Beritakotakendari.com – Preman berkedok ormas bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Di tengah terik matahari yang menghantam aspal panas Jalan AH Nasution, tim liputan langsung turun lapangan menyaksikan sendiri bagaimana Polresta Kendari pasang badan, siap menyikat habis oknum yang diduga jadi biang keresahan warga. Aih, suasana di sekitar Mapolresta Kendari sore ini betul-betul berasa seperti alarm bahaya yang lagi berdentang kencang, Sobat Kendari!
Preman Berkedok Ormas di Kendari: Polresta Pasang Badan
Warga Kota Lulo, laporan langsung di lokasi mi ini! Dari hasil pantauan di depan Mapolresta Kendari, beberapa personel terlihat sibuk melakukan pemetaan wilayah yang disebut-sebut rawan aksi preman berkedok ormas. Informasi yang diterima, ada laporan soal dugaan pungutan liar, intimidasi, sampai gaya-gaya sok jagoan yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan.
“Kami tidak akan beri ruang untuk premanisme, apalagi yang berlindung di balik ormas,” begitu kurang lebih penegasan aparat di lapangan. Nada bicaranya tegas, tapi tetap terukur. Astaga, ini sinyal keras mi, bahwa Kota Kendari tidak boleh jadi arena ketakutan bagi warga kecil. Tenang saja, aman ji itu barang kalau penegakan hukumnya konsisten.
Beberapa warga sekitar yang sempat ditemui mengaku sudah lama resah. Ada yang cerita, tiap lewat lokasi tertentu, mereka seperti “dipalak halus” dengan dalih sumbangan atau iuran keamanan. “Kalau nda kasi, tatapannya itu bikin gemetar ji,” ungkap seorang pedagang kaki lima, dengan nada setengah berbisik. Kassian, pedagang kecil toh, mau cari makan saja masih diganggu.
Baca Juga: Penataan Keamanan di Kawasan Pasar Baru Kendari
Operasi Polisi Lawan Preman Berkedok Ormas: Langkah dan Strategi
Sobat Kendari, ini bukan operasi biasa-biasa saja ji. Dari keterangan di lapangan, Polresta Kendari menyiapkan langkah berlapis. Mulai dari patroli rutin di titik rawan, pendataan organisasi yang berizin dan tidak, sampai pemanggilan oknum-oknum yang namanya sudah masuk radar. Weh, menyala abangku, penegakan hukumnya!
Tim Reskrim disebut bakal bergerak kombinasi: ada pola terbuka, ada pola tertutup. Yang terbuka, patroli berseragam dan razia gabungan di titik yang sering dikeluhkan warga. Yang tertutup, intel-intel di lapangan memantau pola gerak, siapa yang mengomando, dan di mana saja titik kumpul mereka. Deh, nda ada obatnya kalau ini dijalankan konsisten mi.
Polisi juga mengingatkan, ormas yang resmi dan tertib tidak perlu takut. Justru diajak bekerjasama. Yang bermasalah itu oknum yang numpang nama ormas, tapi kelakuan preman. Di? Jelas beda jauh toh antara ormas yang bantu kegiatan sosial dengan yang kerjaannya teror psikologis ke masyarakat.
Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Ketertiban Umum
Dampak Preman Berkedok Ormas bagi Warga Kota Lulo
Warga Kota Lulo, jangan anggap sepele. Aksi preman berkedok ormas ini bukan cuma soal uang receh diminta di jalan. Ini menyangkut rasa aman, ekonomi kecil, sampai citra kota. Bayangkan, pedagang di sekitar pasar, sopir angkutan, ojek online, bahkan panitia kegiatan lingkungan, semuanya berpotensi ditekan kalau pola ini dibiarkan.
Situasi semacam ini bisa jadi “senam jantung” setiap hari buat masyarakat. Mau kerja takut, mau lewat satu jalur deg-degan, mau bikin acara kampung pun bisa tiba-tiba muncul oknum minta jatah keamanan. Aih, ngeri! Kalau dibiarkan, bisa jadi lautan ketakutan, bukan lagi lautan manusia yang bahagia di acara-acara Kota Kendari.
Itulah kenapa langkah Polresta Kendari ini bikin banyak warga menghela napas lega. “Bagus mi kalau polisi tegas, supaya kami yang cari makan tenang ji,” kata seorang sopir angkot yang sering melintas jalur ramai di pusat kota. Harapannya, operasi bukan cuma ramai di awal, tapi berkelanjutan pi, sampai betul-betul bersih.
Imbauan Polresta: Laporkan Preman Berkedok Ormas Tanpa Takut
Saudara-saudaraku, Polresta Kendari juga mengimbau warga untuk tidak ragu melapor kalau merasa diintimidasi. Saluran pengaduan disiapkan, baik langsung datang ke kantor polisi, lewat layanan pengaduan, maupun lewat bhabinkamtibmas di kelurahan masing-masing. Tenang, identitas pelapor biasanya dijaga ketat. Jadi kalau masih takut, jangan pi terlalu lama ditahan sendiri.
Polisi menegaskan, hukum tetap jadi acuan. Kalau ada yang melanggar, apalagi sampai melakukan pemerasan, pengancaman, atau kekerasan fisik, proses pidana menunggu. Di sisi lain, ormas yang benar-benar resmi dan tertib diingatkan untuk ikut mengawasi anggotanya. Jangan sampai ada yang keluar jalur, nanti nama baik organisasi ikut tercoreng ji.
Baca Juga: Update Keamanan Jelang Event MTQ di Kendari
Harapan Warga: Kendari Aman, Ormas Tertib, Preman Tersikat
Harapan besar warga Kota Lulo sederhana ji sebenarnya: bisa hidup aman, kerja tenang, dan tidak lagi dihantui oknum preman berkedok ormas yang suka bertingkah di jalanan. Banyak tokoh masyarakat juga mulai angkat suara, mendukung langkah tegas Polresta. Mereka minta, semua pihak kompak, jangan setengah-setengah.
Kalau penertiban ini berjalan konsisten, ekonomi kerakyatan bisa lebih bergerak. Pedagang pasar tidak lagi was-was, pelaku UMKM berani buka lapak sampai malam, dan kegiatan besar di Kota Kendari lebih tertib. Mantap djiwa kalau begitu! Toh, kota ini lagi dibangun citranya sebagai kota jasa dan kegiatan, jangan pi dibiarkan tercoreng oleh ulah sekelompok kecil orang.
Jadi, Warga Kota Lulo, mari sama-sama jaga kota ini. Kalau lihat indikasi aneh, gelagat preman yang ngaku-ngaku ormas, dokumentasikan sebisanya, lalu lapor ke pihak berwajib. Biar polisi yang urus, kita fokus kerja dan beraktivitas. Aih, kalau semua kompak, Kota Kendari bisa jadi contoh penertiban premanisme di Sulawesi Tenggara. Nda main-main mi, ini momentum yang sayang kalau dilewatkan!






Average Rating