Beritakotakendari.com – Kendari tuan rumah UCLG ASPAC 2026 bikin geger satu Kota Lulo mi, Bosku! Dari tepian Teluk Kendari yang teduh sampai ke lorong-lorong di Mandonga, kabar ini berhembus kencang: Kota kita resmi dipilih jadi tuan rumah event kelas internasional, dan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dijadwalkan hadir memberi keynote speech. Weh, menyala abangku, ini bukan acara kacil-kecil ji, ini level dunia, toh!
Kendari Tuan Rumah UCLG ASPAC 2026: Lautan Delegasi Siap Serbu Kota Lulo
Sobat Kendari, di lokasi yang rencananya bakal jadi pusat kegiatan—sekitar kawasan Teluk dan jantung kota—suasana persiapan mulai kerasa mi, meski 2026 masih dua tahun pi. Pejabat Pemkot, tokoh masyarakat, sampai pelaku usaha hotel dan restoran sudah mulai hitung-hitungan. “Ini peluang emas, jangan sampai kita lalai ji,” begitu kira-kira bisik-bisik para pelaku pariwisata di lapangan.
UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia Pacific) ini organisasi perhimpunan pemerintah daerah se-Asia Pasifik, Saudara-saudaraku. Artinya apa? Waktu Kendari ditunjuk jadi tuan rumah, itu sama dengan stempel pengakuan internasional: Kota ini dianggap siap secara infrastruktur, keamanan, dan kapasitas kelembagaan. Aih, nda ada obatnya kalau sudah begini!
Dari informasi resmi yang dihimpun di lapangan, Kendari bakal kedatangan ratusan delegasi dari berbagai negara dan kota besar di kawasan Asia Pasifik. Hotel-hotel di By Pass, Wuawua sampai Korumba diprediksi bakal penuh. Jalan-jalan utama kemungkinan akan mengalami penyesuaian rekayasa lalu lintas. Jadi, warga Kota Lulo harus siap-siap atur ritme aktivitas, toh. Baca Juga: Agenda Strategis Pemkot Kendari Jelang 2026
Tito Karnavian Dijadwalkan Beri Keynote: Sinyal Serius untuk Kota Kendari
Saat berita ini diturunkan, Bosku, jadwal protokoler menyebutkan Mendagri Tito Karnavian akan hadir memberi keynote speech pada pembukaan UCLG ASPAC 2026. Astaga, ini bukan sekadar seremonial ucapan selamat datang ji. Kehadiran Mendagri biasanya jadi momen penting untuk penegasan arah kebijakan kota-kota di Indonesia ke depan.
Warga Kota Lulo yang kami temui di sekitar kawasan MTQ Kendari bilang, ini kesempatan besar untuk mempercepat pembangunan. “Kalau pejabat pusat datang liat langsung, malu mi kalau kota kita nda ditata bagus,” ujar seorang pedagang yang tiap hari mangkal dekat arena MTQ. Baca Juga: Update Rencana Penataan Kawasan MTQ Kendari
Di lingkup Pemkot sendiri, gaung persiapan sudah mulai terdengar. Rapat koordinasi lintas OPD kabarnya intens digelar, membahas mulai dari venue, jalur transportasi, keamanan, sampai promosi potensi lokal seperti kuliner sinonggi, kasuami, dan olahan ikan segar Teluk Kendari. Aih, kalau semua terkonsep baik, delegasi bisa-bisa balik kampung sambil bilang: “Pariwisata Kendari ini lain level ji, Bosku.”
Dampak Ekonomi dan Pariwisata: Dari Pasar Baru Sampai Pelaku UMKM
Warga Kota Lulo!, event Kendari tuan rumah UCLG ASPAC 2026 bukan cuma soal foto-foto pejabat dan spanduk internasional toh. Ini juga potensi perputaran uang yang bisa bikin pelaku UMKM senyum lebar. Hotel, penginapan, sewa mobil, guide lokal, sampai penjual kopi di pinggir jalan berpeluang kecipratan.
Bayangkan ratusan delegasi butuh makan, minum, dan cenderamata khas Kendari. Mulai dari kain tenun, kerajinan kerang, sampai oleh-oleh dari kawasan Pasar Baru bisa naik pamornya. “Kalau bisa, Pemkot bantu kurasi mi produk-produk unggulan, supaya delegasi tinggal pilih tanpa pusing,” harap seorang pelaku UMKM yang kami temui di kawasan Wuawua. Baca Juga: Revitalisasi Pasar Baru Kendari dan Dampaknya
Deh, kalau semua disiapkan dengan baik, lautan manusia dari berbagai negara itu bukan jadi beban, tapi mesin penggerak ekonomi lokal. Di sinilah pentingnya koordinasi antara Pemkot, pelaku usaha, dan warga. Jangan sampai ada yang teriak, “Ramai mi tamu, tapi kita tidak siap ji,” kassian kalau begitu.
Infrastruktur Kota Disorot: Uji Kesiapan Jalan, Drainase, dan Ruang Publik
Situasi ini sekaligus jadi alarm senam jantung untuk infrastruktur Kendari. Jalan berlubang, drainase yang sering meluap kalau hujan, sampai trotoar yang belum ramah pejalan kaki akan otomatis kena sorot. “Waktu event internasional, kamera dan mata dunia tertuju ke sini, jangan dibiarkan begitu ji,” kata seorang aktivis muda yang sering nongkrong diskusi di sekitar Teluk Kendari.
Kalau Pemkot gerak cepat, momentum ini bisa dipakai sebagai alasan kuat untuk percepatan penataan kota: penerangan jalan diperbaiki, taman kota dipercantik, jalur pedestrian di sekitar venue dibikin lebih nyaman. Imbasnya, warga lokal juga yang senang, bukan tamu internasional ji.
Citra Kota Lulo Naik Kelas: Dari Daerah Pinggir Teluk ke Panggung Dunia
Bagi Sobat Kendari yang mungkin masih bertanya-tanya, “Apa pentingnya UCLG ASPAC ini di?”, jawabannya sederhana tapi dalam: citra. Ketika media nasional dan internasional menulis “Kendari tuan rumah UCLG ASPAC 2026”, nama kota ini otomatis naik kelas. Investor yang tadinya ragu bisa jadi mulai melirik. Kota-kota lain di Asia Pasifik pun akan mengenal Kendari bukan cuma sebagai ibu kota Sultra ji, tapi sebagai kota yang aktif dalam jaringan pemerintahan lokal dunia.
Weh, menyala abangku! Tapi ingat, euforia jangan lama-lama pi kalau tidak dibarengi kerja nyata. Warga perlu dilibatkan dalam sosialisasi, agar paham kenapa akan ada penutupan jalan, kenapa kawasan tertentu lebih ramai, dan bagaimana ikut ambil bagian supaya tamu merasa nyaman. Dengan begitu, kita bukan sekadar penonton, tapi tuan rumah sebenarnya.
Pada akhirnya, momentum geger ini harus jadi tonggak. Dari Mandonga sampai Poasia, dari Puwatu sampai Kambu, semua sepakat: kesempatan emas tidak datang dua kali ji. Tinggal bagaimana Pemkot Kendari memimpin orkestrasi besar ini, agar UCLG ASPAC 2026 tercatat sebagai momen kebanggaan, bukan sekadar acara lewat begitu toh.






Average Rating