Beritakotakendari.com – Manasik Haji Kendari bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Lautan manusia berseragam putih memenuhi lokasi manasik terintegrasi, 545 calon jamaah haji dari berbagai kecamatan tumpah ruah, suasana haru bercampur semangat ibadah, aih, senam jantung sekali ini pemandangan di!
Warga Kota Lulo, sejak pagi buta calon jamaah sudah berdatangan, ada yang datang rombongan dari Poasia, Mandonga, sampai Baruga. Di lapangan, petugas Kementerian Agama dan panitia lokal bergerak sigap mengarahkan barisan. Tenang mi, tertib ji, tapi nuansa harunya itu tidak bisa dibendung, banyak yang meneteskan air mata saat simulasi wukuf dan talbiyah menggema.
Manasik Haji Kendari Kumpulkan 545 Calon Jamaah
Data resmi dari panitia menyebutkan, sebanyak 545 calon jamaah haji Kota Kendari ikut dalam manasik haji terintegrasi ini. Astaga, banyak sekali toh, seperti lautan putih yang bergerak serentak mengikuti arahan pembimbing. Dari anak muda sampai kakek-nenek, semua kompak membawa buku panduan manasik dan perlengkapan catatan.
Menurut keterangan petugas Kemenag yang ditemui di lokasi, manasik haji kali ini dirancang lebih terintegrasi: ada simulasi thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga lempar jumrah menggunakan miniatur yang disusun rapi. Weh, menyala abangku, sampai replika jamarat pun dibuat sedetail itu, biar jamaah nda bingung pi nanti di Tanah Suci.
Panitia juga menekankan pentingnya manasik sebagai ajang pemantapan fisik dan mental. “Jangan cuma hafal teori ji, tapi gerakan dan alur ibadah harus tertanam di tubuh dan pikiran,” begitu kurang lebih penegasan salah satu pembimbing yang terus mengulang instruksi lewat pengeras suara.
Sobat Kendari yang mau pantau agenda keagamaan lain di kota ini, bisa cek juga kegiatan keislaman di kawasan Mandonga: Baca Juga: Jadwal Kegiatan MTQ di Kendari. Dan kalau mau tau pergerakan ekonomi sekitar lokasi manasik, apalagi pedagang musiman yang rame betul, bisa simak di sini: Baca Juga: Suasana Pasar Baru Kendari Jelang Musim Haji.
Suasana Manasik Haji Kendari: Haru, Tertib, dan Penuh Edukasi
Begitu aba-aba talbiyah dikumandangkan, langsung hening seketika. “Labbaik Allahumma labbaik…” menggema keras, bikin merinding satu lapangan. Aih, nda ada obatnya, suara jamaah menyatu, banyak yang menutup wajah dengan sajadah, menahan tangis, membayangkan sebentar lagi mereka benar-benar akan berangkat ke Tanah Suci.
Petugas kesehatan juga siaga di beberapa titik. Mengingat banyak jamaah lansia, pengecekan tekanan darah dan kondisi fisik dilakukan berkala. “Kalau rasakan pusing, bilang mi toh, jangan dipaksakan,” seru salah satu tenaga medis sambil memegang alat tensi. Situasi memang padat, tapi jalur keluar-masuk diatur rapi, jadi aman ji.
Di area lain, pembimbing memberikan penjelasan teknis soal penggunaan kursi roda, tata cara naik bus, sampai etika di penginapan saat di Makkah dan Madinah. Ini penting sekali, terutama untuk jamaah yang baru pertama kali naik pesawat. “Jangan malu bertanya, supaya di sana tidak kaget-kaget pi,” ujarnya.
Buat warga yang mau tahu bagaimana Pemkot ikut mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, tenang mi, ada juga koordinasi lintas instansi. Selengkapnya bisa disimak di: Baca Juga: Dukungan Pemkot Kendari untuk Jamaah Haji.
Teknis Manasik Haji Kendari: Dari Thawaf Sampai Lempar Jumrah
Saudara-saudaraku, bagian paling seru adalah saat simulasi thawaf dan sa’i. Panitia menyiapkan lintasan khusus yang mengelilingi replika Ka’bah ukuran mini. Jamaah dibagi per kloter, berjalan pelan sambil membaca doa yang dipandu via pengeras suara. Kalau dari jauh, kelihatan mi seperti miniatur Masjidil Haram versi Kendari, mantap djiwa!
Pembimbing menekankan titik-titik krusial yang sering bikin jamaah bingung: niat di miqat, posisi saat thawaf, hitungan putaran, sampai batasan yang tidak boleh dilanggar. “Jangan sampai nanti di sana baru tanya-tanya pi, di sini kita latihan habis-habisan,” tegas salah satu ustaz pembimbing.
Simulasi lempar jumrah juga tidak kalah heboh. Batu kerikil diganti dengan benda aman, tapi prosedurnya dibuat semirip mungkin. Jamaah diajari cara mengatur jarak, mengangkat tangan dengan benar, sambil tetap menjaga keselamatan sesama jamaah. Aih, kalau tidak dibiasakan dari sekarang, bisa kaget toh nanti di Mina yang suasananya jauh lebih padat.
Kesiapan Mental dan Fisik Jamaah Haji Kendari
Selain teknis ibadah, manasik haji Kendari ini sangat menekankan kesiapan mental dan fisik. Cuaca panas sengaja tidak terlalu dihindari, biar jamaah terbiasa. “Cuaca di sana bisa lebih ekstrem, jadi jangan manja-manja ji. Minum air cukup, istirahat cukup, tapi badan harus dilatih,” kata seorang pembimbing sambil mengarahkan jamaah untuk melakukan peregangan ringan.
Untuk mental, para pembimbing mengingatkan bahwa ibadah haji bukan perjalanan wisata. “Ini perjalanan taubat dan penghambaan. Kalau diuji dengan antrean panjang, kamar sempit, atau teman sekamar yang beda kebiasaan, sabar mi, itu semua bagian dari paket pahala,” ujarnya, disambut anggukan para jamaah.
Banyak jamaah yang sudah lansia mengaku bersyukur bisa ikut manasik terintegrasi ini. “Kalau cuma dengar cerita ji, susah bayangkan. Tapi kalau begini, kami rasakan langsung alurnya, jadi lebih yakin hati,” kata seorang nenek dari kawasan Anduonohu, matanya berkaca-kaca, kassian haru sekali.
Harapan Warga Kota Lulo untuk Jamaah Manasik Haji Kendari
Warga Kota Lulo yang tak sempat hadir, tetap menitip harap dan doa. Di media sosial lokal, banyak ucapan selamat bertebaran, mendoakan jamaah haji Kendari berangkat dan pulang dalam keadaan selamat, menjadi haji mabrur. “Doakan kami juga supaya menyusul pi tahun-tahun depan,” tulis salah satu warganet.
Manasik Haji Kendari hari ini bukan cuma soal latihan teknis, tapi juga menjadi momen kebersamaan umat. Dari sudut lapangan, tampak keluarga yang mengantar dengan senyum dan air mata bangga bercampur haru. Aih, benar-benar hari yang menggetarkan hati, warga Kendari seperti diajak merasakan suasana Tanah Suci dari kejauhan.
Jadi, Bosku, kalau lihat rombongan berseragam putih lewat di jalan beberapa hari ke depan, bisa jadi itu mereka yang sedang menuju sesi manasik lanjutan. Hormati mi, doakan ji, supaya perjalanan ibadah haji jamaah kita lancar tanpa kendala. Kota Kendari menyatu dalam doa, dari pesisir Teluk Kendari sampai puncak Abeli, semua berharap yang terbaik untuk para tamu Allah ini.





Average Rating