Beranda / Peristiwa / Pawai Obor Kendari: 7 Momen Viral Takbiran Keliling

Pawai Obor Kendari: 7 Momen Viral Takbiran Keliling

pawai obor Kendari dan takbiran keliling memeriahkan malam takbiran
0 0
Read Time:5 Minute, 9 Second

Beritakotakendari.compawai obor Kendari bikin geger satu Kota Lulo, Bosku! Malam takbiran jelang Idulfitri berubah jadi lautan manusia, lautan cahaya, dan lautan gema takbir yang mengguncang langit Kendari. Wartawan lapangan paling heboh se-Sultra hadir langsung di lokasi, menyaksikan sendiri bagaimana pawai obor dan takbiran keliling ini menjelma jadi momen religi yang merinding sekaligus meriah mi, lengkap dengan iring-iringan kendaraan, beduk keliling, sampai suara anak kecil teriak “Allahu Akbar” di sudut-sudut jalan.

Pawai Obor Kendari Menyala: Lautan Warga Penuhi Jalan

Warga Kota Lulo! Dari pantauan langsung di lapangan, iring-iringan pawai obor Kendari ini membentang panjang, betul-betul bak ular raksasa berlampu, menjalar dari satu ruas jalan ke ruas lain. Aih, ngeri! Obor-obor diangkat tinggi, api berkelip di tengah angin malam, sementara gema takbir berkumandang tanpa putus. Tua-muda tumplek bleg, dari anak kecil, remaja gaul Mandonga, sampai para orang tua yang jalan pelan-pelan tapi semangatnya menyala abangku!

Peserta pawai terlihat rapi dalam barisan, sebagian mengenakan busana muslim putih, ada juga yang kompak pakai seragam komunitas masjid. Tenang saja, aman ji itu barang, karena aparat kepolisian dan petugas keamanan tampak berjaga di setiap simpul keramaian. Jalanan di beberapa titik memang dibuat satu arah dan ada penutupan sementara, tapi warga sudah maklum mi: “Namanya juga malam takbiran toh, harus kasih longgar suasana meriah.”

Beberapa titik kumpul utama jadi pusat perhatian. Warga berjejer di pinggir jalan sambil mengabadikan momen dengan ponsel. Suasana benar-benar senam jantung, bukan karena takut, tapi karena takjub. Deh, nda ada obatnya! Anak-anak kecil berlarian sambil teriak, “Lihat obor! Lihat obor!”, bikin suasana makin hidup.

Baca Juga: Jadwal dan Rute Lengkap MTQ di Kota Kendari

Takbiran Keliling di Kendari: Suara Menggema Sampai ke Teluk

Tidak hanya obor, Bosku, takbiran keliling pun jadi bintang utama malam ini. Mobil bak terbuka dimodifikasi jadi panggung berjalan, membawa beduk besar dan pengeras suara. Gema “Allahu Akbar, Allahu Akbar” memantul di antara bangunan dan mengalun sampai ke kawasan dekat Teluk Kendari. Astaga, nuansa religiusnya kuat sekali, sampai bikin banyak warga yang menonton ikut meneteskan air mata haru.

Di beberapa titik, rombongan takbiran berhenti sejenak untuk mengatur barisan, membenahi sound system, dan memberi kesempatan peserta minum dan istirahat sebentar. “Capek sedikit nda masalah ji, yang penting kita rasakan kebersamaan malam ini,” ujar salah satu peserta pawai yang datang bersama rombongan masjid lingkungan perumahannya. Kassian, tapi tampak sekali raut bahagianya, meski keringat bercucuran.

Takbiran keliling di Kendari ini tidak hanya jadi tradisi keagamaan, tapi juga ajang silaturahmi akbar. Warga yang mungkin jarang ketemu di hari biasa, malam ini bisa saling sapa. “Eh, ko di sini juga? Lama nda ketemu!” Tawa pun pecah di tengah deru takbir. Mantap djiwa!

Baca Juga: Update Rekayasa Lalu Lintas Pemkot Kendari Malam Takbiran

Pengamanan Pawai Obor Kendari: Padat Ji, Tapi Terkendali

Sobat Kendari, meski suasana geger geden dan ramai luar biasa, pengamanan terpantau cukup ketat. Polisi, Satpol PP, dan aparat kelurahan terlihat hilir-mudik di simpul-simpul keramaian. Ada juga petugas dari ormas keagamaan yang membantu mengatur barisan pawai obor. “Jangan berdesakan, jaga jarak sedikit, pelan-pelan mi,” begitu imbauan yang terus terdengar lewat pengeras suara.

