Beritakotakendari.com – Rute Surabaya Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Maskapai Indonesia AirAsia resmi mulai terbang di jalur Surabaya-Makassar, Palu, Kendari, dan Luwuk. Aih, suasana di Bandara Haluoleo pagi ini betul-betul macam lautan manusia, Warga Kota Lulo berjubel menanti penerbangan perdana, deg-degan senam jantung tapi bahagia mi!
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung di apron Bandara Haluoleo, menyaksikan sendiri pesawat bercat merah putih AirAsia itu mendarat mulus. Weh, menyala abangku pilot! Suara sorak penumpang, teriakan petugas ground handling, sampai lambaian keluarga penjemput bikin suasana kayak lebaran versi bandara.
Rute baru ini menghubungkan Surabaya dengan empat kota penting di kawasan timur: Makassar, Palu, Kendari, dan Luwuk. Bagi warga Kendari, jalur Surabaya-Kendari ini bukan main pentingnya ji, karena jadi pintu besar untuk bisnis, kuliah, wisata, sampai urusan berobat. Baca Juga: Rencana Pengembangan Bandara Haluoleo Kendari
Rute Surabaya Kendari Resmi Terbang: Jadwal & Detail Penerbangan
Astaga, ini kabar yang ditunggu-tunggu pengusaha dan perantau Sultra! Berdasarkan rilis resmi Indonesia AirAsia, rute Surabaya menuju Makassar, Palu, Kendari, dan Luwuk mulai dioperasikan dengan pola penerbangan reguler. Artinya, bukan coba-coba lagi toh, tapi sudah masuk jadwal tetap di sistem mereka.
Untuk rute Surabaya Kendari, pola umumnya: berangkat dari Bandara Juanda Surabaya menuju kota-kota timur secara bertahap sesuai slot yang disusun AirAsia. Penumpang yang ditemui di ruang tunggu bilang, harga tiket pembukaan cukup bersaing, bahkan ada yang senyum-senyum karena dapat promo. “Syukur mi, bisa pulang Kendari tidak terlalu mahal lagi,” ujar seorang mahasiswa asal Poasia yang kuliah di Surabaya.
Petugas bandara yang sempat diwawancarai menyebut, frekuensi penerbangan akan menyesuaikan permintaan pasar. Kalau ramai terus, tidak menutup kemungkinan jadwal ditambah pi. Mantap djiwa, ini sinyal positif buat mobilitas warga Kota Lulo.
Dampak Rute Surabaya Kendari bagi Warga Kota Lulo
Warga Kota Lulo!, kita bahas dampaknya secara pelan-pelan ji, biar tidak senam jantung. Dengan aktifnya rute Surabaya Kendari, akses ke Jawa Timur, khususnya Surabaya sebagai kota perdagangan dan pendidikan, jadi jauh lebih gampang. Tidak perlu lagi terlalu banyak transit ribet, waktu tempuh bisa dipangkas, biaya perjalanan juga berpeluang turun.
Pelaku UMKM di Kendari yang biasa kirim barang, dari olahan ikan, kerajinan, sampai produk fashion, makin mudah menjangkau pasar Jawa. “Ini jalur udara harus kita manfaatkan mi, jangan cuma jadi penonton toh,” kata salah satu pelaku usaha di sekitar Pasar Baru Wuawua. Baca Juga: Kondisi Terkini Pasar Baru Kendari Siang Hari
Bukan cuma pebisnis, keluarga pasien rujukan ke rumah sakit besar di Surabaya juga merasa sangat terbantu. Dengan pilihan maskapai bertambah, mereka bisa atur jadwal sesuai kebutuhan darurat. Kassian selama ini banyak yang harus putar dulu lewat kota lain, sekarang bisa lebih langsung.
Surabaya, Makassar, Palu, Kendari, Luwuk: Jalur Udara Timur yang Menggeliat
Kalau dilihat secara jaringan, pembukaan rute Surabaya ke Makassar, Palu, Kendari, dan Luwuk ini ibarat menghidupkan kembali urat nadi perekonomian kawasan timur. Surabaya jadi hub besar, lalu Makassar, Palu, Kendari, dan Luwuk menjadi simpul-simpul penting. Aih, ngeri kalau potensi ini dimaksimalkan baik-baik.
Untuk Kendari sendiri, posisi sebagai ibu kota Sulawesi Tenggara akan makin strategis. Event besar seperti MTQ, pameran investasi, sampai kegiatan Pemkot Kendari berlevel nasional punya daya tarik lebih karena akses udara makin mudah. Baca Juga: Jadwal Terbaru Event MTQ di Kendari
Pejabat daerah yang ditemui di area kedatangan Bandara Haluoleo menyebut, Pemda siap berkoordinasi dengan pengelola bandara dan maskapai untuk memastikan pelayanan tetap aman dan nyaman. “Tenang saja, aman ji itu barang. Kita sambut investasi penerbangan ini, tapi tetap utamakan keselamatan,” ujarnya.
Suasana Penerbangan Perdana Rute Surabaya Kendari di Haluoleo
Dari pantauan langsung di lokasi, suasana penerbangan perdana tadi pagi heboh tapi tertib. Penumpang pertama yang turun dari Surabaya disambut kru bandara dan perwakilan maskapai. Ada yang sibuk foto-foto di bawah tangga pesawat, ada yang langsung lari kecil cari bagasi, ada juga yang peluk keluarga sampai menitikkan air mata. Kassian, rindu kampung halaman akhirnya terbayar.
Di area check-in keberangkatan Kendari menuju Surabaya, antrean penumpang juga cukup ramai. Ada pengusaha, mahasiswa, ASN, sampai keluarga yang mau liburan. “Baru kali ini saya naik AirAsia dari Kendari, penasaran pi juga pelayanannya,” kata seorang ibu asal Anduonohu yang hendak ke Surabaya menjenguk cucu.
Petugas keamanan bandara tampak sigap mengatur arus penumpang, tapi suasana tetap cair. Logat Kendari bersahut-sahutan, “Cepatmi antri!”, “Tunggu pi, masih cek tiket toh!” Suasana khas bandara daerah yang hangat, tapi sekarang dibalut nuansa internasional ala maskapai low cost carrier populer ini.
Harapan Warga: Tambah Rute, Naikkan Kualitas Layanan
Sobat Kendari!, di balik gegap gempita rute Surabaya Kendari ini, harapan warga jelas: jangan cuma heboh di awal, tapi keberlanjutan dan kualitas layanan harus dijaga. Penumpang berharap jadwal tepat waktu, harga tiket tetap rasional, dan pelayanan di bandara ikut ditingkatkan.
Beberapa warga juga menyuarakan agar ke depan dibuka rute lanjutan dari Kendari ke kota-kota lain tanpa harus transit jauh, misalnya langsung ke Bali atau ke kota-kota di Nusa Tenggara. “Kalau bisa begitu, pariwisata Sultra ini meledak mi, orang luar gampang datang lihat Teluk Kendari dan Wakatobi,” ujar seorang pelaku wisata yang ditemui di area parkir.
Pada akhirnya, rute Surabaya Kendari bersama Makassar, Palu, dan Luwuk ini adalah momentum kebangkitan konektivitas timur Indonesia. Tinggal bagaimana pemerintah daerah, pelaku usaha, dan warga Kota Lulo memanfaatkan peluang ini dengan cerdas. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada campur bangga – heboh, tapi masa depan terlihat lebih terang, Bosku!






Average Rating