Beritakotakendari.com – Penangkapan sabu Kendari bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Seorang pemuda di Kendari ditangkap polisi dengan barang bukti 17 saset sabu, situasi langsung senam jantung di lapangan. Dipantau sejak tahun lalu toh, aparat akhirnya melakukan penggerebekan yang disebut sebagai salah satu operasi narkotika paling rapat dan terukur di wilayah kota ini dalam beberapa bulan terakhir.
Warga Kota Lulo! Di sekitar lokasi penangkapan, suasana mendadak heboh. Tetangga keluar rumah, motor berhenti di pinggir jalan, semua penasaran: “Siapa lagi ini, di?” Aih, ngeri! Pemuda yang selama ini diduga kuat terlibat peredaran sabu akhirnya tak bisa mengelak ketika 17 saset paket kristal bening diduga narkotika jenis sabu ditemukan di tangannya dan sekitar tempat tinggalnya.
Penangkapan sabu Kendari: Kronologi Operasi yang Dipantau Setahun
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pemuda ini sudah dipantau aparat sejak tahun lalu mi. Tim kepolisian, yang diduga berasal dari satuan narkoba, melakukan serangkaian penyelidikan tertutup: mulai dari pemetaan jaringan, memonitor pergerakan, sampai mengawasi transaksi mencurigakan di sekitar rumah dan titik-titik tertentu di Kendari.
Puncaknya, aparat bergerak cepat saat diyakini ada aktivitas transaksi. Penggerebekan dilakukan secara tiba-tiba, tanpa banyak suara. Warga yang sempat kaget mengira ada keributan biasa, tapi begitu lihat polisi keluar-masuk sambil membawa seseorang dan kantong plastik berisi barang bukti, wah, geger geden mi satu lorong.
Menurut keterangan awal yang dihimpun dari pihak kepolisian, 17 saset sabu tersebut diduga siap edar. Masing-masing saset dipaketkan dalam ukuran kecil, yang biasa beredar di tingkat pengguna jalanan. Meski harga pastinya belum diumumkan, pola pengemasan ini mengindikasikan adanya dugaan bisnis terstruktur, bukan sekadar pemakai kasian yang tersesat.
Baca Juga: Operasi Narkoba di Sekitar Pasar Baru Kendari
Lokasi Penangkapan Sabu Kendari dan Reaksi Warga Kota Lulo
Penangkapan ini terjadi di salah satu kawasan pemukiman padat di Kota Kendari, yang selama ini dikenal relatif tenang ji. Warga mengaku kaget karena pelaku selama ini tampak seperti pemuda pada umumnya: berbaur, nongkrong, dan tak menunjukkan gelagat mencolok. “Baru tau ka mi sekarang, ternyata begini toh,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi, masih dengan wajah syok.
Situasi di tempat kejadian sempat membuat jalanan menyempit, motor dan mobil melambat untuk melihat lebih dekat. Aih, lautan manusia skala mini langsung terbentuk di depan rumah yang digeledah. Beberapa warga sampai mengeluarkan ponsel, tapi aparat dengan tegas mengingatkan agar tidak menghalangi tugas dan berhati-hati dalam merekam.
Weh, menyala abangku! Bagi aparat, momentum seperti ini adalah kesempatan menunjukkan bahwa perang melawan narkoba di Kendari bukan main-main ji. Namun di sisi lain, pemandangan ini jadi alarm bahaya berbunyi nyaring bagi orang tua dan pemuda di sekitar. “Kalau di dekat rumah bisa ada sabu begini, berarti bahaya sudah dekat pi,” komentar seorang ibu rumah tangga sambil menggandeng anaknya menjauh dari kerumunan.
Barang Bukti: 17 Saset Sabu dan Dugaan Jaringan Peredaran
Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan 17 saset kecil berisi kristal bening yang diduga kuat sabu. Selain itu, turut diamankan alat isap (bong), timbangan digital, dan beberapa ponsel yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan pembeli maupun pemasok.
