini kalau tepat sasaran bisa jadi bensin turbo buat ekonomi daerah kita.
SERAMBI 2026 BI Sultra: Apa Itu dan Kenapa Heboh?
Program SERAMBI 2026 ini, Sobat Kendari, adalah kerangka kerja Bank Indonesia untuk pengelolaan kas dan distribusi uang rupiah secara lebih modern dan efisien hingga tahun 2026. Di Sultra, BI Perwakilan Sulawesi Tenggara mengambil start lebih gaspol dengan Kick-Off resmi yang menandai penguatan layanan kas untuk masyarakat hingga pelosok kepulauan.
Dari pantauan langsung di lokasi, pejabat BI Sultra memaparkan bahwa sekitar Rp1,2 triliun disiapkan sebagai proyeksi kebutuhan uang rupiah yang akan beredar di wilayah Sultra. Bukan sekadar angka di atas kertas toh, tapi benar-benar uang yang akan bergerak melalui perbankan, layanan kas keliling, hingga peredaran di pasar-pasar tradisional dan modern.
Suasana di aula BI Sultra tadi pagi penuh kursi terisi, lautan undangan dari perbankan, pelaku usaha, hingga perwakilan pemerintah daerah. Semua pasang telinga, karena SERAMBI 2026 diharapkan jadi penopang transaksi pada momen-momen puncak seperti Ramadan, Idulfitri, akhir tahun, sampai event besar daerah seperti MTQ dan hajatan pemerintah provinsi. Baca Juga: Jadwal dan Update MTQ Tingkat Sultra di Kendari.
5 Fakta Penting SERAMBI 2026 di Sultra yang Wajib Tahu
Aih, supaya tidak ketinggalan informasi, ini dia lima poin penting dari Kick-Off SERAMBI 2026 BI Sultra yang barusan berlangsung di Kendari:
1. Komitmen Dana Rp1,2 Triliun, Bukan Main Bosku!
Pejabat BI Sultra menyampaikan proyeksi kebutuhan uang tunai sekitar Rp1,2 triliun sepanjang periode program. Angka ini mencakup kebutuhan uang kartal (uang kertas dan logam) untuk menunjang transaksi di seluruh kabupaten/kota di Sultra.
Tenang ji, dana ini bukan dihambur-hamburkan, tapi untuk memastikan warga bisa mendapat uang layak edar, tidak lusuh, tidak rusak, dan cukup tersedia, terutama jelang hari-hari besar keagamaan. Ini juga menyasar daerah yang akses banknya masih terbatas. Baca Juga: Perkembangan Ekonomi dan Pasar Baru di Kota Kendari.
2. Fokus SERAMBI 2026: Uang Layak Edar Sampai Pelosok
SERAMBI 2026 menekankan distribusi uang layak edar hingga ke wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Sultra. Jadi bukan cuma Kendari mi yang dapat perhatian, tapi juga Konawe Kepulauan, Buton, Wakatobi, Kolaka Utara, sampai daerah-daerah yang mesti ditempuh dengan kapal atau jalan berjam-jam.
Tim kas keliling BI bersama perbankan akan rutin turun lapangan, menukar uang masyarakat yang lusuh atau rusak dengan uang baru, dan memantau kebutuhan kas di berbagai titik ekonomi strategis seperti pasar, pelabuhan, hingga kawasan wisata. Aih, kalau ini berjalan konsisten, warga di pelosok bisa bilang, “Aman ji uang kecil untuk belanja harian, nggak susah lagi cari kembalian”.
3. Sinergi BI, Bank, dan Pemda: Kolaborasi Gaspol Sampai 2026
Warga Kota Lulo, di ruang pertemuan tadi jelas terlihat, Kick-Off SERAMBI 2026 bukan kerja BI sendirian toh. Ada sinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah. Perwakilan pemda diajak untuk memperkuat titik layanan kas, mendukung sosialisasi uang rupiah, dan mengatur jadwal layanan kas keliling jelang momen ramai seperti gaji PNS, pencairan bantuan sosial, dan hari besar.
Pemerintah kota dan provinsi juga diharapkan memanfaatkan program ini untuk mendorong literasi keuangan masyarakat. Di Kendari sendiri, Pemkot bisa memadukan agenda SERAMBI dengan edukasi transaksi non-tunai di pusat pemerintahan dan fasilitas publik. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Transformasi Digital.
4. Antisipasi Lonjakan Transaksi: Ramadan Sampai Akhir Tahun
Kick-Off dilakukan sekarang supaya ada waktu cukup untuk penyesuaian sebelum masuk siklus ekonomi padat. BI Sultra menyiapkan skenario kebutuhan kas untuk Ramadan, Idulfitri, dan akhir tahun. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan transaksi tunai bisa sangat drastis, membuat perbankan harus ekstra sigap.
Dengan kerangka SERAMBI 2026, segala perhitungan kebutuhan kas lebih terukur. Kalau dulu-dulu masyarakat antre panjang di kas keliling karena stok uang baru terbatas, kali ini diupayakan agar distribusinya lebih merata. Tenang saja, aman ji itu barang kalau semua pihak disiplin jalankan peran masing-masing.
5. Edukasi Cinta Rupiah dan Waspada Uang Palsu
Bukan cuma soal jumlah uang, program SERAMBI 2026 juga menyentuh aspek edukasi. BI Sultra menegaskan akan menggencarkan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah, cara merawat uang, hingga ajakan memakai rupiah secara bangga.
Di sela-sela Kick-Off, ditampilkan juga materi visual tentang cara 3D (dilihat, diraba, diterawang) untuk mengenali uang asli. Aih, penting sekali ini, supaya warga tidak jadi korban uang palsu. Apalagi di pasar-pasar besar seperti Pasar Baru dan sentra kuliner malam, perputaran uang tunai sangat tinggi. Kalau kita semua paham, risiko tertipu bisa ditekan pi pelan-pelan.
Dampak SERAMBI 2026 untuk Warga Kendari dan Sultra
Sobat Kendari, pertanyaan paling penting: “Apa manfaatnya buat kita di lapangan toh?” Dari penjelasan BI Sultra, setidaknya ada beberapa dampak langsung yang bisa dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.
Mudah Dapat Uang Pecahan Kecil dan Uang Baru
Pedagang di pasar, sopir angkot, ojek, sampai pelaku UMKM sering mengeluh kesulitan uang pecahan kecil. Dengan penguatan program kas keliling dalam kerangka SERAMBI 2026, diharapkan keluhan ini bisa berkurang. Warga bisa menukar uang lusuh dengan yang lebih layak, dan pedagang tidak pusing lagi soal kembalian.
Kepercayaan Ekonomi Daerah Meningkat
Ketika pasokan uang tunai aman dan terkelola baik, kepercayaan terhadap sistem pembayaran juga ikut naik. Investor dan pelaku usaha yang masuk ke Sultra melihat bahwa infrastruktur kas dijaga oleh BI dan jaringan perbankan, sehingga transaksi bisnis bisa berjalan lebih lancar.
Warga Kota Lulo, dari halaman kantor BI Sultra ini terasa sekali semangat “gaspol tapi terukur”. Kick-Off SERAMBI 2026 bukan cuma acara seremonial, tapi sinyal kuat bahwa pengelolaan rupiah di Sulawesi Tenggara digarap serius sampai tahun 2026. Astaga, kalau konsisten begini, ekonomi daerah bisa makin menyala abangku. Kita tunggu pi implementasinya di lapangan, dan tentu tim Beritakotakendari.com bakal terus kawal perkembangan ini, aman ji!





Average Rating