Beberapa ruas jalan utama dialihkan, sehingga kendaraan dari luar pawai diarahkan mencari jalur alternatif. Buat pengendara yang kebetulan terjebak di tengah arak-arakan, yah, sabar ji dulu. Ini momen setahun sekali toh. “Macet mi sedikit, tapi sekalian saya rekam videonya buat kirim ke keluarga di kampung,” ujar seorang pengendara ojek online yang tampak santai menepi.

Petugas juga sesekali mengingatkan agar obor dipegang dengan benar, tidak diarahkan ke wajah orang lain, dan tidak dimainkan sembarangan. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada kalau lihat anak kecil pegang obor sambil lari-lari, tapi sejauh pantauan di lapangan, semua masih dalam batas aman dan terkontrol.

Rute Pawai Obor dan Titik Keramaian Favorit Warga

Walau rute resmi biasanya diumumkan lebih dulu oleh panitia dan Pemkot, di lapangan selalu ada dinamika. Beberapa kawasan yang tampak paling padat oleh massa dan obor menyala adalah koridor jalan-jalan utama yang menghubungkan permukiman padat dengan pusat kota. Warga menumpuk di persimpangan, trotoar, dan area depan pertokoan. Banyak yang sengaja datang lebih awal hanya untuk mengamankan posisi nonton yang strategis.

Di sekitar area pasar dan pusat kuliner, suasana kian hidup. Pedagang kaki lima kebanjiran pembeli. “Alhamdulillah, ramai mi malam ini, jualan laku terus,” kata seorang pedagang minuman dingin. Sementara itu, semerbak aroma makanan khas malam takbiran membuat orang yang awalnya cuma mau nonton pawai, jadi tergoda jajan.

Baca Juga: Suasana Jual Beli di Pasar Baru Kendari Menjelang Lebaran

Makna Religi dan Kebersamaan di Balik Pawai Obor Kendari

Saudara-saudaraku, di balik gegap gempita dan kembang api sesekali yang menyambar langit, esensi pawai obor Kendari tetaplah pada makna religius dan kebersamaan. Obor menjadi simbol cahaya iman yang diharapkan terus menyala dalam hati umat, sementara takbir yang menggema keliling kota adalah penanda kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Seorang tokoh agama yang ditemui di lokasi mengatakan, “Takbiran keliling ini bukan cuma soal ramai-ramai di jalan, tapi tentang bagaimana kita hadirkan rasa syukur, saling mengingatkan untuk menjaga persatuan. Yang penting, jaga adab, jaga ketertiban, jangan sampai euforia berlebihan.” Pesan itu mengalir tenang, mengimbangi hiruk pikuk yang mengelilingi.

Buat warga Kendari, malam takbiran tanpa pawai obor dan takbiran keliling rasanya seperti ada yang kurang. “Dari kecil ji saya ikut begini, tradisi keluarga juga,” kata seorang ibu sambil menggandeng anaknya. Tradisi ini turun-temurun, dan tiap tahun selalu ada generasi baru yang ikut bergabung dalam lautan cahaya itu. Weh, menyala abangku! Begitu kira-kira gambaran betapa hidupnya malam takbiran di Kota Lulo ini.

Harapan Warga untuk Pawai Obor di Tahun-Tahun Berikutnya

Meski sudah meriah, banyak warga berharap tahun-tahun berikutnya pawai bisa lebih terorganisir lagi, dengan rute yang diumumkan lebih awal, kantong parkir lebih tertata, dan titik kumpul yang jelas. “Kalau bisa, disiapkan juga posko kesehatan di beberapa titik, biar kalau ada yang kelelahan bisa langsung ditangani,” harap seorang pemuda yang ikut mengawal barisan remaja masjid.

Namun di balik segala kekurangan teknis, euforia malam ini sudah cukup membuktikan satu hal: semangat warga Kendari untuk menyambut Hari Raya Idulfitri dengan suka cita dan rasa syukur tidak pernah padam. Tunggu pi tahun depan, boleh jadi pawai obor dan takbiran keliling akan lebih geger lagi, lebih tertib, dan tentu saja, lebih menyala!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan