Beritakotakendari.com – Penipuan CV Konalako bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Warga Kota Lulo lagi senam jantung malam ini, setelah mencuat dugaan ratusan orang jadi korban pembelian rumah kavling yang tak kunjung jelas nasibnya. Aih, ngeri mi, total kerugian diduga tembus sekitar Rp2 miliar dengan kurang lebih 115 pembeli yang merasa dipermainkan, kassian!
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara ini lagi berdiri langsung di sekitar lokasi yang disebut-sebut sebagai lahan proyek CV Konalako Bersama di Kendari. Angin sore berhembus, tapi suasana hati para korban panas ji, campur aduk antara kecewa, marah, dan pasrah. Mereka datang bergantian, bawa map berisi kwitansi, perjanjian, dan fotokopi KTP—semua jadi saksi betapa seriusnya mereka berharap punya rumah sendiri, toh.
Penipuan CV Konalako Diduga Rugikan 115 Pembeli
Dari data sementara yang dihimpun, dugaan Penipuan CV Konalako ini bermula dari penawaran rumah kavling di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya. Modusnya, pihak perusahaan diduga menjanjikan kavling siap bangun dengan harga yang menggiurkan, skema cicilan ringan, dan proses pengurusan surat-menyurat yang katanya sudah diuruskan mi semua. Weh, menyala abangku, siapa yang tidak tergiur?
Sejumlah korban mengaku sudah menyetor uang mulai dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah per orang. Jika ditotal, kerugian diduga menembus sekitar Rp2 miliar. Astaga! Itu kalau dibelikan ikan parende di Kendari, bisa jadi lautan kuah kuning satu Teluk Kendari mi.
Seorang ibu rumah tangga yang ditemui di lokasi, sebut saja Ibu S, bercerita dengan suara bergetar. “Kami percaya karena dibilang sudah ada izin, tinggal tunggu proses pembagian kapling pi. Tapi sampai sekarang, tanahnya mana, sertifikat mana, kantor perusahaannya sepi mi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Korban lainnya, seorang pekerja swasta, mengaku rela menyicil tiap bulan untuk mengejar impian punya rumah sendiri di Kota Kendari. “Kita tahan-tahan makan di luar, nabung, supaya bisa lunas cepat. Eh, ujung-ujungnya begini toh, uang melayang, tanah nda jelas,” katanya.
Baca Juga: Aksi Warga di Kantor Pemkot Kendari Terkait Sengketa Lahan
Kronologi & Pola Dugaan Penipuan CV Konalako
Berdasarkan penuturan beberapa korban dan informasi yang beredar, skema dugaan Penipuan CV Konalako ini kurang lebih sebagai berikut: pertama, calon pembeli diajak survei lokasi yang diklaim sebagai lahan kavling. Kedua, mereka ditawari brosur dengan gambar rumah rapi, akses jalan mulus, dan janji fasilitas lengkap. Ketiga, dilakukan pembayaran uang muka dan cicilan, disertai kuitansi dan perjanjian tertulis.
Pada awalnya, komunikasi antara pihak perusahaan dan pembeli dikabarkan berjalan lancar. Ada grup WhatsApp, ada pertemuan, bahkan sempat dikabarkan ada penjelasan progres. Namun, belakangan, komunikasi mulai tersendat. Korban mengaku susah menghubungi pihak perusahaan, kantor jarang buka, dan janji penyerahan lahan terus diundur pi, diulur-ulur seperti karet, Bosku.
Situasi ini membuat para korban akhirnya saling terhubung dan menyadari bahwa jumlah mereka ternyata sangat banyak. Lautan manusia ji kalau semua dikumpulkan di satu lapangan. Dari sinilah istilah “dugaan penipuan” mulai mencuat, karena para korban menilai janji-janji manis sejak awal tidak sesuai realisasi di lapangan.
Suasana di Lapangan: Emosi Memuncak di Kendari
Suasana di sekitar lokasi yang diklaim sebagai lahan kavling terasa tegang tapi tertib. Korban datang sendiri-sendiri maupun berkelompok, sebagian membawa anak, sebagian lagi datang bersama suami atau istri. Mereka berdiri memandang lahan yang sebagian masih kosong, sebagian lagi ditumbuhi semak. “Katanya di sini mi kavling kita,” ujar seorang bapak sambil menunjuk lahan kosong, nadanya getir.
