Beranda / Peristiwa / Pungli Mudik Gratis: 5 Fakta Geger Pelindo Kendari

Pungli Mudik Gratis: 5 Fakta Geger Pelindo Kendari

Penumpang antre di Pelabuhan Kendari terkait Pungli Mudik Gratis
0 0
Read Time:4 Minute, 38 Second

Beritakotakendari.comPungli Mudik Gratis bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara lagi berdiri langsung di kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari, angin laut kencang, suara kapal menderu, dan wajah penumpang masih campur aduk antara lega dan kesal. PT Pelindo Kendari akhirnya mengakui ada pungutan liar (pungli) dalam program mudik gratis yang harusnya nol rupiah, tapi malah jadi senam jantung untuk warga Kota Lulo.

Astaga, program yang mestinya jadi berkah jelang Lebaran ini malah bikin gaduh! Penumpang yang ikut mudik gratis ini mengaku dimintai uang, padahal namanya saja sudah jelas “gratis” mi. Sekarang, pihak Pelindo Kendari janji akan mengembalikan uang penumpang. Tapi di lapangan, warga masih menunggu, “Sudah pi kembali semua atau belum, Toh?”

Pungli Mudik Gratis di Pelabuhan Kendari: Kronologi Lengkap di Lapangan

Saudara-saudaraku, begini kira-kira kronologi yang berhasil dihimpun di lokasi. Program mudik gratis ini digelar di Pelabuhan Kendari dengan tujuan membantu warga pulang kampung tanpa biaya. Lautan manusia memadati area keberangkatan, kursi tunggu penuh, anak kecil menangis, ibu-ibu peluk erat barang bawaan. Suasananya meriah, tapi ternyata di balik itu perlahan tercium aroma tak sedap: dugaan pungutan liar.

Sejumlah penumpang mengaku dimintai uang oleh oknum, padahal mereka datang dengan keyakinan bahwa perjalanan ini betul-betul gratis ji. Ada yang mengaku dimintai puluhan ribu, ada yang bilang ratusan ribu untuk “pengurusan kursi” dan “pengamanan barang”. Aih, ngeri! Padahal program nasional mudik gratis ini tujuannya meringankan beban, bukan menambah beban.

Pihak PT Pelindo Kendari kemudian turun tangan. Dalam keterangan resminya, mereka mengakui adanya pungli yang terjadi di lapangan dan menyebut itu sebagai ulah oknum. Janji pun diucapkan: uang penumpang yang sudah terlanjur dibayar akan dikembalikan. Tenang saja, kata mereka, akan ditelusuri satu per satu. Tapi di dermaga ini, reporter dengar langsung keluhan: “Kapan pi itu pengembaliannya, Bos? Jangan cuma janji ji.”

Baca Juga: Isu Panas Soal Pengawasan Pelabuhan di Kendari – persoalan ini bikin publik bertanya, bagaimana sebenarnya pengawasan di pelabuhan kita selama ini, Toh?

Respons Resmi Pelindo Kendari Soal Pungli Mudik Gratis

Weh, menyala abangku! Begitu pengakuan resmi keluar, suasana makin heboh. PT Pelindo Kendari menyatakan sangat menyesalkan kejadian ini dan berkomitmen melakukan penelusuran internal. Mereka menggarisbawahi bahwa program mudik gratis seharusnya tidak dipungut biaya sama sekali kepada penumpang.

Manajemen berjanji akan mengembalikan seluruh dana yang terlanjur dibayar penumpang, tentu dengan mekanisme pendataan dan verifikasi. Di lapangan, staf tampak sibuk mendata nama, nomor kontak, dan besar uang yang sempat diminta oleh oknum. Satu per satu penumpang diminta memberi keterangan. Situasi di pelabuhan bak ruang sidang dadakan, warga antre mengisi formulir, bertanya-tanya, “Betul mi ini mau dikembalikan semua, Toh?”

