Beritakotakendari.com – Penikaman di Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Gara-gara utang tak dibayar ji, seorang pria di Kendari nekat tikam teman sendiri. Aih, ngeri betul, situasi di lapangan tadi malam itu betul-betul senam jantung, warga berkerumun seperti lautan manusia di sekitar lokasi kejadian.
Penikaman di Kendari Gara-Gara Utang: Kronologi Mencekam di Lapangan
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara hadir langsung di tempat kejadian perkara, Saudara-saudaraku! Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden penikaman di Kendari ini terjadi di sebuah kawasan pemukiman padat penduduk. Pelaku dan korban diketahui adalah teman dekat yang sudah lama saling kenal. Astaga, teman sendiri toh yang kena!
Sore menjelang malam, keduanya disebut sempat terlibat adu mulut terkait utang yang disebut-sebut sudah lama tidak dibayar. Pelaku diduga kesal karena beberapa kali menagih, tapi tak kunjung direspons serius oleh korban. Suasana awalnya hanya cekcok biasa, tapi kemudian memanas sampai nada suara naik, membuat warga sekitar mulai keluar rumah, penasaran mi apa yang terjadi.
Menurut keterangan beberapa saksi yang ditemui di lokasi, pertengkaran itu berubah jadi situasi tegang ketika pelaku kembali menyinggung soal nominal utang yang dinilai cukup besar untuk ukuran kantong warga kelas menengah Kendari. “Awalnya mereka bicara pelan, lama-lama teriak-teriak ji, kita kira berkelahi biasa, ternyata berujung penikaman,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Di puncak emosi, pelaku diduga langsung mencabut sebilah senjata tajam yang sudah ia bawa. Weh, menyala abangku! Satu tikaman mendarat di bagian tubuh korban, membuat orang-orang sekitar langsung panik. Teriakan histeris terdengar, beberapa ibu-ibu menangis melihat darah berceceran di jalan. Situasi betul-betul mencekam, Bosku.
Sambil korban berusaha menahan luka, warga lain sigap menghubungi pihak kepolisian dan layanan medis. “Kita bawa pi ke rumah sakit, kasian, darahnya keluar terus,” kata warga lain. Dalam hitungan menit, korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan intensif.
Baca Juga: Update Situasi Keamanan Malam Hari di Mandonga
Motif Penikaman di Kendari: Utang Tak Dibayar Bikin Emosi Meledak
Sobat Kendari, dari keterangan awal yang beredar, motif utama penikaman di Kendari ini diduga kuat karena masalah utang yang tak kunjung dilunasi. Pelaku disebut sudah beberapa kali menagih secara baik-baik. Namun, korban dianggap tidak menunjukkan itikad baik, bahkan terkesan menghindar.
“Sudah berapa kali dia datang tagih, tapi selalu dibilang tunggu pi, tunggu pi, tidak dibayar-bayar toh. Mungkin itu yang bikin dia panas,” ujar seorang saksi yang mengaku sering melihat keduanya bertemu sebelumnya. Aih, memang urusan utang ini kalau tidak selesai baik-baik bisa jadi bom waktu.
Warga Kota Lulo di sekitar lokasi mengaku kaget karena selama ini keduanya dikenal akrab. Mereka sering terlihat nongkrong bareng, tertawa bersama. Tidak ada yang menyangka hubungan pertemanan bisa berakhir tragis seperti ini. “Mereka itu teman baik, sering kerja bareng ji, makanya kami heran bisa sampai begini,” ucap warga lain dengan nada prihatin.
Baca Juga: Aktivitas Malam di Sekitar Pasar Baru Kendari
Respons Polisi Terkait Penikaman di Kendari
Pihak kepolisian sektor setempat langsung turun tangan. Petugas datang ke TKP, memasang garis polisi, dan mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menikam korban. Proses olah TKP dilakukan cukup lama, membuat ruas jalan di sekitar lokasi sempat padat karena warga terus berdatangan ingin melihat langsung.
“Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan keterangan terkait motif dan kronologi lengkap kejadian. Terduga pelaku sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar seorang petugas di lapangan. Tenang saja, aman ji itu barang dari sisi penanganan aparat, Bosku.
Polisi juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial. Di era serba cepat sekarang, hoaks bisa menyebar lebih cepat dari api, jadi harus hati-hati mi sebelum share sesuatu.
Kondisi Korban dan Kehebohan Warga Kota Lulo
Sampai laporan ini disusun, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Informasi resmi soal kondisi terkini korban masih menunggu keterangan medis. Namun, beberapa sumber di lapangan menyebut korban sempat sadar saat dibawa ke rumah sakit dan dalam pengawasan ketat tim dokter.
Warga Kota Lulo yang menyaksikan kejadian ini masih terlihat syok. Beberapa ibu-ibu yang ditemui reporter mengaku takut kalau kejadian serupa terulang, apalagi gara-gara masalah sepele seperti utang yang sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik. “Jangan mi main kasar, bahas pelan-pelan toh, hidup ini susah ji, jangan ditambah susah lagi dengan tindakan bodoh,” ujar seorang ibu dengan nada bergetar.
Astaga, ini jadi pelajaran keras buat kita semua. Utang pi utang, tapi nyawa itu tidak bisa diganti, Bosku. Kalau ada masalah keuangan, lebih baik diurus secara kekeluargaan, kalau perlu libatkan tokoh masyarakat atau pihak berwajib untuk mediasi sebelum emosi naik.
Baca Juga: Program Pemkot Kendari Tingkatkan Keamanan Lingkungan
Pesan Penting untuk Warga: Kendalikan Emosi, Jaga Kota Lulo Tetap Aman
Sobat Kendari, kejadian penikaman di Kendari ini jelas jadi alarm bahaya berbunyi nyaring buat kita semua. Deh, nda ada obatnya kalau emosi sudah menguasai diri. Sedikit persoalan ekonomi bisa berubah jadi kasus pidana berat kalau tidak diredam dengan kepala dingin.
Warga diimbau saling mengingatkan: kalau berutang, usahakan komunikasikan baik-baik dan jaga kepercayaan orang yang membantu. Kalau menagih, pakai cara yang santun, jangan langsung naik pitam. Ingat, hukum akan berjalan, dan penyesalan itu selalu datang belakangan ji.
Warga Kota Lulo, mari jaga kampung kita tetap aman, asik, dan damai. Jangan biarkan satu insiden penikaman di Kendari ini merusak citra kota yang selama ini dikenal dengan lulo, kuliner mantap djiwa, dan keramahtamahan luar biasa. Kita bisa tegas, tapi tetap manusiawi toh.
Reporter lapangan pamit dulu, tapi pantau terus perkembangan kasus ini di Beritakotakendari.com, Bosku. Tunggu pi update resmi dari polisi dan rumah sakit, biar informasi yang kita terima tetap akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.






Average Rating