Ada pula korban yang mengaku sudah berulang kali datang ke kantor perusahaan. “Setiap datang, jawabannya sabar pi, sabar pi, proses administrasi. Tapi sekarang kita sadar, kalau terus sabar, uang kembali juga mungkin susah,” keluhnya.
Baca Juga: Polemik Proyek di Sekitar Pasar Baru Kendari
Langkah Hukum & Harapan Korban Penipuan CV Konalako
Warga yang merasa dirugikan dalam kasus Penipuan CV Konalako ini dikabarkan mulai menempuh jalur hukum. Sejumlah korban mengaku sudah berkoordinasi untuk membuat laporan resmi ke aparat penegak hukum. Mereka ingin ada kejelasan nasib uang yang sudah disetorkan dan status hukum pihak-pihak yang terlibat.
“Kami bukan mau ribut mi, kami cuma mau keadilan. Kalau memang proyek ini bisa lanjut, jelaskan toh. Kalau memang tidak jelas, kembalikan uang kami,” ujar salah satu perwakilan korban yang ditemui di lapangan. Nada suaranya tenang, tapi matanya memperlihatkan betapa berat beban yang dipikul.
Dari sisi hukum, proses pelaporan tentu membutuhkan bukti-bukti kuat: kwitansi, perjanjian, bukti transfer, hingga komunikasi via pesan singkat. Oleh karena itu, sejumlah korban tampak sibuk mengumpulkan berkas-berkas yang selama ini mereka simpat rapi, berharap sekali bisa menjadi jalan keluar.
Seruan ke Warga: Hati-hati Beli Kavling di Kendari
Kepada Sobat Kendari dan Saudara-saudaraku Warga Kota Lulo, kasus dugaan Penipuan CV Konalako ini menjadi alarm bahaya yang berbunyi nyaring. Aih, bukan main! Kejadian seperti ini mengingatkan kita semua agar super teliti sebelum menyerahkan uang dalam jumlah besar, apalagi untuk pembelian rumah atau tanah.
Beberapa langkah kehati-hatian yang bisa jadi pelajaran bersama:
- Cek legalitas perusahaan: akta, NPWP, dan izin usahanya.
- Pastikan status tanah: tanya di kelurahan, BPN, atau instansi terkait.
- Jangan mudah percaya hanya karena banyak yang sudah ikut; banyak korban bukan jaminan aman, malah tanda bahaya.
- Buat perjanjian tertulis yang jelas, dan kalau bisa konsultasi dulu dengan ahli hukum.
Kendari ini kota berkembang, proyek perumahan dan kavling makin marak. Mantap djiwa kalau semua tertib dan jelas. Tapi kalau ada satu saja kasus yang diduga merugikan sampai miliaran rupiah begini, kepercayaan publik bisa runtuh mi. Warga jadi takut berinvestasi, padahal kebutuhan rumah makin meningkat.
Baca Juga: Pembahasan Tata Ruang Kota di DPRD dan Pemkot Kendari
Penutup: Menunggu Klarifikasi Resmi Soal Penipuan CV Konalako
Sampai berita ini diturunkan, tim Beritakotakendari.com masih berupaya menghubungi pihak terkait dari CV Konalako Bersama untuk meminta klarifikasi resmi. Publik butuh penjelasan terbuka: bagaimana status proyek, bagaimana nasib konsumen, dan apa langkah yang akan diambil perusahaan. Tanpa itu, kecurigaan dan keresahan di tengah warga Kota Kendari akan terus membara ji.
Warga Kota Lulo, mari kita ikuti kasus Penipuan CV Konalako ini dengan kepala dingin tapi mata tetap tajam. Jangan gampang terprovokasi, tapi juga jangan diam kalau merasa dirugikan. Tunggu pi proses hukum berjalan dan klarifikasi dari semua pihak. Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara akan terus mengawal, melaporkan tiap perkembangan, dan memastikan suara korban tidak tenggelam begitu saja di tengah hiruk pikuk kota.
Satu yang pasti, Bosku: kasus ini jadi pengingat keras bahwa mimpi punya rumah sendiri memang indah, tapi jangan sampai berubah jadi mimpi buruk hanya karena kita terlalu percaya tanpa cek ulang, toh.





Average Rating