Beranda / Peristiwa / Operasi Keselamatan Anoa 2026: 5 Momen Geger Polantas Menyapa

Operasi Keselamatan Anoa 2026: 5 Momen Geger Polantas Menyapa

Polantas membagikan helm dan bunga dalam Operasi Keselamatan Anoa 2026 di Kendari
0 0
Read Time:5 Minute, 5 Second

Beritakotakendari.comOperasi Keselamatan Anoa 2026 bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Jalanan yang biasanya tegang dengan razia, pagi ini malah berubah jadi ajang senyum-senyum manis. Polantas dari Ditlantas Polda Sultra bukan cuma periksa kelengkapan, tapi juga bagi-bagi helm dan bunga ke pengendara. Aih, ngeri! Suasana di ruas jalan utama Kendari betul-betul seperti festival keselamatan berkendara, bukan sekadar operasi lalu lintas biasa, Ji.

Operasi Keselamatan Anoa 2026 di Kendari: Polantas Menyapa dengan Helm dan Bunga

Warga Kota Lulo! Di beberapa titik strategis Kota Kendari, mulai dari kawasan MTQ, bundaran Pesawat, sampai arah Pasar Baru, personel Ditlantas Polda Sultra turun langsung menyapa pengendara. Mereka membawa kardus berisi helm SNI baru, rangkaian bunga cantik, dan brosur edukasi. Weh, menyala abangku! Jalan yang biasanya dipenuhi suara klakson, kali ini dipenuhi suara salam, tawa, dan ucapan terima kasih.

Dari pantauan langsung di lokasi, suasana benar-benar seperti “lautan manusia” pengendara yang penasaran. Begitu melihat polisi berdiri di tepi jalan sambil pegang bunga, banyak pengendara langsung pelan-pelan rem di, takut-takut ini razia besar-besaran. Eh, ternyata mereka disapa ramah, ditanya kabar, dicek kelengkapan standar, lalu kalau memenuhi syarat, langsung dapat bunga. Kalau kedapatan tidak pakai helm standar atau helmnya sudah tidak layak pakai, langsung ditawari helm baru. Deh, nda ada obatnya ini pendekatan humanis!

“Kita ingin tunjukkan, operasi itu bukan cuma soal tilang. Ini soal menyelamatkan nyawa. Helm itu pelindung kepala, bukan sekadar formalitas,” begitu kurang lebih penjelasan dari salah satu perwira Ditlantas di lokasi kepada awak Beritakotakendari.com. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada, ingat betapa rawannya jalanan di Kendari kalau pengendara tidak tertib.

Baca Juga: Info terbaru seputar kawasan MTQ Kendari

Tujuan Operasi Keselamatan Anoa 2026: Bukan Takut, Tapi Sadar Toh

Sobat Kendari, Operasi Keselamatan Anoa 2026 ini bukan operasi kaleng-kaleng. Fokus utamanya adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari yang makin padat. Data kecelakaan belakangan tahun ini jadi alarm bahaya berbunyi nyaring, Bosku. Banyak korban itu pengendara roda dua, dan faktor utama: tidak pakai helm atau helmnya tidak standar.

Makanya, pendekatan “Polantas Menyapa” dipilih supaya warga tidak alergi duluan setiap lihat rompi lalu lintas di jalan. “Kalau masyarakat nyaman, pesan keselamatan lebih gampang masuk,” ujar seorang polisi yang sibuk membagikan bunga ke pengendara perempuan yang baru keluar dari arah Mandonga. Tenang saja, aman Ji itu barang, selama pengendara juga ikut tertib aturan.

Di sela-sela pembagian helm dan bunga, petugas menjelaskan satu per satu: cara pakai helm yang benar, pentingnya mengaitkan tali helm, dan risiko cedera kepala kalau jatuh tanpa pelindung. Astaga, begitu dijelaskan dengan contoh kasus nyata, banyak pengendara tampak mengangguk-angguk, ada yang langsung betulkan tali helmnya di tempat. Situasi senam jantung berubah jadi momen refleksi bersama.

Baca Juga: Update hangat dari kawasan Pasar Baru Kendari

5 Momen Paling Geger di Lokasi Operasi Keselamatan Anoa 2026

Pantauan di lapangan menemukan setidaknya lima momen paling geger yang bikin warga senyum-senyum sendiri:

1. Pengendara Grogi Kirain Ditilang, Ternyata Dapat Bunga
Seorang ibu yang mengendarai motor matic dari arah Poasia sempat gemetar kecil saat diminta menepi. “Saya kira ditilang mi, Pak,” ujarnya. Ternyata, semua surat lengkap dan helm standar. Langsung saja bouquet bunga mendarat di tangannya. Mantap djiwa! Ibu itu sampai foto-foto di pinggir jalan.

