Beritakotakendari.com – Pertamina Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Tim gabungan Pertamina dan Hiswana Migas turun langsung meninjau SPBU Bundaran Tank dan SPBU Tapak Kuda jelang Lebaran, situasi di lapangan betul-betul seperti “alarm waspada mudik” berbunyi nyaring, tapi tetap terkontrol mi.
Warga Kota Lulo berkerumun, antrean kendaraan mengular, tapi bukan karena langka BBM, melainkan karena semua orang buru-buru isi full tank sebelum mudik, aih, senam jantung juga liatnya. Dari pantauan langsung reporter di lokasi, petugas SPBU kerja ngebut, noleh kiri-kanan sambil pastikan nozzle tidak pernah berhenti, sementara rombongan Pertamina Kendari dan Hiswana Migas cek tangki, cek meteran, sampai cek dokumen suplai. Mantap djiwa, pengawasan ketat toh!
Pertamina Kendari Cek SPBU Bundaran Tank: Stok BBM Aman Mi
Di SPBU Bundaran Tank, salah satu titik tersibuk di Kota Kendari, suasana bak “lautan kendaraan”. Mobil pribadi, motor, sampai angkutan umum numpuk, tapi antre rapi ji. Perwakilan Pertamina Kendari turun dari kendaraan dinas, langsung disambut pengelola SPBU dan pengurus Hiswana Migas.
Dari keterangan singkat di lokasi, pengecekan fokus pada tiga hal: ketersediaan stok BBM, kelancaran distribusi dari terminal bahan bakar, dan kesiapan operasional SPBU saat puncak arus mudik dan malam takbiran. “Kita pastikan stok aman mi, masyarakat tidak perlu panik beli berlebihan,” begitu kira-kira pesan yang disampaikan, membuat warga sedikit lega toh.
Di area belakang SPBU, rombongan membuka tutup manhole tangki timbun, cek level BBM secara manual dan digital. Ada petugas yang sibuk mencatat angka, ada yang memotret sebagai dokumentasi. Situasi dibuat transparan supaya tidak ada spekulasi liar soal kelangkaan. Astaga, lengkap sekali prosedurnya, seperti audit besar-besaran jelang Lebaran.
Untuk Sobat Kendari yang sering lewat jalur ini, terutama pengguna jalan menuju arah Anduonohu dan pusat kota, bisa sedikit bernapas lega. Pertamina Kendari memastikan pasokan reguler tetap berjalan, bahkan ada skenario penambahan suplai jika antrean memanjang ekstrem. Baca Juga: Update Macet Jalur MTQ Kendari Jelang Malam Takbiran biar tau kondisi lalu lintas kalau mau isi BBM malam hari.
SPBU Tapak Kuda Disorot: Antrean Panjang tapi Terkendali Ji
Bergerak ke SPBU Tapak Kuda, suasana tidak kalah heboh. Di simpang ikonik ini, kendaraan dari arah Poasia, Pasar Baru, dan pusat kota numpuk jadi satu. Weh, menyala abangku! Dari kejauhan sudah terlihat lampu rem berderet merah, seperti ular besi yang tidak putus-putus.
Namun, saat rombongan Pertamina Kendari dan Hiswana Migas tiba, langsung dilakukan pengaturan jalur antrean. Petugas SPBU dibantu aparat setempat mengarahkan roda dua ke sisi kanan, roda empat ke jalur kiri, sehingga antrean yang tadinya semrawut bisa lebih tertata. Tenang mi, bukan krisis, cuma efek jelang Lebaran yang memang tiap tahun begini ji.
Pengecekan teknis di SPBU Tapak Kuda kurang lebih sama: stok Pertalite, Pertamax, dan Solar jadi menu utama pemeriksaan. Pengelola SPBU mengungkapkan bahwa suplai dari terminal BBM masih lancar, tidak ada pengurangan kuota mendadak. Justru, menjelang Lebaran biasanya ada penyesuaian untuk mengimbangi lonjakan permintaan. “Kalau ada antrean panjang, itu karena volume kendaraan naik, bukan karena stok hampir habis toh,” jelasnya di sela-sela kunjungan.
Warga yang sempat resah—takut kehabisan di jalan saat mudik—pelan-pelan mulai tenang. Seorang pengendara yang ditemui di lokasi bilang, “Tadi saya kira sudah mau langka mi, tapi lihat ada tim Pertamina turun, jadi yakin stok aman ji.” Kassian kalau sampai banyak yang panik, bisa-bisa jalanan macet total pi hanya karena misinformasi.
Untuk yang hendak belanja ke pusat perdagangan baru, cek juga info terbaru soal arus di kawasan pasar. Baca Juga: Kondisi Parkir & Akses ke Pasar Baru Kendari Jelang Lebaran biar tidak terjebak macet parah di sekitar SPBU dan area perniagaan.
Strategi Pertamina Kendari Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran
Saudara-saudaraku Warga Kota Lulo, kunjungan ke SPBU Bundaran Tank dan Tapak Kuda ini bukan sekadar formalitas foto-foto. Dari pantauan langsung, terlihat ada skenario teknis yang cukup matang. Pertama, pengaturan jadwal suplai BBM dibuat lebih sering pada jam-jam kritis. Kalau biasanya truk tangki datang di jam sepi, jelang Lebaran bisa diatur ulang supaya stok tidak sempat turun terlalu jauh.
Kedua, koordinasi erat dengan Hiswana Migas membuat informasi di level pengelola SPBU mengalir cepat. Kalau ada SPBU yang antreannya mulai tidak wajar, langsung dilaporkan, dianalisis, dan dicarikan solusi, entah berupa tambahan suplai atau pengaturan jalur distribusi. Aih, ini kalau dikelola baik, Warga Kendari bisa mudik tenang ji, isi BBM tanpa drama.
Ketiga, ada imbauan tidak tertulis tapi terasa di lapangan: jangan panik beli. Petugas beberapa kali menenangkan warga yang khawatir, menjelaskan bahwa pasokan sudah dihitung untuk skenario puncak mudik. “Jadi isi seperlunya ji, jangan takut kehabisan besok toh,” begitu kira-kira pesan yang berulang diulang.
Bagi Bosku semua yang rencana ke pusat kota, MTQ, atau kantor Pemkot Kendari untuk urus administrasi sebelum libur panjang, ada baiknya atur waktu isi BBM di luar jam sibuk. Baca Juga: Agenda Resmi Pemkot Kendari Menjelang Libur Lebaran untuk menyesuaikan jadwal perjalananmu, biar tidak tabrakan sama arus antrean SPBU.
Pesan Terakhir untuk Warga Kota Lulo: Tenang Ji, Tetap Waspada
Kesimpulannya, dari reportase langsung di dua titik panas—SPBU Bundaran Tank dan Tapak Kuda—situasi memang padat, deg-degan sedikit, tapi terkendali. Pertamina Kendari dan Hiswana Migas menunjukkan kehadiran fisik di lapangan, bukan cuma rilis di belakang meja. Ini penting mi, supaya warga percaya bahwa pasokan benar-benar diawasi.
Astaga, kalau lihat antrean tanpa tahu fakta, kita bisa langsung pikir “krisis BBM” toh. Tapi setelah cek data, dengar keterangan, dan lihat sendiri stok di tangki, gambaran besarnya lebih jelas: ini murni lonjakan musiman jelang Lebaran, bukan kelangkaan struktural.
Jadi, Sobat Kendari, isi BBM dengan tenang, atur waktu, dan tetap sabar di antrean. Jangan terpancing isu di grup WhatsApp keluarga yang bilang “langka mi BBM” tanpa bukti. Ingat, informasi akurat itu juga bahan bakar, bahan bakar ketenangan ji. Mantap djiwa, kita sambut Lebaran dengan hati lapang, dompet aman, dan tangki penuh.






Average Rating