Beranda / Peristiwa / Literasi Keuangan Syariah: 5 Fakta Geger di Kendari

Literasi Keuangan Syariah: 5 Fakta Geger di Kendari

Suasana GERAK Syariah 2026 di Kendari dengan fokus Literasi Keuangan Syariah
0 0
Read Time:4 Minute, 21 Second

Beritakotakendari.comLiterasi Keuangan Syariah bikin geger satu Kota Kendari, Bosku! Dari pagi buta sampai jelang siang, lautan manusia memadati arena kegiatan GERAK Syariah 2026 yang digelar OJK Sultra di Kendari. Weh, menyala abangku! Suasana betul-betul macam pesta akbar keuangan syariah, Mi. Dari mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, pelaku UMKM, sampai anak muda gaul Kota Lulo tumplek jadi satu, mau belajar cara kelola duit yang halal dan berkah, Ji!

Reporter Beritakotakendari.com yang lagi on the spot di lokasi melihat sendiri bagaimana stan-stan perbankan syariah, pegadaian syariah, sampai fintech syariah berjejer rapi. Musik religi mengalun pelan, tapi semangat pengunjung panas sekali, Toh. OJK Sultra terlihat all out mendorong pemahaman keuangan syariah biar bukan cuma jadi jargon, tapi benar-benar dipakai dalam kehidupan sehari-hari warga Kendari.

Literasi Keuangan Syariah Mengguncang Kendari Lewat GERAK Syariah 2026

Astaga, Sobat Kendari! Kegiatan GERAK Syariah 2026 ini bukan acara ecek-ecek. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, OJK Sultra menjadikan Kendari sebagai salah satu etalase penguatan Literasi Keuangan Syariah di Indonesia Timur. Targetnya jelas: makin banyak warga paham bedanya produk keuangan konvensional dan syariah, cara mengelola keuangan keluarga, sampai tips terhindar dari pinjaman online ilegal, Di?

Di panggung utama, perwakilan OJK Sultra menyampaikan bahwa tingkat literasi keuangan syariah di daerah masih harus digenjot. Makanya, GERAK Syariah 2026 ini hadir sebagai program masif, bukan sekadar seremoni. Ada talkshow, ada edukasi interaktif, simulasi produk, sampai konsultasi gratis soal keuangan keluarga. Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada sekaligus senang, karena akhirnya masyarakat diberi ruang bertanya langsung tanpa sungkan.

Warga Kota Lulo yang hadir tampak antusias. Seorang ibu pedagang di Pasar Panjang mengaku baru paham cara memisahkan uang usaha dan uang rumah tangga setelah ikut sesi kelas singkat. “Dulu campur-campur saja uangku, sekarang saya tau mi caranya biar usaha bisa berkembang,” katanya dengan wajah lega. Mantap djiwa! Inilah bukti langsung bagaimana Literasi Keuangan Syariah bisa menyentuh sampai level paling bawah.

Baca Juga: Program Ekonomi Syariah Pemkot Kendari di Kawasan MTQ

Peran OJK Sultra Dorong Literasi Keuangan Syariah

Bosku, peran OJK Sultra di sini bukan main-main, Ji. Dari pantauan di lapangan, hampir setiap sudut area kegiatan ada banner edukasi: cara membuka rekening syariah, prinsip bagi hasil, akad-akad syariah, sampai penjelasan singkat soal riba. Semua dikemas ringan, pakai bahasa yang gampang dicerna warga. Tenang saja, aman ji itu barang, karena materi sudah disesuaikan dengan kondisi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Saudara-saudaraku, OJK Sultra juga mengajak lembaga keuangan syariah lokal dan nasional buat turun langsung. Mereka diminta bukan hanya promosi produk, tapi wajib jelaskan risiko, hak dan kewajiban nasabah, plus cara komplain kalau ada masalah. Ini yang bikin beda, Mi. Literasi bukan cuma tahu manfaat, tapi juga paham risiko. OJK mengingatkan, banyak warga yang terjebak di skema investasi bodong karena mudah tergiur iming-iming tanpa literasi yang cukup.

Baca Juga: Perkembangan Kawasan Bisnis Baru di Pasar Baru Kendari

Di sela-sela acara, pejabat OJK Sultra menegaskan bahwa penguatan Literasi Keuangan Syariah ini sejalan dengan visi menjadikan Sultra sebagai salah satu pusat ekonomi syariah di kawasan timur. Kendari sebagai ibukota provinsi jadi etalase utama. Weh, kalau ini konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin Kota Lulo jadi rujukan nasional soal implementasi keuangan syariah yang dekat dengan UMKM dan masyarakat kecil, Toh.

Kegiatan Edukasi Lapangan: Dari Pelajar sampai UMKM

Aih, ngeri! Di tenda sebelah panggung, terlihat ratusan pelajar SMA dan mahasiswa duduk lesehan ikut kelas mini tentang pengelolaan uang saku secara syariah. Materinya praktis: catat pemasukan dan pengeluaran, bedakan kebutuhan dan keinginan, lalu pilih produk simpanan syariah yang sesuai. Tutor menjelaskan dengan contoh sederhana, misalnya cara menabung untuk beli laptop tanpa terjebak cicilan yang memberatkan. Anak-anak muda Kendari kelihatan fokus, HP sempat dilupakan demi materi, Kassian kalau ketinggalan ilmu begini.

Di sisi lain, pelaku UMKM diajari cara mengakses pembiayaan syariah. Bukan cuma disuruh datang ke bank, tapi dikasih simulasi perhitungan, jenis akad yang cocok, sampai cara menghitung margin dan bagi hasil. OJK Sultra terlihat sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan nakal pelaku usaha, mulai dari “Kalau rugi bagaimana?” sampai “Kalau telat bayar pi, apa sanksinya?” Semua dijawab rinci, supaya tidak ada lagi cerita salah paham di kemudian hari.

Baca Juga: Strategi Pemkot Kendari Benahi Ekonomi Kerakyatan

Dampak Jangka Panjang Literasi Keuangan Syariah di Kendari

Sobat Kendari, kalau kegiatan seperti GERAK Syariah 2026 ini konsisten digelar tiap tahun, dampaknya bisa senam jantung, tapi dalam arti positif, Mi. Masyarakat yang melek Literasi Keuangan Syariah akan lebih hati-hati ambil utang, lebih rajin menabung, dan lebih siap menghadapi kondisi darurat. Ekonomi keluarga makin kuat, UMKM berkembang, dan stabilitas sektor keuangan daerah juga naik kelas.

Selain itu, penguatan literasi ini bisa jadi benteng menghadapi maraknya pinjaman online ilegal dan investasi abal-abal yang sering menyasar warga di daerah. Dengan pengetahuan dasar yang kuat, warga Kota Lulo bisa bilang, “Tunggu pi, saya cek dulu OJK,” sebelum transfer uang ke pihak yang tidak jelas. Deh, nda ada obatnya kalau warga sudah kompak begitu, Toh.

Di akhir acara, panitia membagikan materi edukasi cetak dan digital, supaya ilmu tidak berhenti di lokasi kegiatan saja. Warga diajak terus mengakses informasi resmi dari OJK dan lembaga keuangan syariah yang terdaftar. Harapannya, geger-nya Literasi Keuangan Syariah hari ini di Kendari bukan cuma tren sesaat, tapi jadi gaya hidup keuangan baru yang lebih berkah dan berkelanjutan bagi seluruh warga Sultra.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan