Beritakotakendari.com – Lansia hilang Busel enam hari tanpa kabar bikin geger satu Sulawesi Tenggara, Bosku! Reporter lapangan paling heboh se-Kendari hadir langsung dari Buton Selatan, suasana di kampung ini betul-betul senam jantung mi. Basarnas Kendari sampai kerahkan Tim SAR Baubau untuk operasi pencarian skala serius, warga di sini menyebar di kebun, pesisir, sampai semak-semak, cari jejak sang kakek 80 tahun yang raib misterius.
Warga Kota Lulo, keadaan di lapangan ini bukan main-main ji. Keluarga menangis, aparat desa siaga, dan tim SAR mondar-mandir dengan perahu karet dan kendaraan taktis. Aih, ngeri! Semua berharap lansia ini ditemukan selamat, toh usianya sudah lanjut sekali.
Lansia Hilang Busel: Kronologi Awal Kejadian yang Bikin Tegang
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, lansia berusia sekitar 80 tahun ini dilaporkan hilang di wilayah Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara. Ia terakhir kali terlihat berada di sekitar pemukiman dan area kebun tak jauh dari rumahnya. Sejak itu, enam hari sudah berlalu tanpa kepastian. Astaga, enam hari di alam terbuka di usia segitu, berat sekali kassian.
Keluarga awalnya berupaya mencari secara mandiri dibantu tetangga. Mereka menyisir kebun, tepi hutan, sampai jalan-jalan setapak yang biasa dilalui si kakek. Namun, karena tak kunjung ketemu, barulah laporan resmi disampaikan ke pihak berwenang dan diteruskan ke Basarnas Kendari. Di sinilah alarm bahaya mulai berbunyi nyaring, operasi standar dinaikkan ke level pencarian orang hilang skala penuh.
Sobat Kendari, pola kejadiannya mirip dengan beberapa kasus orang tersesat di area perbukitan dan kebun di wilayah Sultra sebelumnya. Baca Juga: Operasi SAR Laut di Teluk Kendari yang Heboh. Bedanya, kali ini korbannya lansia, jadi resikonya berlipat-lipat. Tenaga menurun, penglihatan tidak terlalu jelas, dan rentan sakit, itulah yang bikin tim di lapangan bekerja ekstra hati-hati.
Basarnas Kendari Kerahkan Tim SAR Baubau: Lautan Personel di Lapangan
Weh, menyala abangku, begitu diinfokan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, responnya kilat mi. Kepala Basarnas Kendari langsung mengaktifkan unsur SAR terdekat, yakni Tim SAR Unit Siaga/Pos yang berada di wilayah Baubau. Tim SAR Baubau ini yang kemudian digerakkan menuju Buton Selatan sebagai kekuatan inti pencarian.
Tim SAR datang dengan standar perlengkapan pencarian darat: peralatan navigasi, GPS, handy talky, tandu evakuasi, hingga perlengkapan medis darurat. Di lapangan, mereka berkoordinasi dengan keluarga, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga yang jadi relawan spontan. Aih, pemandangannya sudah kayak film aksi ji, tapi ini nyata dan taruhannya nyawa seorang kakek.
Menurut keterangan di lokasi, metode yang digunakan adalah pencarian dengan teknik search and rescue darat, meliputi:
- Penyisiran jalur setapak yang biasa dilalui korban.
- Pemetaan kebun, semak, dan alur sungai kecil di sekitar desa.
- Pembagian tim kecil dengan sektor pencarian yang jelas.
- Komunikasi radio terus-menerus ke pos komando.
Tim juga memperhitungkan kondisi lansia yang kemungkinan sudah kelelahan, dehidrasi, atau mengalami disorientasi. Makanya, jarak sapuan pencarian dibuat rapat supaya tidak ada titik yang terlewat. Baca Juga: Update Kesiapsiagaan Pemkot Kendari Hadapi Bencana.
Situasi Emosional Keluarga: Aih, Berat Sekali Kassian
Saudara-saudaraku, di tenda darurat dekat rumah korban, suasananya pilu mi. Keluarga tampak mondar-mandir, sebagian duduk terdiam, sebagian lain menyiapkan konsumsi untuk relawan. Harapannya satu ji: kakek ditemukan selamat dan bisa pulang pi ke rumah.
Seorang anggota keluarga yang ditemui di lokasi mengatakan, sebelum hilang, sang kakek masih aktif jalan di sekitar rumah dan kebun. “Biasanya pulang sendiri, tidak pernah hilang lama begini,” kira-kira begitu keluhan mereka. Itu yang bikin kali ini terasa janggal dan makin mencekam di mata warga.
Warga sekitar juga ikut terlibat. Ada yang menyisir pakai motor, ada yang jalan kaki berkelompok, bahkan ada yang sengaja bersiul dan memanggil nama korban berulang-ulang dengan harapan didengar kalau beliau masih sadar. Tenang saja, aman ji semuanya dari sisi keamanan, karena aparat dan tim SAR mengatur jalannya pencarian agar warga tidak ikut tersesat.
Teknis Pencarian Lansia Hilang Busel: Medan Sulit Bukan Halangan
Medan di Buton Selatan ini terkenal berbukit, dengan kombinasi kebun, semak lebat, dan beberapa titik aliran sungai kecil. Tim SAR Baubau bersama Basarnas Kendari menyusun strategi berdasarkan peta kontur dan informasi warga setempat. Titik-titik rawan seperti jurang kecil, anak sungai, dan area kebun yang jarang dilalui jadi prioritas pemeriksaan.
Kondisi cuaca juga sangat menentukan. Jika hujan turun, jejak bisa cepat hilang, dan suhu malam bisa turun sehingga membahayakan kondisi korban yang sudah lansia. Itulah kenapa kecepatan operasi pencarian menjadi faktor krusial. Waktu berjalan terus, enam hari ini sudah sangat panjang mi bagi tubuh setua itu.
Di posko, papan tulis besar digunakan untuk menandai sektor yang sudah disisir. Kalau ada temuan jejak, seperti bekas pijakan, pakaian, atau benda lain yang diduga milik korban, titik koordinat langsung dicatat. Astaga, detailnya betul-betul seperti operasi militer, tapi fokusnya penyelamatan ji, bukan peperangan.
Kolaborasi Warga, Pemerintah, dan Basarnas: Mantap Djiwa!
Dari hasil pantauan di lokasi, sinergi antar unsur sangat terasa. Pemerintah desa menyediakan logistik dasar, warga jadi mata dan telinga di lapangan, sementara Basarnas Kendari dan Tim SAR Baubau memimpin sisi teknis. Inilah wajah solidaritas Sultra kalau ada musibah, kompak mi semua.
Warga Kota Lulo yang di Kendari mungkin bertanya-tanya, “Bagaimana kalau kejadian serupa di kota?” Nah, pengalaman di Busel ini bisa jadi pelajaran penting untuk peningkatan kewaspadaan terhadap lansia di lingkungan kita masing-masing. Baca Juga: Suasana Pagi di Pasar Baru Kendari yang Selalu Padat. Pastikan selalu ada yang memantau, apalagi kalau tinggal dekat area sungai, perbukitan, atau hutan kecil.
Reporter lapangan Beritakotakendari.com akan terus memantau operasi ini, Bosku. Tunggu pi update berikutnya, apakah kakek 80 tahun ini berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Kita doakan sama-sama, semoga berakhir bahagia dan jadi pengingat buat semua bahwa menjaga orang tua itu tanggung jawab kita bersama, toh.






Average Rating