Beritakotakendari.com – Perempuan meninggal eks MTQ bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Warga Kota Lulo langsung heboh mi, begitu kabar seorang perempuan ditemukan tak bernyawa di kawasan Eks MTQ Kendari dan keluarga disebut menolak autopsi, jenazah pun dipulangkan ji ke rumah duka. Tim kami turun langsung di lapangan, suasana di TKP betul-betul senam jantung, aih, ngeri!
Kronologi Perempuan Meninggal di Eks MTQ Kendari
Dari pantauan langsung di lokasi eks MTQ, kawasan yang biasanya ramai aktivitas warga ini mendadak berubah jadi pusat perhatian. Warga berkerumun, polisi lalu-lalang, sirene mobil dinas meraung pelan – betul-betul nuansa geger geden, saudara-saudaraku. Informasi yang dihimpun, perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di area sekitar eks MTQ Kendari pada siang hari.
Beberapa saksi mata yang sempat ditemui di lokasi mengatakan, awalnya mereka mengira hanya orang pingsan ji. “Kita kira orang capek, istirahat biasa, toh. Tapi pas dicek, sudah tidak bergerak mi, kasian,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Tak lama kemudian, aparat kepolisian bersama tim medis datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP awal.
Situasi makin tegang ketika petugas memasang garis polisi dan mengamankan area sekitar. Pengunjung lain di kawasan eks MTQ pun diarahkan menjauh. “Weh, menyala abangku, ramai sekali orang, kayak lautan manusia!” komentar seorang pengunjung yang baru datang dan kaget lihat keramaian mendadak itu. Baca Juga: Update Aktivitas Malam di Kawasan Eks MTQ Kendari.
Penolakan Autopsi: Sikap Keluarga dan Prosedur Hukum
Bagian yang bikin suasana makin mencekam adalah ketika masuk ke soal autopsi. Sesuai prosedur, polisi dan tim medis biasanya akan menawarkan autopsi untuk memastikan penyebab kematian, apalagi kalau ditemukan di ruang publik seperti kawasan eks MTQ. Namun, dari informasi yang beredar di lapangan, pihak keluarga memilih menolak autopsi dan meminta jenazah segera dipulangkan ke rumah duka.
“Keluarga minta supaya tidak usah autopsi, langsung dibawa pulang ji, toh. Mereka bilang karena alasan tertentu, mungkin pertimbangan agama dan adat juga,” ujar salah satu sumber di lokasi. Penolakan ini tentu bikin banyak warga bertanya-tanya, tapi secara hukum, kalau keluarga sudah menandatangani surat pernyataan penolakan dan polisi tidak menemukan indikasi kuat tindak pidana, proses itu bisa dipertimbangkan, Bosku.
Aparat terlihat beberapa kali berdiskusi dengan perwakilan keluarga. Suasana haru bercampur tegang, tangis dari kerabat terdengar jelas. “Kasian, berat sekali kalau sudah begini, nda ada obatnya duka keluarga,” ucap seorang ibu yang ikut menyaksikan dari kejauhan. Polisi tetap wajib memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan mencolok di tubuh korban, sebelum mengizinkan jenazah dipulangkan. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Keamanan Ruang Publik.
Pemulangan Jenazah ke Rumah Duka
Setelah proses pemeriksaan luar selesai dan administrasi penolakan autopsi dirampungkan, jenazah perempuan meninggal eks MTQ itu akhirnya dipulangkan ke rumah duka. Ambulans bergerak pelan keluar dari kawasan eks MTQ, diiringi beberapa anggota keluarga yang tak kuasa menahan air mata. Aih, suasananya benar-benar menohok hati, sobat Kendari.
“Yang penting sekarang, kami cuma mau urus pemakaman baik-baik, biar almarhum tenang,” kata salah seorang anggota keluarga singkat. Warga yang sejak tadi memadati sekitar lokasi mulai bubar, tapi bisik-bisik soal penyebab kematian masih terdengar di mana-mana. Di?” Banyak yang penasaran, tapi toh aparat mengingatkan untuk tidak menyebar informasi yang belum tentu benar.
Petugas keamanan setempat juga mengimbau warga agar lebih waspada ketika beraktivitas di kawasan eks MTQ, apalagi kalau sendirian. “Bukan mau menakut-nakuti, tapi kewaspadaan itu perlu mi. Kalau bisa, jangan terlalu malam sendiri di area terbuka begitu, aman ji kalau sama teman atau keluarga,” ujar seorang petugas.
Dampak Kejadian Perempuan Meninggal Eks MTQ bagi Warga
Kejadian ini jelas meninggalkan tanda tanya sekaligus rasa was-was di kalangan warga Kota Lulo. Banyak yang bertanya, apakah perlu pengetatan pengawasan di kawasan eks MTQ? Apakah penerangan dan patroli malam harus ditambah? Pertanyaan-pertanyaan itu mengapung di udara, sementara aparat dan pemerintah kota tentu dituntut merespons dengan langkah nyata.
“Ini alarm bahaya berbunyi nyaring mi untuk kita semua. Artinya, keamanan ruang publik harus di-upgrade lagi,” komentar seorang tokoh pemuda yang ditemui di sekitar lokasi. Menurutnya, eks MTQ adalah salah satu ikon keramaian Kota Kendari, sehingga mau tidak mau harus jadi zona aman bagi semua, terutama perempuan yang beraktivitas sendiri.
Warga juga berharap Pemkot tidak tinggal diam. “Tunggu pi penjelasan resmi pemerintah dan polisi, biar jelas kronologi dan tindakan lanjutannya,” kata seorang pedagang kaki lima di area itu. Baca Juga: Rencana Revitalisasi Kawasan Eks MTQ dan Pasar Baru bisa jadi salah satu momentum untuk memperkuat sistem keamanan, pemasangan CCTV, hingga penerangan tambahan.
Imbauan untuk Warga Kota Lulo: Tetap Tenang, Tapi Waspada
Untuk Sobat Kendari dan warga Kota Lulo semua, aparat menegaskan agar tidak mudah termakan isu liar. “Tenang saja, jangan panik berlebihan. Kalau ada info resmi, pasti kami sampaikan,” begitu kira-kira garis besar imbauan dari pihak berwenang. Jadi, jangan mi langsung percaya dengan kabar yang beredar di grup WhatsApp tanpa sumber jelas, toh.
Di sisi lain, kewaspadaan pribadi tetap wajib dijaga. Usahakan selalu memberi tahu keluarga atau teman dekat saat bepergian, apalagi kalau melintas di area seperti eks MTQ pada jam sepi. Simpan nomor darurat, dan kalau lihat kejadian mencurigakan, segera lapor ke aparat terdekat. Astaga, jangan menunggu kejadian besar baru kita sadar pentingnya saling jaga.
Peristiwa perempuan meninggal eks MTQ ini menjadi pengingat keras bahwa keamanan kota bukan hanya tugas polisi atau pemerintah, tapi juga kita semua sebagai warga. Mantap djiwa kalau ke depan, kawasan eks MTQ bisa tetap ramai, tapi makin aman dan nyaman bagi semua. Warga Kota Lulo, mari jaga Kota Kendari sama-sama, pi!





Average Rating