Beritakotakendari.com – Operasi Ketupat Anoa bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari halaman Mapolresta Kendari, jurnalis lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara melaporkan langsung: 242 personel dikerahkan untuk pengamanan Idulfitri 2026. Aih, suasananya barusan ini seperti apel akbar menjelang final Piala Dunia, padahal ini latihan pra operasi, Latpra Ops Ketupat Anoa 2026, demi memastikan lebaran warga Kota Lulo berjalan aman, tertib, dan lancar ji.
Di lapangan, deretan personel berjajar rapi, mulai dari satuan lalu lintas, samapta, reskrim, intel, hingga personel tambahan dari fungsi lain. Komando terdengar tegas, peluit bersahutan, situasi betul-betul senam jantung, tapi terukur dan terencana. “Ini baru pemanasan mi, nanti puncak pengamanannya pas H-7 sampai H+7 Lebaran,” ujar salah satu perwira yang ditemui di lokasi.
Operasi Ketupat Anoa 2026 di Kendari: 242 Personel Disiagakan
Sobat Kendari, Latpra Ops ini adalah tahap krusial sebelum Operasi Ketupat Anoa benar-benar digelar. Tujuannya jelas: semua personel paham ji peran, garis komando, dan skenario terburuk yang mungkin terjadi saat arus mudik, arus balik, dan malam takbiran. Bukan main, 242 personel disusun dalam pola pengamanan terpadu yang menyentuh titik-titik paling rawan di Kota Kendari.
Mulai dari jalur masuk Kota Kendari, kawasan perbelanjaan, pusat keramaian, sampai titik kumpul tradisi malam takbiran akan dipetakan. “Kami siapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa titik strategis. Fokusnya bukan cuma keamanan, tapi juga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pemudik,” kata pejabat Polresta di sela pengarahan. Aih, mantap djiwa, lengkap toh!
Warga Kota Lulo perlu tahu, Latpra Ops ini bukan kegiatan ceremonial kosong. Di dalam ruangan, para perwira memaparkan peta rawan kejahatan, potensi kemacetan, sampai antisipasi gangguan kamtibmas. Di luar, personel simulasi pengaturan arus, evakuasi korban kecelakaan, hingga penanganan massa. Deh, nda ada obatnya detail persiapannya.
Baca Juga: Info Terbaru Rekayasa Lalu Lintas di MTQ Kendari untuk tahu bagaimana kawasan MTQ yang jadi titik kumpul favorit takbiran akan diatur saat puncak lebaran nanti, Bosku.
Fokus Pengamanan Operasi Ketupat Anoa di Jalur Padat dan Titik Rawan
Saudara-saudaraku, fokus Operasi Ketupat Anoa di Kendari tahun 2026 ini tidak main-main. Ada beberapa klaster pengamanan yang disiapkan:
- Pengamanan lalu lintas: Termasuk jalur Mandonga–Anduonohu, By Pass, dan akses ke bandara.
- Pengamanan pusat perbelanjaan: Seperti kawasan pasar modern dan tradisional jelang Lebaran.
- Pengamanan kawasan ibadah: Masjid-masjid besar tempat salat Id dan kegiatan keagamaan.
- Antisipasi kejahatan jalanan: Jambret, curanmor, dan tindak kriminal lain yang biasa meningkat saat momen Lebaran.
“Macet pasti ada, tapi kita berupaya kurangi seminimal mungkin. Kalau semua tertib, insyaallah aman ji toh,” ujar seorang petugas lantas yang sudah siap berjaga di simpang-simpang vital. Aih, warga jangan bandel mi, ikuti saja arahan petugas, supaya tidak ada lagi drama klakson panjang dan adu mulut di tengah panas matahari Kendari.
Baca Juga: Rencana Penataan Ulang Kawasan Pasar Baru Kendari Jelang Lebaran yang juga bakal berkaitan erat dengan arus kendaraan dan parkir saat operasi berlangsung.
Simulasi & Latihan: Dari Malam Takbiran sampai Salat Id
Dari pantauan langsung di lapangan, Sobat Kendari bisa bayangkan: personel dibagi ke beberapa skenario. Ada yang bermain peran sebagai massa pawai takbiran, ada yang jadi pengendara bandel, ada pula yang memeragakan situasi kecelakaan lalu lintas. Semua disimulasikan supaya nanti, ketika kejadian beneran, petugas tidak panik mi.
Malam takbiran diprediksi menjadi titik paling rawan kemacetan dan potensi kerumunan besar. “Kita siapkan pola buka-tutup jalan, terutama di kawasan yang jadi favorit pawai dan kumpul keluarga. Kalau perlu, kita alihkan sementara ke jalur alternatif,” kata komandan lapangan. Ini baru Latpra Ops, tapi alarm kesiapsiagaan sudah berbunyi nyaring, situasi benar-benar senam jantung, tapi terkontrol.
Untuk salat Id, fokusnya pada pengaturan parkir, pengamanan barang bawaan jamaah, dan pencegahan tindak kejahatan yang memanfaatkan keramaian. “Warga cukup fokus ibadah ji, tugas kami menjamin rasa aman,” tambahnya. Kassian kalau ada warga yang mau Lebaran dengan damai, tapi terganggu ulah pelaku kejahatan, makanya operasi ini disusun seketat mungkin.
Pesan Penting untuk Warga Kendari Saat Operasi Ketupat Anoa
Warga Kota Lulo, peran kita juga penting sekali toh. Aparat sudah siapkan 242 personel, simulasi lengkap, dan pos di mana-mana, tapi kalau masyarakat tidak tertib, berat juga mi. Beberapa imbauan yang ditekankan di Latpra Ops antara lain:
- Gunakan helm dan kelengkapan berkendara, jangan cuma karena “dekat ji” lalu abai.
- Jangan paksakan diri mudik dalam kondisi lelah atau mengantuk.
- Amankan rumah sebelum ditinggal mudik: kunci pintu, matikan kompor, dan titip ke tetangga atau RT setempat.
- Hindari konvoi ugal-ugalan saat takbiran yang bisa memicu kecelakaan.
Polresta juga mengingatkan warga untuk tidak ragu melapor jika melihat potensi gangguan kamtibmas. Nomor layanan dan pos pengaduan akan disebar luas menjelang hari H. “Tunggu pi pengumuman resmi Polresta dan Pemkot soal titik pos pengamanan, jangan percaya info hoaks di medsos,” tegas salah satu pejabat.
Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Penataan Jalan Saat Libur Panjang yang diproyeksikan akan selaras dengan skema Operasi Ketupat Anoa ini.
Jadi, Bosku, Operasi Ketupat Anoa 2026 bukan sekadar nama keren ji. Di baliknya ada lautan personel, strategi rinci, dan keringat di lapangan demi memastikan Lebaran kita di Kendari berjalan damai, aman, dan penuh sukacita. Aih, menyala mi pengamanan tahun ini, semoga Lebaran kita juga menyala, tapi tetap tertib dan beradab toh!






Average Rating