Pihak Pelindo juga disebut akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak oknum jika terbukti melanggar. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada. Program yang niatnya membantu rakyat kecil, bisa-bisanya disusupi tindakan tak terpuji begitu. Kassian warga yang sudah mengumpul uang demi mudik, eh masih sempat diambil paksa lagi.

Baca Juga: Update Kebijakan Pemkot Kendari Soal Layanan Publik – penting untuk lihat bagaimana pemerintah kota mengawasi layanan transportasi dan pelabuhan.

Suara Penumpang: Dari Kecewa sampai Lega Menjelang Pengembalian Uang

Sobat Kendari, di bawah terik matahari pelabuhan, reporter dengar langsung curhat penumpang. Ada bapak-bapak dari Konsel yang bilang, “Kami ikut program ini karena dijanjikan gratis, Bos. Tiba-tiba disuruh bayar, ya terpaksa mi, daripada tidak jadi berangkat.” Ada ibu-ibu dari Kolaka sudah pasrah, “Yang penting bisa pulang kampung, tapi kalau bisa uangnya kembali, Alhamdulillah ji.”

Beberapa penumpang mengaku awalnya takut melapor, khawatir batal berangkat atau dipersulit. Tapi setelah kasus ini mencuat dan Pelindo Kendari mengakui serta menjanjikan pengembalian uang, mereka mulai berani bicara. Situasi berubah: dari ketakutan menjadi harapan. “Kalau sudah diakui mi begitu, kami tunggu pi realisasinya. Jangan sampai lama-lama Toh, lebaran hampir selesai baru dapat uangnya,” ujar seorang penumpang lainnya.

Di antara kerumunan, anak muda Kendari malah sibuk merekam suasana untuk konten media sosial. “Ini bisa viral ji, program mudik gratis tapi ada pungli, astaga!” katanya. Fenomena ini menunjukkan betapa cepat informasi menyebar; sekali ada kejadian di pelabuhan, sesaat kemudian sudah beredar di grup WhatsApp dan TikTok warga Kota Lulo.

Dampak Pungli Mudik Gratis dan Peringatan untuk Warga Kota Lulo

Dari kacamata warga dan pengamat pelayanan publik, kejadian Pungli Mudik Gratis di Pelindo Kendari ini jadi alarm bahaya yang berbunyi nyaring. Bukan cuma soal uang yang diambil, tapi soal kepercayaan publik yang bisa luntur. Kalau program resmi yang mestinya membantu saja bisa dimanfaatkan oknum, bagaimana dengan urusan lain, Toh?

Warga Kota Lulo diimbau lebih kritis. Kalau ada program gratis, pastikan informasi resmi, cek pengumuman, jangan gampang percaya permintaan uang dari pihak yang mengaku “pengurus”. Simpan bukti pembayaran kalau terpaksa diminta bayar, foto, catat nama, lalu laporkan. Tenang saja, bukan berarti kita harus takut berurusan dengan petugas, tapi jangan pasrah ji kalau merasa dirugikan.

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga didorong memperketat pengawasan. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Apalagi jelang momentum besar seperti mudik Lebaran, MTQ, atau event kota lainnya, potensi pungli selalu muncul. Baca Juga: Info Terbaru MTQ dan Keramaian di Kawasan Pasar Baru Kendari untuk melihat bagaimana kerumunan massa sering jadi celah praktik serupa.

Pada akhirnya, publik menunggu bukti nyata dari Pelindo Kendari: pengembalian uang secara transparan, sanksi tegas untuk oknum, dan perbaikan sistem agar kejadian seperti ini tidak terulang. Warga Kota Lulo cuma minta satu: kalau dibilang gratis, ya gratis mi, jangan ada pungli di belakang layar. Deh, nda ada obatnya kalau pungli masih dibiarkan, bisa-bisa kepercayaan ambruk total.

Untuk sekarang, kita pantau terus dari pelabuhan, Bosku. Reporter lapangan masih standby, menunggu realisasi janji pengembalian uang. Tunggu pi perkembangan berikutnya, Toh, karena cerita Pungli Mudik Gratis di Pelabuhan Kendari ini belum tamat!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan