Beranda / Peristiwa / Sentra Kemensos Kendari: 4 Fakta Geger Penyelamatan ODGJ

Sentra Kemensos Kendari: 4 Fakta Geger Penyelamatan ODGJ

Tim Sentra Kemensos Kendari mengevakuasi 4 ODGJ di Buton Tengah
0 0
Read Time:4 Minute, 35 Second

Beritakotakendari.comSentra Kemensos Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Tim sigap dari Kemensos RI yang bermarkas di Kendari ini turun tangan langsung menangani dan menyelamatkan empat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Buton Tengah. Aih, situasi di lapangan tadi betul-betul seperti operasi kemanusiaan skala besar, senam jantung ji kita lihat, tapi menyentuh hati sekali Toh.

Reporter Beritakotakendari.com melaporkan langsung dari Buton Tengah, di mana empat ODGJ yang selama ini berkeliaran tanpa penanganan medis memadai akhirnya diangkut dengan prosedur aman menuju layanan rehabilitasi. Tenang mi, semua dilakukan sesuai standar kesehatan ji, melibatkan tenaga medis, aparat desa, dan pemerintah daerah.

Menurut informasi yang dihimpun, gerak cepat Sentra Kemensos Kendari ini tidak cuma soal razia sembarang, tapi betul-betul asesmen sosial, medis, dan identitas keluarga. Weh, menyala abangku, ini baru pelayanan negara hadir di tengah warga! Baca Juga: Program Sosial Viral di Kota Kendari dan Baca Juga: Layanan Kesehatan Jiwa di RS Jiwa Kendari untuk gambaran lebih luas soal penanganan ODGJ di Sulawesi Tenggara.

Sentra Kemensos Kendari Selamatkan 4 ODGJ di Buton Tengah

Saudara-saudaraku, kronologi lengkapnya begini mi. Tim Sentra Kemensos Kendari menerima laporan adanya beberapa ODGJ yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di salah satu kecamatan di Buton Tengah. Ada yang sudah bertahun-tahun diikat, ada yang berkeliaran di jalan raya, situasi senam jantung betul bagi pengguna jalan dan warga sekitar.

Setelah koordinasi dengan Dinas Sosial setempat, aparat kecamatan, dan puskesmas, tim gabungan bergerak sejak pagi buta. Proses evakuasi tidak asal tangkap Toh, tapi diawali pendekatan persuasif. Ada psikolog, pekerja sosial, dan petugas medis yang menjelaskan ke keluarga dan warga sekitar.

Empat ODGJ itu kemudian dipindahkan menggunakan kendaraan khusus yang sudah disterilkan dan dilengkapi perlengkapan medis darurat. Aih, ngeri kalau dibayangkan mereka dibiarkan terus di jalanan, tapi sekarang aman ji bosku, sudah di bawah pantauan langsung tenaga profesional.

Tak cuma itu, pihak Sentra juga memetakan data keluarga, riwayat penyakit, dan kondisi ekonomi. Hal ini penting mi supaya intervensi bukan sekali datang lalu hilang, tapi berkelanjutan. Skemanya bisa berupa rujukan ke rumah sakit jiwa, program rehabilitasi sosial, sampai bantuan sosial untuk keluarga terdampak.

Penanganan ODGJ: Cara Kerja Sentra Kemensos Kendari di Lapangan

Warga Kota Lulo, biar jelas Toh, kita uraikan bagaimana pola kerja Sentra Kemensos Kendari di lapangan. Ini bukan operasi main-main, tapi terukur dan terstruktur. Tim selalu mulai dengan pendataan awal berbasis laporan warga dan pemerintah desa, lalu melakukan survei langsung ke lokasi.

Di Buton Tengah, tim mendatangi satu per satu rumah dan titik di mana ODGJ biasa terlihat. Komunikasi dengan keluarga jadi kunci. Banyak keluarga sebenarnya sudah lelah dan bingung Mi, tidak tahu harus bawa ke mana, apalagi biaya dan jarak ke fasilitas kesehatan jiwa tidak dekat.