2. Helm Butut Ditukar Helm Baru
Seorang mahasiswa dari kawasan Kampus yang helmnya sudah retak-retak kena tegur halus. “Ini kalau jatuh, tidak melindungi ji lagi,” kata polisi itu. Kassian, mahasiswa itu mengaku belum sempat ganti. Tanpa banyak bicara, polisi serahkan helm baru. Aih, ngeri! Langsung viral kalau difoto ini, Di?

3. Edukasi Anak Muda yang Bonceng Tiga
Sekelompok anak muda kedapatan bonceng tiga tanpa helm lengkap. Biasanya langsung ditilang, tapi kali ini diajak duduk sebentar, diberi penjelasan, dan diminta janji tidak ulangi lagi. “Tunggu pi kalau sudah mampu, beli helm lengkap semua, toh,” pesan petugas. Tegas tapi tetap halus ala Kendari.

4. Foto Bareng Polantas Jadi Rebutan
Karena suasana cair, banyak warga minta foto bareng polisi. Tugas utama tetap jalan, tapi di sela-sela itu, ada momen foto dengan latar belakang spanduk Operasi Keselamatan Anoa 2026. Weh, kalau masuk medsos ini, bisa trending lokal.

5. Ojol Dapat Apresiasi karena Tertib
Beberapa driver ojek online yang lengkap atribut dan kelengkapan disalami satu-satu. Ada yang dapat bunga, ada yang dapat helm cadangan. “Contoh mi ini, tertib dari kepala sampai kaki,” puji salah satu perwira. Pengendara lain yang lihat, langsung malu-malu sendiri kalau masih pakai helm asal-asalan.

Peran Ditlantas Polda Sultra: Humanis tapi Tetap Tegas di Jalan

Saudara-saudaraku, jangan salah paham. Meski penuh bunga dan helm gratis, inti Operasi Keselamatan Anoa 2026 tetap penegakan hukum. Kalau ada pelanggaran berat seperti tidak pakai helm sama sekali, melawan arus, atau bonceng lebih dari dua orang, tetap ada tindakan tegas. “Humanis bukan berarti lembek,” kata seorang perwira di pinggir jalan sambil mengatur arus kendaraan yang mulai mengular.

Di titik dekat kawasan Pemerintah Kota, petugas juga menertibkan pengendara yang suka parkir sembarang di bahu jalan. Baca Juga: Kebijakan terbaru dari Pemkot Kendari soal ketertiban lalu lintas. “Ini untuk kepentingan semua. Kalau macet mi terus gara-gara parkir liar, siapa yang repot? Kita semua toh,” tambahnya. Warga yang sempat diminta geser motornya tampak mengangguk, meski ada juga yang cemberut sedikit, tapi akhirnya paham.

Harapan untuk Warga Kendari: Jadikan Helm dan Tertib Lalu Lintas sebagai Budaya

Pesan terakhir yang berulang kali disampaikan dalam Operasi Keselamatan Anoa 2026 ini sederhana tapi menghujam, Bosku: jangan tunggu pi ada razia baru tertib. Jadikan keselamatan sebagai kebiasaan harian. Helm dipakai bukan karena takut polisi, tapi karena sayang keluarga di rumah.

Warga Kota Lulo, jalanan Kendari makin padat, kendaraan makin banyak, kecepatan makin tinggi. Aih, kalau tidak diimbangi kesadaran, angka kecelakaan bisa jadi “geger geden” lagi. Dengan program Polantas Menyapa ini, Ditlantas Polda Sultra seakan bilang: polisi bukan musuh di jalan, tapi partner keselamatan kita semua.

Jadi, besok-besok kalau lewat di sekitar MTQ, Pasar Baru, Mandonga, atau arah Pemkot dan lihat spanduk Operasi Keselamatan Anoa 2026, jangan panik dulu. Cek diri sendiri: sudah pakai helm standar, surat lengkap, dan berkendara tertib? Kalau sudah, tenang mi. Bisa-bisa justru pulang bawa bunga atau helm baru, bukan tilang. Mantap djiwa!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan