Beritakotakendari.com – Pertamini Meledak Rahandouna bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Api berkobar di Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, diduga akibat korsleting listrik saat pemilik sedang lansir bensin. Astaga, situasi senam jantung! Warga berhamburan keluar rumah, suara ledakan terdengar jelas, kios pertamini ludes terbakar dalam hitungan menit, kassian.
Pertamini Meledak Rahandouna: Kronologi Detik-Detik Mencekam
Sobat Kendari, berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kejadian diduga bermula saat pemilik kios sedang melansir bensin dari jerigen ke tangki mesin pertamini. Di saat itulah, diduga kuat terjadi korsleting pada instalasi listrik di sekitar mesin. Percikan api langsung menyambar uap bensin, aih, ngeri! Dalam sekejap, kobaran api membesar dan melalap kios kecil di pinggir jalan utama Rahandouna.
Warga sekitar yang kami temui mengatakan, mereka awalnya mengira suara itu seperti ban meletus. “Pas kedua kalinya meledak, baru sadar mi itu api dari pertamini,” ujar salah satu warga yang masih terlihat shock. Api menjulang tinggi, membuat suasana berubah jadi lautan kepanikan. Beberapa pengendara motor langsung memutar arah, takut ji kalau api menjalar ke rumah dan warung di sekeliling lokasi.
Untungnya, warga cepat bergerak. Ada yang berteriak minta bantuan, ada yang sibuk menyelamatkan barang-barang di kios sebelah, dan ada juga yang menelpon pemadam kebakaran. “Tunggu pi pemadam datang, jangan dekat-dekat!” teriak seorang warga memperingatkan yang lain, karena dikhawatirkan masih ada bensin tersisa di jerigen maupun di dalam mesin pertamini.
Baca Juga: Pemkot Kendari Bahas Penataan Kios dan PKL
Fakta Awal Pertamini Meledak Rahandouna: Dugaan Korsleting Listrik
Dari keterangan awal di lapangan, petugas dan warga sama-sama mengarah pada satu dugaan utama: korsleting listrik. Instalasi listrik di kios kecil seperti ini sering kali seadanya ji, tanpa pengamanan standar. Padahal, bensin adalah bahan yang sangat mudah terbakar, apalagi kalau proses lansir dilakukan dekat sumber listrik, aih, riskan sekali toh.
Diduga, ada kabel yang terkelupas atau sambungan listrik yang tidak rapat, lalu menimbulkan percikan ketika arus meningkat. Kombinasi uap bensin dan percikan listrik bisa memicu ledakan kecil yang kemudian berubah jadi kebakaran besar. Sampai berita ini diturunkan, aparat terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan titik awal api dan kondisi kelistrikan di kios tersebut.
Weh, menyala abangku, ini jadi alarm keras untuk seluruh pemilik pertamini dan kios bensin eceran di Kendari. Jangan anggap remeh kabel listrik yang semrawut, colokan bertumpuk, dan penggunaan stop kontak murahan. Nda ada obatnya kalau sudah terbakar begini, habis semua, kassian pemilik kios, mati usaha, dan bisa mengancam nyawa warga sekitar.
Respons Warga dan Petugas Saat Pertamini Meledak di Rahandouna
Warga Kota Lulo di Rahandouna kompak bergerak cepat. Beberapa mengambil air seadanya dari rumah dan selokan, mencoba menghambat api menjalar ke bangunan sebelah. Namun karena sumber api adalah bensin, air biasa tidak cukup efektif. “Api tambah menyala mi kalau kena air, makanya kami mundur toh,” kata seorang pemuda yang ikut membantu.
Tak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Kendari tiba di lokasi. Sirene meraung-raung, situasi makin dramatis, tapi sekaligus bikin lega warga. Petugas langsung menggelar selang, menyemprotkan air dan bahan pemadam ke titik api utama di mesin pertamini dan bagian belakang kios yang sudah hangus. Dalam beberapa menit, api berhasil dijinakkan, meski kios sudah rata dengan tanah, tinggal rangka besi yang gosong.
Baca Juga: Update Keamanan Kebakaran di Pasar Baru Kendari
Dampak Pertamini Meledak Rahandouna bagi Pemilik dan Warga
Dampaknya, Bosku, bukan main. Kios pertamini hangus total, tidak ada yang bisa diselamatkan lagi. Pompa, selang, jerigen, sampai etalase kecil tempat jualan snack dan minuman di depan kios ikut ludes. “Modalku habis mi, nda tahu mau mulai darimana lagi,” keluh pemilik kios dengan wajah muram, kassian.
Secara psikologis, warga sekitar juga terguncang. Beberapa mengaku takut pi beli bensin di pertamini untuk sementara waktu. “Trauma ji, masih terbayang suara ledakan tadi,” ungkap seorang ibu rumah tangga yang rumahnya hanya beberapa meter dari sumber api. Anak-anak yang biasanya bermain di depan rumah pun langsung dilarang berkeliaran dekat lokasi kejadian.
Jalur lalu lintas di sekitar Rahandouna sempat tersendat cukup parah. Pengendara yang penasaran memperlambat kendaraan untuk melihat sisa kebakaran, bikin macet lokal mendadak. Aih, ini pemandangan yang sering sekali kita lihat kalau ada kejadian besar di Kendari toh. Situasi ini juga jadi pengingat agar warga tidak berkerumun terlalu dekat saat petugas masih bekerja di TKP.
Imbauan Keamanan Pasca Pertamini Meledak Rahandouna
Sobat Kendari, dari lokasi kejadian ini, pesan pentingnya jelas mi: keselamatan nomor satu. Kalau punya usaha pertamini atau kios bensin eceran, pastikan instalasi listrik ditangani teknisi resmi, kabel rapi, dan jauh dari area penyimpanan bensin. Jangan sambung-menyambung kabel sembarang, dan hindari penggunaan stop kontak bertumpuk di dekat jerigen.
Selain itu, siapkan alat pemadam api ringan (APAR) di kios. Memang terasa mahal di awal, tapi kalau dibandingkan dengan risiko kebakaran besar begini, lebih baik keluar biaya sedikit toh, daripada kehilangan seluruh usaha. Warga yang rumahnya dekat SPBU mini atau pertamini juga perlu waspada dan aktif mengingatkan kalau melihat ada praktik berbahaya.
Pemerintah kota dan aparat terkait diharapkan bergerak cepat melakukan pendataan dan penertiban pertamini yang belum memenuhi standar keselamatan. Ini bukan soal larang usaha ji, tapi soal lindungi nyawa dan harta warga Kota Lulo. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Izin Usaha Kecil yang sedang dibahas, supaya usaha tetap jalan, tapi aman ji semua.
Dari Kelurahan Rahandouna yang masih menyisakan bau asap dan sisa kayu hangus, kami tutup dulu laporan langsung ini. Tetap waspada, Bosku, dan jangan lupa, keselamatan itu bukan teori toh, tapi praktik di lapangan setiap hari. Mantap djiwa kalau kita semua bisa belajar dari kejadian Pertamini Meledak Rahandouna ini.






Average Rating