Beritakotakendari.com – Penipuan jual beli HP bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Seorang pria asal Kendari jadi korban modus jual beli handphone via Facebook, uang Rp300 ribu melayang begitu saja, HP tidak datang-datang, pelaku langsung hilang bak ditelan bumi. Aih, Warga Kota Lulo, situasi senam jantung ini terjadi di tengah ramainya transaksi online yang lagi tren sekali di Kendari mi!
Penipuan Jual Beli HP di Facebook, Kronologi Lengkap di TKP Online
Saudara-saudaraku, dari informasi yang dihimpun di lapangan virtual alias di Facebook, kejadian ini bermula saat korban melihat postingan jual beli handphone dengan harga miring. Pelaku menawarkan HP kondisi mulus, spek menggiurkan, foto tampak meyakinkan sekali, sampai korban percaya ji.
Korban lalu menghubungi pelaku lewat pesan Facebook. Negosiasi berjalan cepat: tanya harga, tanya kondisi HP, tanya lokasi. Pelaku mengaku berada di sekitar Kota Kendari juga sehingga korban makin yakin. Astaga, disinilah jebakan betmen mulai bekerja toh!
Setelah sepakat, pelaku minta korban transfer uang Rp300 ribu sebagai tanda jadi atau DP. Korban yang sudah telanjur percaya, langsung kirim uang ke rekening yang dikirim pelaku. Usai transfer, pelaku janji akan kirim HP dan mengirimkan resi pengiriman.
Tapi tunggu pi dulu, bukannya resi yang dikirim, akun pelaku malah tiba-tiba susah dihubungi. Pesan tidak dibalas, nomor HP tidak aktif, akun Facebook pelaku seperti menghilang. Aih, ngeri! Korban baru sadar kalau dirinya diduga kuat sudah kena penipuan jual beli HP.
Untuk Warga Kota Lulo yang sering belanja online, kasus ini jadi alarm bahaya berbunyi nyaring. Meskipun kerugian “hanya” Rp300 ribu, tapi kalau yang kena bukan satu orang, bisa lautan korban mi jadinya.
Baca Juga: Awas Modus Penipuan di Sekitar Pasar Baru Kendari
5 Fakta Penipuan Jual Beli HP yang Bikin Warga Kendari Waspada
Weh, menyala abangku! Biar kita semua aman ji, berikut lima fakta penting dari kasus penipuan jual beli HP di Facebook ini yang wajib Warga Kota Lulo catat baik-baik:
- Modus memakai akun Facebook jual beli. Pelaku memanfaatkan grup jual beli dan fitur marketplace. Foto HP tampak normal, caption meyakinkan seolah-olah penjual serius.
- Harga di bawah pasaran. Inilah yang bikin korban tergoda. Harga dibuat sedikit lebih murah dari toko konvensional, sehingga terasa seperti dapat harga teman mi.
- Minta DP atau pelunasan duluan. Pelaku mendesak agar transfer segera dilakukan dengan alasan “banyak peminat”. Di sini tekanan psikologis bekerja, korban takut kehabisan.
- Setelah transfer, komunikasi putus. Ini pola klasik. Pelaku tidak kirim resi pengiriman, lalu akun hilang, nomor HP tidak aktif, chat hanya centang satu atau bahkan langsung diblokir.
- Korban rugi Rp300 ribu. Nilainya mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang, tapi untuk warga pekerja harian atau mahasiswa, ini uang belanja beberapa hari mi, kassian.
Tenang ji, korban disebutkan sudah berusaha mencari pelaku dan mengadukan peristiwa ini. Langkah ini penting sebagai sinyal tegas bahwa Warga Kendari tidak tinggal diam kalau ada yang coba-coba meresahkan.
Respon Warga Kendari dan Peringatan Keras untuk Pelaku Penipuan Jual Beli HP
Sobat Kendari, setiap ada kasus penipuan jual beli HP begini, komentar di medsos langsung meledak. Warga Kota Lulo ramai-ramai berbagi pengalaman serupa: ada yang hampir kena, ada yang sudah pernah jadi korban, bahkan ada yang mengaku rugi lebih besar dari Rp300 ribu.
Di beberapa grup Facebook lokal Kendari, admin mulai pasang pengumuman agar anggota lebih waspada. Nama akun yang diduga terkait penipuan sering kali dishare agar tidak ada lagi yang tertipu. Deh, solidaritas warga ini memang nda ada obatnya!
Aparat penegak hukum di Kendari juga berulang kali mengingatkan, kalau ada kasus penipuan online segera lapor resmi. Bukan cuma curhat di komentar Facebook saja toh. Dengan laporan resmi, peluang untuk mengusut akun-akun nakal ini jadi lebih besar.
Baca Juga: Update Penertiban Pedagang di Sekitar MTQ Kendari
Cara Menghindari Penipuan Jual Beli HP di Media Sosial
Supaya Warga Kota Lulo tidak jadi korban berikutnya, ini beberapa langkah praktis yang bisa Bosku terapkan saat mau beli HP secara online, apalagi lewat Facebook:
- Cek profil penjual. Lihat dulu berapa lama akun dibuat, apakah ada aktivitas wajar, atau baru dibuat dan cuma isi jualan mencurigakan.
- Gunakan sistem COD jika memungkinkan. Apalagi kalau sama-sama di Kendari, minta ketemu di tempat ramai, misalnya dekat kawasan MTQ atau area yang banyak orang. Jangan mau bayar lunas kalau barang belum di tangan.
- Waspada harga terlalu murah. Kalau selisih harganya jauh sekali dari toko resmi, curigai mi dulu. Bisa saja itu akal-akalan pelaku penipuan jual beli HP.
- Gunakan platform atau marketplace dengan rekam jejak transaksi. Lebih aman daripada transaksi langsung lewat inbox tanpa perlindungan sistem pembayaran.
- Simpan bukti chat dan transfer. Kalau terjadi apa-apa, bukti ini bisa jadi dasar laporan ke polisi.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada. Di tengah usaha masyarakat cari HP murah untuk kerja, sekolah online, atau usaha konten, masih saja ada oknum yang manfaatkan celah demi keuntungan sesaat.
Harapan Warga Kota Lulo: Jangan Ada Lagi Korban Penipuan Jual Beli HP
Warga Kota Lulo berharap kasus ini jadi yang terakhir. Edukasi soal penipuan online harus lebih gencar, bukan cuma di media, tapi juga lewat pengumuman resmi dari Pemkot dan aparat terkait. Anak muda, orang tua, sampai pelaku usaha kecil harus sama-sama melek digital.
Weh, buat pelaku penipuan jual beli HP, ingat mi, Kota Kendari ini kecil saja ji, cepat sekali info beredar. Sekali nama dan modus terbongkar, susah pi mau main di tempat lain. Lebih baik cari rezeki halal, daripada bikin rugi orang dan berurusan dengan hukum.
Untuk Bosku semua, kalau menemukan iklan jual beli handphone yang mencurigakan, saling ingatkan toh di grup keluarga, grup kantor, sampai grup tongkrongan. Biar tidak ada lagi yang jatuh di lubang yang sama.
Baca Juga: Program Terbaru Pemkot Kendari Soal Keamanan Digital
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara melaporkan langsung dari “TKP digital” di beranda Facebook Warga Kendari. Tetap waspada, Sobat Kendari, dan ingat mi: cek, ricek, baru transfer!






Average Rating