Beritakotakendari.com – Parkir Liar MTQ Kendari bikin sorotan satu Kota Lulo mi, Bosku! Saya lagi berdiri langsung di kawasan eks MTQ Kendari, panas matahari terik, tapi situasi lapangan justru adem karena Dishub dan Satpol PP Kota Kendari turun full team memastikan nda ada lagi juru parkir ilegal yang berani main-main di sini. Aih, suasananya barusan sempat senam jantung sebelum aparat datang tertibkan semua!
Parkir Liar MTQ Kendari Ditertibkan Total
Sobat Kendari, di kawasan eks MTQ yang jadi salah satu ikon kota ini, Dishub dan Satpol PP Kota Kendari menegaskan dengan sangat jelas: tidak boleh ada parkir liar lagi, titik. Dari pantauan langsung di lapangan, petugas berseragam lengkap tampak siaga di beberapa titik strategis, mulai dari pintu masuk utama sampai sudut-sudut yang biasanya jadi tempat favorit juru parkir tak resmi beraksi.
“Semua sudah kita tertibkan, tidak ada pungutan parkir liar di kawasan eks MTQ,” begitu kira-kira pernyataan garis besarnya dari petugas di lapangan yang saya temui. Tenang ji, warga Kota Lulo, kalau datang rekreasi atau ikut kegiatan di eks MTQ, tidak boleh lagi ada oknum yang asal tagih uang parkir tanpa karcis resmi, toh.
Warga yang saya wawancarai singkat juga mengaku lebih nyaman. “Dulu-dulu sempat was-was, kadang ada yang minta tarif seenaknya, sekarang aman mi,” ujar seorang pengunjung yang parkir dengan motor matic-nya di tepi area yang sudah diberi tanda resmi. Weh, menyala abangku, begini mi penataan kota yang kita mau!
Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Ruang Publik
Pola Pengawasan Dishub & Satpol PP di Eks MTQ
Saudara-saudaraku, jangan kira pengawasan soal Parkir Liar MTQ Kendari ini cuma panas-panas tahi ayam, di? Dari pantauan, Dishub menurunkan petugas lapangan yang rutin keliling, sementara Satpol PP bersiaga untuk tindakan penegakan bila ada yang nekat melanggar. Kombinasi dua instansi ini bikin efek jera yang cukup terasa, mantap djiwa!
Petugas Dishub memantau arus kendaraan, memastikan titik parkir resmi tidak mengganggu lalu lintas, sementara Satpol PP fokus menjaga jangan sampai muncul lagi “raja kecil” parkir ilegal. Aih, kalau masih ada yang coba-coba tarik uang parkir liar, bisa-bisa langsung diangkut pi untuk pembinaan, kassian.
Kendaraan yang terparkir juga diarahkan pada kantong-kantong parkir yang sudah ditentukan. Jadi bukan cuma soal pungutan liar, tapi juga soal kerapian dan keselamatan pengguna jalan. Kita tahu sendiri toh, kalau di acara-acara besar di eks MTQ, kalau parkirnya semrawut bisa berubah jadi lautan kendaraan yang bikin macet parah. Sekarang mulai tertata, meski pengawasan ketat tetap dibutuhkan tiap hari.
Baca Juga: Info Terbaru Jadwal Kegiatan di Eks MTQ Kendari
Dampak Penertiban Parkir Liar MTQ Kendari ke Warga
Warga Kota Lulo!, penertiban ini efeknya berasa sekali. Pertama, dari sisi ekonomi masyarakat, pengunjung sekarang lebih tenang bawa keluarga rekreasi tanpa takut “dipepet” tukang parkir liar. Kedua, dari sisi citra kota, eks MTQ sebagai etalase Kendari jadi tampak lebih tertib dan ramah wisatawan. Aih, nda ada obatnya kalau kawasan wisata sekaligus ruang publik bisa aman dan nyaman begini.
Memang, ada juga mantan juru parkir liar yang sekarang bingung mau kerja apa. Ini yang perlu dipikirkan bersama oleh pemerintah, biar mereka bisa dialihkan ke pekerjaan yang lebih jelas. Tapi dari sisi ketertiban, warga banyak yang bilang: “Maaf ji, tapi aturan harus jalan, toh.” Di sinilah tantangan Pemkot Kendari menata tanpa meninggalkan warganya sendiri.
Beberapa pelaku UMKM di sekitar eks MTQ mengaku omzetnya cenderung stabil, bahkan naik sedikit, karena pengunjung merasa lebih betah. “Atmosfer lebih aman, orang-orang nda cepat pulang, mereka santai jajan,” kata salah satu penjual makanan di sekitar lokasi. Jadi, penertiban parkir liar kalau dikelola baik, bisa bantu putar ekonomi juga, Bosku.
Koordinasi Pemkot Kendari untuk Kawasan Eks MTQ
Situasi ini tentu bukan kerja Dishub dan Satpol PP sendiri ji. Di belakang layar, ada koordinasi Pemkot Kendari untuk memastikan kebijakan soal Parkir Liar MTQ Kendari sejalan dengan rencana besar penataan ruang kota. Eks MTQ bukan cuma tempat acara seremonial, tapi pelan-pelan diarahkan jadi ruang publik yang hidup sepanjang hari.
Ke depan, pemerintah kota diharapkan memasang papan informasi yang jelas soal zona parkir resmi, tarif yang sah (kalau ada), dan nomor pengaduan kalau warga menemukan praktik parkir liar lagi. Jadi kalau ada yang coba main nakal, warga bisa lapor pi, dan aparat bisa turun cepat. Aih, kalau sistem begini berjalan, aman mi kita semua.
Sobat Kendari, tugas kita sebagai warga juga penting: jangan mau bayar parkir kalau tidak ada karcis resmi atau petugas yang jelas identitasnya. Kalau kita tegas, pelaku parkir liar akan susah berkembang lagi. Ingat, ketertiban kota itu bukan cuma urusan pemerintah, tapi kerja sama semua orang, toh.
Baca Juga: Rencana Penataan Pasar Baru dan Dampaknya ke Lalu Lintas
Harapan Warga Kota Lulo ke Depan
Dari suara-suara yang terdengar di lapangan, harapan warga Kota Lulo sederhana tapi penting: konsistensi. Jangan cuma sekarang saja ramai pengawasan, nanti beberapa bulan ke depan longgar lagi. “Jaga terus mi, biar tidak balik macam dulu,” kata seorang sopir angkot yang sering lewat jalur eks MTQ.
Selain itu, warga juga berharap penerangan, kebersihan, dan fasilitas pendukung lain di kawasan eks MTQ terus ditingkatkan. Kalau lampu cukup, sampah terkelola, parkir tertib, dan kegiatan rutin diadakan, dijamin eks MTQ akan jadi salah satu ruang publik paling nyaman di Sulawesi Tenggara. Weh, kalau itu terjadi, betul-betul membanggakan kita semua, Bosku.
Jadi, malam atau siang, kalau lewat kawasan eks MTQ dan melihat parkir sudah mulai rapi, ingatlah bahwa itu hasil kerja panjang Dishub, Satpol PP, dan dukungan warga yang mau taat aturan. Aih, semoga kota ini makin tertib, makin aman, dan makin layak disebut kota tujuan di jazirah Sulawesi Tenggara, amin ji.





