Beritakotakendari.com – Kuliah Farmasi UHO bikin geger satu kawasan kampus di Kendari, Bosku! Pagi hingga siang suasana di Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) mendadak seperti ajang kuliah umum skala nasional, karena anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tenggara turun langsung memberi materi di depan mahasiswa. Aih, ngeri, senam jantung juga dosen-dosen lihat antusiasme mahasiswa yang membludak di ruangan!
Warga Kota Lulo, ini bukan kelas biasa ji. Kali ini wakil rakyat dari Komisi IV DPRD Sultra hadir sebagai dosen tamu, membahas mulai dari kebijakan kesehatan, urusan obat, sampai peran strategis ahli farmasi di daerah. Di luar ruangan, koridor kampus penuh mahasiswa yang rela berdiri, pokoknya suasananya lautan manusia mi, macam seminar nasional toh!
Kuliah Farmasi UHO Kedatangan Anggota Komisi IV DPRD Sultra
Reporter lapangan paling heboh se-Sulawesi Tenggara langsung memantau di lokasi, Saudara-saudaraku. Dari pantauan di Fakultas Farmasi UHO Kendari, anggota Komisi IV DPRD Sultra itu datang dengan agenda resmi memberikan kuliah tamu tentang kebijakan farmasi dan layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara.
Begitu memasuki ruangan, suasana langsung berubah hening. Mahasiswa yang biasanya ribut pelan, kali ini fokus total. Weh, menyala abangku! Narasumber menjelaskan bagaimana peran farmasis dalam sistem kesehatan daerah, mulai dari puskesmas, rumah sakit, sampai apotek rujukan. Dijelaskan juga tantangan distribusi obat di wilayah kepulauan Sultra yang tidak gampang ji, karena medan dan jarak yang jauh.
“Kami di Komisi IV terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kesehatan, termasuk lulusan farmasi UHO ini,” kira-kira begitu garis besar pernyataannya, disambut tepuk tangan panjang dari mahasiswa. Aih, nda ada obatnya, motivasinya naik berkali-kali lipat mi itu anak-anak farmasi.
Di tengah materi, sang legislator juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah. Di? Ini poin penting mi, karena dari sinilah bisa lahir program magang, riset bersama, sampai peluang penyerapan tenaga kerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Baca Juga: Dinamika Kebijakan Kesehatan di Kota Kendari
Peran Strategis Mahasiswa di Kuliah Farmasi UHO Kendari
Sobat Kendari, bukan hanya materi satu arah ji. Sesi tanya jawab di akhir kuliah farmasi UHO ini jadi momen paling panas. Mahasiswa antre pegang mikrofon, melempar pertanyaan kritis soal ketersediaan obat di daerah, peluang kerja, sampai regulasi soal apotek dan industri farmasi lokal.
Situasi sempat terasa seperti sidang mini, aih, geger geden! Ada yang bertanya, bagaimana DPRD bisa memastikan lulusan farmasi tidak menganggur. Ada juga yang mengangkat isu penyalahgunaan obat dan peredaran obat tanpa resep di beberapa titik kota. Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan cukup lugas, dengan penjelasan tentang fungsi pengawasan, regulasi perizinan, dan koordinasi lintas instansi.
Tenang saja, aman ji itu suasana. Diskusi tetap sopan, tapi tajam. Dosen-dosen Farmasi UHO terlihat sumringah, karena mahasiswa mereka berani berbicara dan memahami isu kebijakan, bukan praktik di laboratorium saja. Weh, ini baru calon tenaga kesehatan masa depan Sultra, mantap djiwa!
Di luar ruangan, beberapa mahasiswa mengaku senang karena bisa dengar langsung penjelasan dari pembuat kebijakan. “Biasanya kita hanya baca di berita toh, sekarang bisa tanya langsung,” ungkap salah satu mahasiswa kepada tim Beritakotakendari.com. Kassian, selama ini mungkin mereka banyak bertanya-tanya soal masa depan, sekarang dapat gambaran lebih jelas.
Baca Juga: Info Terkini Program Beasiswa dan Magang di Kendari
Dampak Kuliah Farmasi UHO terhadap Kebijakan dan Dunia Kerja
Astaga, kalau dilihat dari sudut pandang kebijakan, kuliah farmasi UHO yang menghadirkan anggota Komisi IV DPRD Sultra ini punya efek domino yang tidak main-main. Pertama, kampus jadi punya kanal komunikasi langsung ke lembaga legislatif. Artinya, riset-riset farmasi di UHO bisa pi dijadikan bahan pertimbangan ketika DPRD membahas anggaran kesehatan atau regulasi obat dan alat kesehatan.
Kedua, mahasiswa mulai disadarkan bahwa dunia kerja farmasi bukan hanya di balik etalase apotek. Ada ruang besar di ranah kebijakan publik, regulasi, pengawasan obat, hingga manajemen fasilitas kesehatan. Inilah yang membuat suasana kuliah hari itu benar-benar mencekam versi positif—senam jantung campur semangat masa depan.
Kemudian, yang ketiga, sinyal kuat dikirim ke pemangku kepentingan di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara bahwa Fakultas Farmasi UHO siap jadi mitra strategis. Tinggal tunggu pi tindak lanjut konkrit: apakah dalam bentuk MoU, program magang di dinas kesehatan, atau kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas di wilayah kota sampai kabupaten.
Baca Juga: Sorotan Kegiatan Pendidikan dan Kesehatan Pemkot Kendari
Antusiasme Warga Kampus dan Harapan untuk Sultra
Warga Kota Lulo, dari wajah-wajah mahasiswa sampai dosen yang hadir, jelas nampak harapan besar untuk masa depan dunia farmasi di Sulawesi Tenggara. Mereka ingin lulusan UHO bukan sekadar cari kerja toh, tapi juga bisa menjadi penggerak perubahan di lapangan. Mulai dari edukasi obat yang benar kepada masyarakat, sampai memberi masukan berbasis ilmu kepada pemerintah daerah.
Aih, memang situasi ini bikin kita elus dada campur bangga. Di tengah berbagai isu layanan kesehatan, langkah menghadirkan anggota Komisi IV DPRD Sultra ke kuliah farmasi UHO ini adalah titik terang. Jika rutin dilakukan, bukan mustahil kota Kendari jadi barometer pengembangan tenaga farmasi di kawasan timur Indonesia.
Jadi, Bosku, kalau lewat depan kampus UHO dan lihat mahasiswa farmasi jalan cepat sambil bawa buku tebal, ingat toh, mereka bukan hanya belajar teori di laboratorium. Ada visi besar di kepala mereka, hasil suntikan semangat dari kuliah tamu heboh seperti hari ini. Mantap djiwa, semoga segera menyusul kebijakan-kebijakan yang pro mahasiswa dan pro kesehatan masyarakat Sultra.






Average Rating