Beritakotakendari.com – Pelabuhan Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara lagi berdiri langsung di dermaga, angin laut kencang, suara kapal bersahut-sahutan, tapi di balik pemandangan indah Teluk Kendari ini, kondisi fasilitas pelabuhan bikin senam jantung mi. Banyak yang tak layak pakai, karat di mana-mana, lantai retak, hingga penerangan minim, aih ngeri ji! Anggota DPR RI asal Sultra, Ridwan Bae, sampai turun tangan mendesak supaya dana retribusi difokuskan untuk perbaikan. Astaga, ini sudah level alarm bahaya berbunyi nyaring toh!
Pelabuhan Kendari Tak Layak: Lautan Keluhan dari Penumpang
Warga Kota Lulo, suasana di Pelabuhan Kendari pagi ini ramai luar biasa, ibarat lautan manusia. Penumpang yang mau berangkat ke beberapa pulau sekitar Sultra tampak mengantre panjang. Di sela antrean, keluhan mengalir deras. Ada yang menunjuk lantai dermaga yang sudah retak dan berlubang, ada yang mengeluh soal toilet yang jorok dan tidak terurus, sampai ada sopir truk yang cerita kalau area bongkar muat bikin waswas karena permukaan tidak rata dan licin kalau hujan.
“Ini pelabuhan utama di ibu kota provinsi mi, masa begini terus kondisinya,” keluh seorang penumpang kepada kami, matanya menatap ke arah bangunan terminal yang catnya sudah mengelupas. Situasi begini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menyentuh soal keselamatan ji. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, toh!
Menurut pantauan langsung di lapangan, beberapa titik krusial yang tampak bermasalah antara lain:
- Fasilitas ruang tunggu yang sempit dan kurang kursi layak pakai.
- Area dermaga dengan besi berkarat dan papan penutup yang longgar.
- Penerangan malam hari di beberapa sudut pelabuhan sangat minim.
- Toilet umum yang butuh renovasi total.
Padahal, pelabuhan ini jadi pintu gerbang utama mobilitas warga dari dan ke Kendari. Weh, menyala abangku, kalau ini dibiarkan, bisa jadi bom waktu keselamatan penumpang.
Baca Juga: Rencana Penataan Ulang Kawasan Teluk Kendari
Ridwan Bae Desak Dana Retribusi Difokuskan Perbaikan Pelabuhan Kendari
Saudara-saudaraku, masuklah tokoh sentral di drama mencekam ini: Ridwan Bae, Anggota DPR RI asal Sulawesi Tenggara. Dalam kunjungan kerjanya, ia menyoroti keras kondisi fasilitas Pelabuhan Kendari yang dinilai tak layak. Menurutnya, ini tidak bisa ditunggu-tunggu pi, harus ada tindakan nyata sekarang juga.
Ridwan menegaskan, dana retribusi yang selama ini dipungut di pelabuhan seharusnya tidak kemana-mana, tapi difokuskan untuk perbaikan fasilitas dasar: dermaga, terminal penumpang, dan sarana penunjang keselamatan. “Kalau sudah tahu fasilitasnya rusak, jangan pi dibiarkan. Retribusi yang diambil dari rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk pelayanan yang baik,” begitu kira-kira garis besarnya. Mantap djiwa kalau benar-benar direalisasikan, toh!
Ia juga mengingatkan pengelola pelabuhan dan pemerintah terkait agar membuat perencanaan yang jelas. Bukan sekadar tambal-sulam, tetapi perbaikan menyeluruh dengan target dan tenggat waktu yang tegas. Warga butuh kepastian, bukan janji manis yang menguap di udara laut Kendari.
Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Infrastruktur
Dampak Kondisi Pelabuhan Kendari bagi Ekonomi dan Keselamatan
Bosku, jangan anggap sepele ji kondisi fisik pelabuhan. Ini urat nadi ekonomi kita. Barang-barang kebutuhan pokok, hasil bumi dari pulau-pulau sekitar, hingga logistik penting, semua keluar masuk lewat pelabuhan. Kalau dermaga rusak, bongkar muat tersendat, biaya logistik bisa naik, ujung-ujungnya harga di pasar melonjak. Warga kecil lagi yang kena imbas, kassian.
Bukan cuma ekonomi, aspek keselamatan juga taruhannya. Dermaga yang berlubang dan licin bisa memicu kecelakaan penumpang maupun pekerja. Penerangan yang minim di malam hari memperbesar risiko tindak kriminal dan kecelakaan kerja. Ini bukan teori kosong, di lapangan kita sudah dengar beberapa cerita nyaris celaka dari para buruh dan sopir truk, tapi banyak yang tidak tercatat resmi.
Di sisi lain, citra Kendari sebagai ibu kota provinsi juga bisa tercoreng kalau tamu dari luar daerah melihat kondisi pelabuhan yang jauh dari kata representatif. Aih, untuk kota yang sedang gencar promosi wisata Lulo dan Teluk Kendari, ini PR besar mi yang harus dibereskan bersama.
Seruan ke Pemerintah dan Pengelola: Jangan Tunggu Pi Ada Korban
Warga Kota Lulo, pesan dari lapangan ini jelas: jangan tunggu pi ada korban baru bergerak. Ridwan Bae sudah bersuara lantang di tingkat pusat, tapi eksekusi tetap di tangan pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah. Transparansi penggunaan dana retribusi harus dibuka, perencanaan perbaikan harus dikomunikasikan ke publik, dan progresnya dipantau bersama.
Penguatan koordinasi antara Pemkot Kendari, pemerintah provinsi, dan otoritas pelabuhan menjadi kunci. Kalau mau Kendari bersinar sebagai kota maritim yang modern, pelabuhannya harus naik kelas dulu. Deh, nda ada obatnya kalau semua pihak kompak, pasti bisa dibenahi.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Baru Kendari dan Dampaknya ke Warga
Sementara itu, para penumpang dan pengguna jasa pelabuhan juga diimbau untuk aktif melapor kalau menemukan titik-titik berbahaya di area pelabuhan. Dokumentasikan, laporkan resmi, dan suarakan di forum yang tepat. Suara rakyat ini yang akan jadi bahan bakar perubahan. Tenang saja, aman ji kalau semua bergerak bersama, Pelabuhan Kendari bisa kembali membanggakan toh!





Average Rating