Secara teknis, pola ini kerap dikaitkan dengan jaringan peredaran narkoba skala kecil sampai menengah. Dari jumlah saset dan keberadaan timbangan digital, aparat kini diduga tengah mengembangkan kasus untuk mengungkap dari mana barang itu masuk dan kemana saja dialirkan. Jangan heran kalau dalam beberapa hari ke depan bisa ada lagi penangkapan lanjutan, Bosku.
Baca Juga: Langkah Tegas Pemkot Kendari Perangi Narkoba
Penangkapan sabu Kendari dan Proses Hukum yang Menanti Pelaku
Saudara-saudaraku, setelah diamankan, pemuda ini langsung digelandang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Di tahap awal, penyidik bakal menggali dua hal utama: statusnya apakah hanya kurir, pengedar, atau sekaligus pengguna; dan sejauh mana jaringan yang menaungi aktivitasnya.
Jika terbukti kuat sebagai pengedar, pelaku berpotensi dijerat dengan pasal-pasal berat dalam undang-undang narkotika. Itu berarti ancaman hukuman bisa bertahun-tahun penjara, bahkan belasan, tergantung konstruksi pasal dan hasil pembuktian di pengadilan. Aih, kalau sudah masuk tahap ini, berat mi hidup ke depan, kassian.
Namun secara hukum, pelaku tetap memiliki hak untuk didampingi penasihat hukum dan menyampaikan pembelaan. Proses laboratorium terhadap barang bukti juga akan dilakukan untuk memastikan kadar dan jenis narkotika secara ilmiah. Inilah yang nanti jadi dasar kuat di berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Dampak Sosial Penangkapan Sabu Kendari bagi Lingkungan Sekitar
Penangkapan sabu Kendari bukan cuma soal satu pemuda ditangkap, tapi juga soal guncangan sosial di lingkungan tempat ia tinggal. Tetangga yang tadinya akrab bisa mendadak canggung, keluarga pelaku menanggung beban mental dan stigma, dan anak-anak sekitar dapat trauma melihat polisi berseragam lengkap keluar-masuk rumah orang yang mereka kenal.
Di sisi lain, beberapa warga justru merasa sedikit lega. “Bagus mi kalau ditangkap begini, supaya jera yang lain. Kita punya anak-anak di sini banyak, takut ji kalau mereka ikut-ikut,” ujar seorang bapak di dekat lokasi kejadian. Pernyataan ini menunjukkan bahwa warga mulai menyadari betapa rapuhnya filter sosial jika narkotika sudah menyusup ke lingkungan dekat.
Baca Juga: Suasana Malam di MTQ Kendari Usai Patroli Polisi
Seruan untuk Warga Kota Lulo: Waspada, Tapi Tetap Tenang Ji
Astaga, kalau dengar kata sabu saja sudah bikin bulu kuduk berdiri, apalagi lihat penangkapan langsung di depan mata. Tapi tenang mi, Warga Kota Lulo, aparat sedang bekerja dan butuh dukungan kita. Kalau ada gerak-gerik mencurigakan di lingkungan, jangan takut lapor toh. Bisa lewat RT, lurah, atau langsung ke aparat penegak hukum.
Penangkapan sabu Kendari dengan barang bukti 17 saset ini jadi pengingat keras bahwa narkoba bukan lagi isu jauh di televisi, tapi sudah bisa menyusup sampai tikungan lorong di sekitar rumah kita. Mantap djiwa kalau kita semua kompak jaga keluarga dan tetangga, supaya generasi muda Kota Kendari tetap fokus sekolah, kerja, dan menari lulo, bukan terseret ke dunia gelap narkotika.
Untuk sekarang, kita tunggu pi informasi resmi lanjutan dari pihak kepolisian: bagaimana hasil pemeriksaan, siapa saja yang terlibat, dan langkah berikutnya yang akan diambil. Yang jelas, kasus ini sudah jadi alarm besar yang berbunyi keras di telinga seluruh warga: jangan main-main dengan narkoba, kasian masa depanmu, Bosku!






Average Rating