Beranda / Peristiwa / Safety Riding: 5 Fakta Geger Edukasi Pelajar Kendari

Safety Riding: 5 Fakta Geger Edukasi Pelajar Kendari

Pelatihan Safety Riding Asmo Sulsel untuk pelajar SMK Satria Kendari
0 0
Read Time:3 Minute, 54 Second

Beritakotakendari.comSafety Riding bikin geger satu halaman SMK Satria Kendari, Bosku! Sejak pagi buta, halaman sekolah di jantung Kota Lulo itu disulap jadi arena edukasi berkendara super heboh. Bukan sekadar gaya-gayaan naik motor, tapi bicara soal nyawa, keselamatan, dan masa depan anak muda Kendari yang tiap hari melintasi jalanan padat dari Anduonohu sampai Wuawua.

Tim Asmo Sulsel datang lengkap dengan instruktur andal, unit motor demo, sampai alat simulasi. Weh, menyala abangku! Suasana mirip launching motor baru, tapi isinya full materi keselamatan. “Berkendara itu bukan cuma skill, tapi sikap dan tanggung jawab,” tegas instruktur di depan ratusan pelajar yang berbaris rapi di halaman sekolah.

Safety Riding di SMK Satria Kendari: Lautan Pelajar Antusias

Warga Kota Lulo! Pagi itu, situasi di SMK Satria Kendari benar-benar macam lautan manusia. Ratusan pelajar berseragam, berjejer rapi, fokus dengar penjelasan soal Safety Riding. Aih, jarang-jarang ji anak sekolah bisa khusyuk begitu, toh. Biasanya kalau acara sosialisasi, ada saja yang main HP di belakang.

Instruktur Asmo Sulsel memulai dengan data mencekam soal kecelakaan lalu lintas yang banyak melibatkan pelajar usia produktif. “Astaga!” terdengar dari barisan siswa ketika dijelaskan berapa banyak kasus yang sebenarnya bisa dihindari kalau pakai helm standar dan taat aturan. Instruktur menekankan 5 poin penting: penggunaan helm SNI, posisi berkendara yang benar, disiplin marka jalan, batas kecepatan, dan larangan keras berkendara sambil main HP.

Baca Juga: Suasana Pagi di Perempatan MTQ Kendari yang Sering Macet mempertegas betapa padatnya jalur yang setiap hari dilalui para pelajar. “Di jalan-jalan sekitar MTQ itu, kalau salah sedikit saja bisa berakibat fatal, makanya edukasi seperti ini wajib mi,” ujar salah satu guru BK yang ditemui reporter lapangan paling heboh se-Sultra ini.

Simulasi Safety Riding: Dari Helm Sampai Rem Mendadak

Setelah pemaparan teori, suasana makin panas, Saudara-saudaraku! Masuk ke sesi simulasi. Satu per satu siswa dipanggil untuk praktik pakai helm yang benar. Bukan asal masuk kepala lalu dikancing, tapi diperiksa kekencangan tali, posisi pelindung, sampai cara membuka dan menutup dengan cepat. “Kalau talinya longgar begitu, percuma ji, sama saja tidak pakai,” tegur instruktur.

Lalu, ada pula simulasi rem mendadak. Di area parkir yang disterilkan, instruktur menunjukkan bagaimana jarak aman pengereman dan apa yang terjadi kalau ngerem mendadak sambil tubuh kaku. Aih, ngeri! Beberapa siswa tampak terbelalak ketika melihat demo ban menggesek aspal dan potensi motor tergelincir. Di situ mereka paham, kalau selama ini gaya berkendaranya masih banyak yang ngawur.

Baca Juga: Sorotan Jalur Padat di Sekitar Pasar Baru Kendari disinggung juga oleh instruktur. Ia mengingatkan, kawasan pasar adalah area paling berbahaya untuk ngebut. “Di Pasar Baru itu, orang keluar masuk, motor parkir sembarang, pejalan kaki menyebrang tiba-tiba. Jangan mi sok-sokan skill Valentino Rossi di situ,” candanya, disambut tawa sekaligus anggukan serius para siswa.

Edukasi Asmo Sulsel: Bukan Sekadar Promosi Motor, Ini Misi Nyawa

Beberapa orang mungkin pikir, “Ah, ini paling acara promosi mi toh.” Tapi di lapangan, nuansa yang terasa lebih seperti misi penyelamatan generasi muda. Asmo Sulsel menegaskan bahwa program Safety Riding ini rutin mereka jalankan ke sekolah-sekolah, termasuk di Kendari, sebagai bentuk tanggung jawab sosial. “Kalau kami cuma jual motor tanpa ajarkan cara berkendara yang selamat, sama saja kami tutup mata dengan angka kecelakaan,” ujar perwakilan Asmo Sulsel.

Materi diperluas ke etika berkendara: hormati pejalan kaki, jangan serobot lampu merah, jangan motong jalur semaunya. “Ingat, jalan itu bukan milik ta sendiri, tapi milik bersama,” kata instruktur. Mantap djiwa! Ini kalimat yang harus ditancap di kepala semua pengguna jalan, dari Mandonga sampai Poasia.

Baca Juga: Program Tertib Lalu Lintas yang Lagi Digenjot Pemkot Kendari juga nyambung dengan kegiatan ini. Pemerintah kota lagi gencar-gencarnya pasang rambu, garis kejut, sampai kamera pemantau. Tapi tanpa kesadaran pengguna jalan, semua itu cuma jadi pajangan ji.

Pelajar Kendari: Masa Depan di Tangan Kalian, Jangan Sia-siakan di Jalan

Di sesi akhir, suasana mendadak agak haru. Beberapa siswa bercerita pernah lihat sendiri temannya jatuh di jalan karena kebut-kebutan. Ada yang cedera ringan, ada yang sampai tidak bisa sekolah beberapa minggu. “Kassian, padahal mau berangkat belajar pi, pulang-pulang sudah di UGD,” cerita salah satu siswa.

Instruktur menutup dengan pesan menohok, “Kalian ini masa depan Kota Kendari, masa depan keluarga. Jangan mi buang masa depan hanya demi gaya, demi story Instagram naik motor tanpa helm.” Wajah-wajah pelajar terlihat lebih serius. Guru-guru juga janji akan terus mengingatkan, bukan cuma kalau ada acara seperti ini saja.

Warga Kota Lulo, jelas sekali, kegiatan Safety Riding di SMK Satria Kendari ini bukan acara biasa-biasa. Ini alarm bahaya yang dibunyikan nyaring supaya kita semua sadar: berkendara bukan sekadar skill, tapi soal sikap, tanggung jawab, dan nyawa. Jadi, kalau mau berangkat sekolah, kerja, atau sekadar keliling kota sambil nikmati sunset di Teluk Kendari, ingat mi: lengkapkan perlengkapan, taati aturan, jangan kasih kendor keselamatan, toh!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan