Beranda / Peristiwa / Kemenkum Sultra: 5 Fakta Geger Evaluasi Pelatihan

Kemenkum Sultra: 5 Fakta Geger Evaluasi Pelatihan

Suasana evaluasi pelatihan di kantor Kemenkum Sultra
0 0
Read Time:4 Minute, 27 Second

Beritakotakendari.comKemenkum Sultra bikin suasana kantor hukum di Bumi Anoa mendadak panas dingin, Bosku! Evaluasi dampak pelatihan yang biasanya terdengar kaku dan formal, kali ini berubah jadi momen deg-degan senam jantung di lingkup Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara. Tim masih on the spot memantau bagaimana hasil pelatihan benar-benar terasa di pelayanan publik, bukan di atas kertas ji toh.

Warga Kota Lulo, di tengah terik matahari Kendari yang menyengat, awak redaksi menyaksikan langsung para pejabat dan pegawai serius mi duduk mengulas satu per satu output pelatihan. Aih, ini bukan rapat biasa; ini semacam ujian nasional versi dunia birokrasi, di mana setiap program pelatihan harus bisa dibuktikan: ada dampaknya atau tidak bagi masyarakat Sultra?

Kemenkum Sultra Evaluasi Dampak Pelatihan Secara Ketat

Suasana di ruangan evaluasi Kemenkumham Sultra terasa tegang tapi terukur. Narasumber memaparkan bagaimana pelatihan yang sudah digelar beberapa waktu lalu menyasar peningkatan kompetensi aparatur, mulai dari pemahaman regulasi, pelayanan publik, hingga pembinaan warga binaan. “Tidak cukup sertifikat ji, harus ada perubahan perilaku dan kualitas layanan,” begitu kurang lebih pesan yang ditegaskan dalam forum evaluasi ini.

Astaga, bosku, indikatornya bukan main-main. Mereka menyoroti:

  • Peningkatan kecepatan layanan administrasi hukum dan HAM.
  • Penurunan kesalahan prosedur dalam layanan keimigrasian dan pemasyarakatan.
  • Kualitas komunikasi pegawai ke masyarakat, supaya tidak kaku dan tidak bikin warga tambah pusing.

Aih, ngeri! Kalau dulu orang pikir pelatihan itu cuma urusan duduk manis, foto-foto, dapat sertifikat lalu selesai, kali ini Kemenkum Sultra menekan gas: setiap rupiah anggaran pelatihan harus kembali dalam bentuk pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. Kalau tidak ada perubahan, ya dievaluasi habis-habisan mi.

Baca Juga: Gebrakan Layanan Publik di seputaran Pemkot Kendari

Dampak Pelatihan ke Layanan Hukum di Sultra

Sobat Kendari, pertanyaan paling penting di lapangan sekarang: apa betul pelatihan ini terasa sampai ke masyarakat? Dari pantauan dan keterangan yang disampaikan dalam sesi evaluasi, ada beberapa hal yang mulai kelihatan efeknya:

  1. Layanan Lebih Cepat
    Beberapa layanan administrasi hukum dilaporkan memang sudah lebih cepat. Proses yang dulu bikin warga menunggu berjam-jam, kini dipangkas jadi lebih singkat. “Targetnya, warga tidak perlu mondar-mandir lagi, cukup sekali datang, urus, langsung jelas,” begitu kira-kira semangat yang mereka usung.
  2. Petugas Lebih Komunikatif
    Di ruang layanan, pegawai yang telah ikut pelatihan dituntut untuk lebih ramah dan komunikatif. Tidak boleh ada lagi gaya galak yang bikin warga ciut duluan. Weh, menyala abangku, kalau semua petugas bisa begitu, warga pasti betah mi berurusan, meski urusannya soal hukum yang biasanya bikin tegang.
  3. Penggunaan Teknologi
    Beberapa unit kerja mulai memanfaatkan aplikasi dan sistem digital untuk memotong birokrasi yang berbelit. Aih, ini zaman sudah serba online mi, jadi tidak bisa lagi pakai cara-cara lama yang lamban toh.

Baca Juga: Update Rencana Penataan Pasar Baru Kendari

Situasi Lapangan: Dari Rapat Sampai Dampak ke Masyarakat

Dari kacamata jurnalis lapangan, suasana evaluasi ini ibarat persidangan besar untuk semua program pelatihan yang pernah digelar. Setiap unit kerja diminta memaparkan data, bukan cerita manis ji. Berapa banyak pegawai yang sudah dilatih, apa indikator keberhasilannya, dan apa keluhan masyarakat yang berhasil dijawab setelah pelatihan itu berjalan.

Beberapa peserta evaluasi mengakui, tantangan terbesar bukan di tahap pelatihan, tapi di tahap penerapan di lapangan. “Pelatihannya mantap djiwa, tapi kalau kembali ke rutinitas lama, godaan malas berubah itu besar sekali,” kira-kira begitu curhat informal yang terdengar di sela-sela acara. Kassian, namun justru di sinilah fungsi evaluasi: mengingatkan bahwa perubahan tidak boleh setengah-setengah.

Untuk wilayah-wilayah layanan yang jauh dari pusat kota, seperti beberapa kabupaten di jazirah Sultra, implementasi hasil pelatihan juga ikut dipantau. Jangan sampai yang di pusat kota Kendari sudah maju, tapi yang di daerah masih tertinggal jauh ji. Kemenkum Sultra menegaskan, standar layanan harus merata, dari kota sampai pelosok.

Harapan Warga Sultra: Jangan Formalitas Mi, Harus Nyata

Warga Kota Lulo dan seantero Sultra tentu punya satu harapan besar: evaluasi pelatihan ini jangan jadi ritual tahunan formalitas mi, tapi betul-betul mengubah wajah pelayanan hukum. Masyarakat ingin datang ke kantor layanan hukum tanpa rasa takut, tanpa bingung prosedur, dan tanpa perlu mengeluh karena diping-pong sana-sini.

Aih, kalau hasil pelatihan dan evaluasi ini konsisten diterapkan, potensi perubahan itu besar sekali, bosku. Masyarakat bisa menikmati layanan yang cepat, jelas, dan manusiawi. Di sinilah ujian sebenarnya: apakah Kemenkum Sultra mampu menjaga ritme perubahan, atau nanti pi semangatnya luntur setelah acara evaluasi selesai?

Baca Juga: Geliat Kegiatan Keagamaan Jelang MTQ di Kendari

Langkah Lanjutan Kemenkum Sultra usai Evaluasi

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, langkah berikutnya setelah evaluasi ini adalah penyusunan rencana tindak lanjut yang lebih konkret. Unit kerja yang dinilai berhasil akan dijadikan contoh praktik baik (best practice), sementara yang masih tertinggal akan mendapat pendampingan ekstra dan mungkin tambahan pelatihan yang lebih spesifik.

Di sisi lain, sistem monitoring juga disebut akan diperketat. Artinya, bukan sekali evaluasi lalu selesai, tapi akan ada pantauan berjenjang. “Supaya semua serius mi menjalankan perubahan, bukan semangat di awal ji toh,” demikian kira-kira pesan yang ingin ditekankan.

Saudara-saudaraku, perjalanan pembenahan layanan hukum ini memang masih panjang, tapi langkah evaluasi pelatihan seperti yang dilakukan Kemenkum Sultra hari ini adalah sinyal kuat bahwa perubahan sedang digas. Tinggal kita pantau sama-sama di lapangan: apakah janji perbaikan benar-benar sampai ke meja pelayanan tempat warga kecil datang mengadu.

Tim Beritakotakendari.com akan terus stand by memantau perkembangan dari kantor Kemenkumham Sultra hingga ke sudut-sudut pelayanan publik di Kota Kendari dan kabupaten sekitar. Tenang saja, aman ji informasi di tangan kita; kalau ada perubahan besar berikutnya, kita kabarkan secepat kilat buat seluruh Sobat Kendari!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan