Beritakotakendari.com – Ketahanan Energi Papua bikin geger satu Kota Kendari mi, Bosku! Dari timur Indonesia, tepatnya di Bumi Cenderawasih, geliat produksi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) lagi menyala terang benderang, weh, menyala abangku! Situasi di lapangan betul-betul seperti alarm pembangunan yang bunyi nyaring, bikin wartawan-wartawan dari seantero Nusantara, termasuk kami dari Kendari, berdesakan mengintip masa depan energi Indonesia dari Papua.
Di tengah udara lembap khas wilayah timur, pejabat sektor energi, teknisi lapangan, sampai warga sekitar tumplek blek memantau bagaimana proyek-proyek EBT digaspol demi memperkuat pasokan listrik dan mengurangi ketergantungan pada BBM fosil. Aih, ini bukan proyek kecil-kecilan ji, tapi taruhan masa depan ketahanan energi nasional, toh!
Ketahanan Energi Papua dan Dorongan Produksi Energi Konvensional
Saudara-saudaraku, di lapangan terasa sekali bagaimana Ketahanan Energi Papua ditopang dua kaki besar: peningkatan produksi energi konvensional dan percepatan EBT. Dari informasi yang dihimpun, pemerintah pusat dan daerah terus mendorong optimalisasi pembangkit listrik yang sudah ada, terutama yang masih memakai diesel, sambil pelan tapi pasti menggeser porsinya ke arah energi bersih.
Astaga, bayangkan mi, wilayah yang selama ini sering kita dengar soal tantangan akses listrik, kini malah jadi laboratorium hidup untuk kebijakan energi nasional. Para teknisi sibuk memantau mesin-mesin generator, memastikan pasokan stabil di tengah kondisi geografis yang tidak gampang. Di? Medan berat, akses logistik menantang, tapi listrik harus tetap menyala, kassian kalau warga gelap-gelapan toh.
Di sela-sela peninjauan, beberapa pejabat menjelaskan bahwa penguatan ketahanan energi di Papua juga terkoneksi dengan strategi nasional. Kalau Papua kuat dari sisi pasokan, jaringan interkoneksi, distribusi, dan cadangan energi, maka sistem kelistrikan di Indonesia timur akan jauh lebih aman. Situasi senam jantung ketika ada gangguan listrik di masa lalu diupayakan jangan terulang lagi.
Buat perbandingan, kondisi ini mirip dengan upaya penguatan jaringan listrik di Sulawesi Tenggara, termasuk di Kendari, yang juga terus didorong. Baca Juga: Proyek Infrastruktur Energi di Kota Kendari. Dengan begitu, dari Papua sampai Kendari, Indonesia bagian timur bergerak menuju era energi yang lebih tangguh.
Pengembangan EBT di Papua: Dari Air Sampai Surya Menyala
Sobat Kendari, bagian paling mencekam tapi membanggakan dari cerita ini adalah pengembangan EBT yang digenjot habis-habisan. Ketahanan Energi Papua kini tidak hanya bertumpu pada diesel, tapi merambah ke sumber-sumber bersih seperti tenaga air (PLTA dan PLTM), tenaga surya, bahkan potensi biomassa.
Di beberapa titik, panel-panel surya berjejer rapi, memantulkan sinar matahari Papua yang terkenal garang. Aih, nda ada obatnya itu cahaya kalau musim panas! Tapi di tangan para insinyur dan teknisi, sinar itu diubah jadi listrik yang menyala di rumah-rumah warga. Di desa-desa yang dulu harus menunggu genset hidup jam tertentu, kini perlahan punya akses listrik yang lebih stabil.
Selain itu, potensi tenaga air juga digarap. Sungai-sungai deras di pedalaman dimanfaatkan jadi sumber energi yang ramah lingkungan. Proyek-proyek ini memang butuh waktu lama pi rampung, tapi fondasinya sudah dibangun. Pemerintah menargetkan bauran energi bersih di Papua naik signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kalau target tercapai, wow, ini bisa jadi role model untuk daerah lain, termasuk kita di Sultra yang juga lagi gas EBT di beberapa titik. Baca Juga: Gebrakan Energi Terbarukan di Sekitar Teluk Kendari
Dampak Sosial Ekonomi: Warga Lokal Ikut Keciprat Manfaat
Warga Kota Lulo, jangan kira ini hanya urusan kabel dan mesin ji. Penguatan Ketahanan Energi Papua lewat EBT dan produksi energi juga mengguncang sektor sosial ekonomi. Proyek pembangkit menciptakan lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung. Anak-anak muda lokal dilatih jadi operator, teknisi, bahkan staf administrasi. Weh, menyala mi semangat anak muda di sana!
Dengan pasokan energi yang lebih baik, usaha kecil mulai tumbuh: warung yang tadinya takut simpan stok frozen food karena listrik sering putus, sekarang bisa lebih tenang; usaha las, bengkel, sampai kios fotokopi pun makin percaya diri. Situasi yang dulu bikin pelaku usaha senam jantung tiap dengar genset batuk-batuk, pelan-pelan mulai berkurang.
Tentu, tidak semua mulus mi. Ada tantangan perizinan, pembebasan lahan, dan adaptasi teknologi baru. Tapi pemerintah daerah dan pusat mengklaim terus mengawal prosesnya. Mereka belajar dari pengalaman di daerah lain, termasuk koordinasi lintas instansi yang sering bikin seret proyek. Kali ini, targetnya jelas: energi harus kuat, rakyat harus menikmati.
Konektivitas Nasional: Dari Papua untuk Ketahanan Energi Indonesia
Kalau kita lihat lebih lebar, Ketahanan Energi Papua bukan sekadar proyek lokal. Ini terhubung dengan roadmap besar ketahanan energi Indonesia menuju masa depan rendah karbon. Indonesia sudah janji di panggung internasional untuk menurunkan emisi dan memperbesar porsi EBT dalam bauran energi nasional.
Nah, Papua dengan potensi energi barunya bisa jadi tulang punggung dari timur. Dikombinasikan dengan upaya serupa di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku, maka cincin energi bersih di kawasan timur semakin kuat. Di Kendari sendiri, wacana pengembangan pembangkit EBT juga terus naik-turun di forum-forum resmi Pemkot. Baca Juga: Kebijakan Terbaru Pemkot Kendari Soal Energi Bersih menegaskan bahwa arah kebijakan kita di Kota Lulo sejalan dengan tren nasional.
Warga Kota Lulo, ini saat yang pas untuk kita ikut memantau, mengkritisi, sekaligus mendukung arah penguatan energi bersih. Jangan tunggu pi sampai listrik padam baru ribut. Mulai dari hemat energi di rumah, dukung kebijakan yang pro-EBT, sampai aktif mengikuti informasi perkembangan proyek energi di daerah. Papua sudah menunjukan bahwa kalau niat kuat, medan berat pun bisa ditembus. Mantap djiwa!





Average Rating