Setelah mendapat persetujuan keluarga, barulah intervensi dilakukan. Petugas memakai alat pelindung, karena faktor keamanan dan kesehatan. Kalau ODGJ sedang agresif, ada teknik khusus penenangan yang digunakan, bukan kekerasan Toh. Di situ peran tenaga medis sangat menentukan, termasuk pemberian obat penenang jika benar-benar darurat.

Begitu tiba di fasilitas rujukan, rangkaian pemeriksaan lanjutan dilakukan: cek fisik, kondisi mental, dan latar belakang sosial. Dari sini disusun rencana penanganan jangka menengah dan panjang. Mantap djiwa kalau pola ini bisa berkelanjutan sampai ke desa-desa lain di Sulawesi Tenggara.

Untuk pembaca yang penasaran dengan kebijakan Pemkot Kendari soal isu sosial, bisa pantau juga Baca Juga: Program Pemkot Kendari untuk Kaum Rentan dan update kegiatan di kawasan perdagangan seperti Baca Juga: Suasana Pasar Baru Kendari Pagi Hari yang sering jadi lokasi mobilitas tinggi warga termasuk ODGJ.

Dukungan Pemda dan Warga: Kunci Sukses di Buton Tengah

Aih, kalau pemda dan warga tidak kompak, susah mi operasi kemanusiaan begini. Untungnya di Buton Tengah, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat turun langsung. Mereka bantu menjelaskan ke warga bahwa ODGJ itu bukan sekadar “orang mengganggu” di jalan, tapi pasien yang harus ditolong.

Beberapa warga awalnya takut, ada juga yang ragu, tapi setelah dijelaskan bahwa ada Sentra Kemensos Kendari yang siap menanggung proses rehabilitasi sosial, barulah mereka tenang ji. Di sinilah pentingnya sosialisasi rutin, supaya masyarakat tidak lagi mengurung atau mengikat anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa.

Sobat Kendari, ini momen refleksi untuk kita semua Toh. Di jalan-jalan Mandonga, Wuawua, sampai ke perbatasan Ranomeeto, kita sering lihat orang dengan gejala gangguan jiwa berkeliaran. Jangan cuma rekam video pi bikin viral, tapi lapor ke instansi terkait. Minimal ke Dinas Sosial atau puskesmas, biar diteruskan ke Sentra Kemensos Kendari dan jaringan layanan kesehatan jiwa di daerah.

Harapan ke Depan: Jangan Tunggu Viral Baru Ditangani

Astaga, jangan sampai kita tunggu kasus ekstrem dulu baru gerak, misalnya ODGJ melukai diri sendiri atau orang lain. Itu baru panik satu kota Lulo mi. Penanganan dini jauh lebih manusiawi dan lebih murah secara biaya, ketimbang kalau sudah terlambat.

Langkah Sentra Kemensos Kendari di Buton Tengah ini harus jadi contoh untuk kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara. Dengan koordinasi lintas sektor, dari desa sampai provinsi, penanganan ODGJ bisa lebih sistematis. Ingat Toh, ini bukan cuma urusan kesehatan, tapi juga kemanusiaan dan ketertiban umum.

Weh, menyala abangku dan kakakku semua yang peduli! Kalau di lingkunganmu ada kasus serupa, jangan diam ji. Komunikasi dengan RT/RW, kepala desa, atau dinas sosial setempat. Pelan-pelan pi kita bangun kultur bahwa gangguan jiwa itu penyakit yang bisa ditangani, bukan aib yang harus disembunyikan.

Pada akhirnya, kerja besar seperti di Buton Tengah ini hanya permulaan. Semoga Sentra Kemensos Kendari terus dapat dukungan anggaran, tenaga profesional, dan jaringan layanan sampai ke pelosok. Lautan manusia yang butuh bantuan di luar sana menunggu uluran tangan. Aih, nda ada obatnya kalau semua pihak kompak begini, hasilnya pasti bikin bangga satu Sulawesi Tenggara.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan