Beritakotakendari.com – residivis Kendari menyamar jadi wanita demi mencuri laptop, bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga, satu aksi nekat bak adegan film kriminal komedi ini terjadi dan langsung jadi bahan perbincangan dari Mandonga sampai Anduonohu. Astaga, tersangka yang rupanya pemain lama alias residivis ini diduga sengaja berdandan ala perempuan untuk mengelabui korban dan lingkungan sekitar, toh.
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung di lokasi kejadian dan kantor polisi tempat kasus ini diproses. Situasi di lapangan betul-betul “senam jantung” mi: warga berkerumun, bisik-bisik, sambil banyak yang tidak percaya kalau sosok yang tampak keibuan itu ternyata pelaku pencurian laptop. Aih, ngeri!
Baca Juga: Heboh Aksi Kriminal di Sekitar Mandonga
Residivis Kendari Menyamar Jadi Wanita: Kronologi Lengkap
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan polisi dan saksi di lokasi, kejadian ini bermula ketika pelaku datang ke salah satu rumah/kos di wilayah Kota Kendari dengan penampilan yang rapi, memakai pakaian wanita lengkap dengan kerudung dan tas tangan. Penampilan itu yang bikin warga sekitar tidak curiga sama sekali, aman ji kelihatannya di?
Pelaku kemudian berpura-pura punya keperluan tertentu, diduga menawarkan jasa atau mencari seseorang. Begitu situasi dirasa sepi dan korban lengah, pelaku mengincar laptop yang diletakkan di dalam rumah. Dalam hitungan menit, barang berharga itu raib, dan pelaku kabur dengan tenang seolah-olah tak terjadi apa-apa. Mantap djiwa — dalam arti negatif sekali ini, Bosku.
Korban baru sadar beberapa saat kemudian saat hendak menggunakan laptop untuk bekerja. Panik mi langsung, karena selain nilai barang yang mahal, di dalam laptop juga ada data penting. Laporan pun diajukan ke pihak kepolisian. Unit Reskrim Polresta Kendari bergerak cepat; dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, tampak jelas sosok berkostum wanita itu yang kemudian teridentifikasi sebagai residivis kasus pencurian.
Fakta Mengejutkan: Residivis Kendari Ternyata Pemain Lama
Dari hasil penelusuran polisi, pelaku ternyata bukan orang baru di dunia hitam. Data kepolisian menyebutkan ia pernah terlibat kasus serupa sebelumnya. Aih, rupanya sudah keluar-masuk penjara ji ini orang. Modusnya pun hampir mirip: menyaru, menyelinap, dan menggasak barang elektronik bernilai tinggi seperti laptop dan ponsel.
Kapolresta Kendari melalui penyidik yang ditemui di ruangannya menjelaskan bahwa pola aksinya cukup terencana. “Pelaku memanfaatkan kepercayaan dan stereotip di masyarakat. Dengan menyamar sebagai perempuan, pelaku berharap korban dan warga akan menurunkan kewaspadaan,” kurang lebih begitu penjelasan resmi yang disampaikan. Ngeri juga cara berpikirnya, toh.
Baca Juga: Update Penertiban Pasar Baru oleh Pemkot Kendari
Modus Penyamaran: Dari Makeup Sampai Gaya Bicara
Sobat Kendari, dari keterangan saksi yang sempat berbicara dengan pelaku, penampilan pelaku disebut “meyakinkan sekali”. Ia bukan hanya pakai baju wanita, tapi juga berusaha mengubah gaya bicara dan cara jalan. “Kami kira perempuan betulan, lembut sekali cara bicaranya,” kata salah satu warga yang kami temui di lokasi. Weh, menyala abangku, sampai sejauh itu caranya!
Polisi menduga pelaku sudah melakukan observasi terlebih dahulu terhadap lingkungan sekitar. Ia memilih jam-jam di mana aktivitas warga cenderung sepi, seperti siang bolong ketika banyak yang keluar bekerja atau berbelanja. Ini yang menjadi catatan serius bagi aparat dan warga: jangan sampai terlena liat penampilan luar saja, mi.
Respons Polisi dan Proses Hukum Residivis Kendari
Warga Kota Lulo boleh sedikit tenang, karena polisi bergerak cepat menangkap pelaku. Dari informasi sementara, pelaku berhasil diamankan setelah identitasnya terungkap melalui rekaman CCTV dan data lama sebagai residivis. “Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku, mengingat pelaku pernah melakukan tindak pidana serupa,” tegas penyidik.
Proses penyidikan masih berjalan: mulai dari pemeriksaan pelaku, pengembangan kemungkinan TKP lain, hingga pelacakan apakah ada jaringan atau pelaku beraksi sendiri. Situasi di Mapolresta Kendari sempat ramai oleh wartawan dan keluarga korban. Deh, benar-benar lautan manusia sebentar di halaman kantor polisi, semua ingin tahu langsung perkembangan kasus ini.
Dugaan TKP Lain dan Pengembangan Kasus
Saudara-saudaraku, info yang beredar di lapangan menyebutkan ada kemungkinan pelaku juga beraksi di beberapa titik lain, meski ini masih didalami polisi. Warga yang merasa pernah kehilangan barang dengan modus mirip diminta segera melapor. “Silakan datang melapor, bawa bukti, kami cocokkan dengan hasil pemeriksaan,” kata petugas. Tunggu pi klarifikasi resmi lanjutan dari kepolisian, tapi sinyal pengembangan kasus ini cukup kuat.
Baca Juga: Agenda Terbaru Pemkot Kendari Jelang Event Besar
Imbauan ke Warga Kendari: Waspada, Jangan Terpancing Penampilan
Dari semua drama kriminal yang terjadi ini, ada pelajaran besar buat kita semua, Bosku. Polisi dan tokoh masyarakat mengingatkan agar warga tidak langsung percaya hanya karena seseorang terlihat “sopan” atau “keibuan”. Kejahatan sekarang makin kreatif, mi. Pelaku bisa saja memakai atribut agama, pakaian tertentu, bahkan menyamar jadi wanita seperti kasus residivis Kendari ini.
Untuk pemilik kos, rumah kontrakan, dan pelaku usaha kecil yang menyimpan laptop atau gawai mahal di tempat usaha, disarankan memasang CCTV sederhana dan selalu mengunci ruangan saat ditinggal. Jangan biarkan pintu terbuka lebar ketika kita lagi sibuk di belakang, toh. Lebih baik repot sedikit daripada tertipu manis lalu kehilangan barang berharga, kassian.
Tips Praktis Cegah Modus Penyamaran di Lingkungan Anda
Beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan aparat dan praktisi keamanan lokal antara lain:
- Selalu tanya identitas dan tujuan tamu yang tidak dikenal, jangan malu-malu mi.
- Jika ada tamu mengaku mencari orang, pastikan nama dan hubungan dengan jelas.
- Jangan meninggalkan laptop atau HP di area yang mudah dijangkau orang asing.
- Koordinasi dengan tetangga untuk saling pantau tamu mencurigakan.
- Segera hubungi polisi atau perangkat RT/RW jika melihat gerak-gerik aneh.
Warga Kota Lulo, mari jadikan kasus residivis Kendari menyamar jadi wanita ini sebagai alarm bahaya yang berbunyi nyaring. Bukan untuk bikin kita paranoid, tapi supaya kita lebih waspada dan kompak jaga lingkungan. Tenang saja, aman ji kalau kita saling ingatkan dan bekerjasama. Untuk update lanjutan, tunggu pi rilis resmi berikutnya, dan tetap pantau Beritakotakendari.com, portal heboh tapi tetap akurat kebanggaan kita semua.





Average Rating